CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR (UKG)

Bagi guru Pendidik/ks/ps yang belum mendapatkan password guru pembelajar silakan ikuti cara dan langkah-langkah yang sudah disederhanakan agar memudahkan guru pendidik /TK/PAUD Mendaftarkan diri mereka seperti berikut :

PERSIAPAN (Apa yang perlu dipersiapkan?)
  1. Siapkan Nomor UKG 2015 (ada di Kartu peserta atau Data di Dinas)
  2. Ingat-ingat tanggal lahir kita.
LANGKAH-LANGKAH  MENDAFTAR;
  1. KLIK LINK berikut : https://sim.gurupembelajar.id/akun/registrasi 
  2. Isikan no ukg dan tanggal lahir, jangan lupa centang "v" i'm not robot
  3. pastikan isian sesuai, baru klik register
  4. otomatis kita dapat download otomatis sebuah file pdf, surat rahasia berisi user name dan password
  5. Ingat baik-baik user name dan pasword tsb. Bile perlu dicatat 
  6. buka link berikut dengan cara klik; http://sim.gurupembelajar.id
  7. isikan email (username) dan pasword sesuai dengan yang tertulis di surat
    dan buka raport ukg 2015.
Demikian CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR UKG ini, semoga bermanfaat. Terimakasih.

CARA MASUK APLIKASI PELAPORAN BOP PAUD TERBARU

BOP untuk PAUD/TK yang sudah diberikan oleh pemerintah untuk peningkatan mutu layanan PAUD dan TK diseluruh Indonesia telah diberikan, sekarang tinggal pertanggung jawaban oleh lembaga yang diawasi juga oleh Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah setempat.

Disamping input data di aplikasi Dapodik Paud, di verval SP, Verval PD dll... tahun ini bagi satuan PAUD yang mendapatkan BOP juga akan disibukan dengan Aplikasi Pelaporan BOP berbasis web/Onlie untuk mengetahui bagaimana cara mengoperasikannya nanti kita serching dan informasikan: Berikut ini Link nya :




Demikian Semoga Bermanfaat. Terimakasih

INFO PENTING UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR

Untuk para Guru dan Para Pendidik PAUD/TK yang telah mengikuti UKG tahun 2015 lalu bisa melakukan online registrasi di sini :

 
Jika sudah berhasil login anda bisa tahu modul mana yg harus anda pilih dan pelajari secara mandiri.

Bagi Guru2 buruan Registrasi Guru Pembelajar sebagai kelanjutan hasil UKG 2015.
 
Dalam registrasi online ini, gunakan Nomor Peserta UKG 2015 sebagai User Saat Registrasi dan Password nya Tanggal lahir peserta yang bersangkutan.

Setelah itu dibuatkan Akun Resmi GP dengan User 2015......@guruku.id dan password khusus setelah Registrasi terlebih dahulu.

Beberapa hal (awal) yg perlu dipahami terkait dengan "Program Guru Pembelajar :" sbb:

1. Istilah *Guru Pembelajar (GP)* : adalah sebutan utk kita sbg guru yg kemudian disebut sbg peserta.
Mengapa kita disebut sbg Guru Pembelajar? Karena pd prinsipnya pengembangan keprofesian harus berawal dr guru sendiri bukan dr luar guru/dinas.

2. Istilah *Daring*, kepanjangan dr *Dalam Jaringan*, sbg pengganti istilah online, jdi Daring = Online.

3. Istilah lain yaitu *Luring*=
*Luar Jaringan*, sbg pengganti istilah offline, jdi Luring = Off line.
Istilah lain adalah Surel, yaitu Surat Elektronik, sbg pengganti email. Jdi *Surel = Email*
Mhn utk mensosialisasikan istilah Daring, Luring, dan Surel sbg pengganti Online, Offline dan Email.

4. *Setiap GP hrs menyelesaikan modul yg setara dg 60 JP*, 1 JP = 1 x 60 menit, yg dpt diselasaikn sekitar 1,5 bulan. 60 JP setara dg nilai 1 dlm Angka Kredit.

5. Ada *10 kompetensi yang harus dikuasai guru*. Kompetensi yg "warna merah" yg hrs diselesaikan oleh guru utk "diklik" maka akan muncul modul yg hrs dikerjakan...

6. *Ketentuan 10 kompetensi* yg _*"warna merah"*_ adalah :
8-10 : mengikuti full Tatap Muka
6-7 : mengikuti Kombinasi, Daring dn Tatap Muka
3-5 : mengikuti Daring
0-2 : sbg pendamping.

7. (*)Star awal pelaksanaan* Program GP dimulai, ketika P4TK sdh "selesai" dlm menyiapkan Guru Pengampu/IN/Mentor, *(sekitar awal/akhir Agustus 2016).*



INFO PENTING......
Jumlah Modul di bawah KCM (Kriteria Capaian Minimal) 8 s.d 10 (Tatap Muka), 6 s.d 7 (Daring Kombinasi), 3 s.d 5 (Daring), 0 s.d 2 (Calon Instruktur)*

Keterangan : (*)Berdasarkan kuota tiap wilayah

KETERANGAN ISI MODUL:
1. KK-A : tentang Karakteristik Peserta Didik
2. ĶK-B : tentang Dasar Pembelajaran yang Mendidik
3. KK-C : tentang Pengembangan Kurikulum
4. KK-D : tentang Pembelajaran yang Mendidik
5. KK-E : tentang TIK Dalam Pembelajaran
6. KK-F : tentang Potensi Peserta Didik
7. KK-G : tentang Komunikasi yang Efektif
8. KK-H : tentang Penilaian Pembelajaran
9. KK-I : tentang Manfaat Penilaial: Dalam Pembelajaran
10. KK-J : tentang Refleksi Pembelajaran.



  1. Kepada Guru yang Nilai Merah 1 – 5 mengikuti Diklat Moda Daring (Online), Nilai Merah 6 – 7 mengikuti Diklat Model Campuran (Moda Daring dan Tatap Muka ).
  2. Berkenaan dengan ini maka masing-masing guru untuk mempersiapkan diri dengan berlatih TIK ( Tekhnologi Informasi Komputer ) dan Mempersiapkan perangkat TIK yaitu PC/Laptop yang ada web camnya, atau Smart Phone Android/ios (front Camera) yang bisa digunakan untuk model streaming atau video call serta jaringan pendukungnya.
  3. Jadwal akan tertera pada akun GPO nya masing2 PTK setelah login.
  4. Mengingat waktu yang sudah mendesak mohon setiap PTK untuk segera berlatih login akunnya masing2 dan pastikan setiap PTK sudah memegang akun GPO nya sendiri2.
  5. Kepada Guru yang Nilainya Merah 8-10 akan mengikuti diklat Tatap Muka penuh.
Demikian beberapa info awal penting terkait UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR baik tentang Mode Daring, maupun Tatap Muka untuk dapat dipahami bersama. Semoga bermanfaat. Trimakasih.

Baca juga cara dan Langkah-langkah UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR dan CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR UKG  di sini !! LINK !!

GAMBAR DAN FOTO-FOTO MOMENT PERINGATAN PROKLAMASI 17 AGUSTUS ANAK PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---Peringatan Proklamasi 17 Agustus yang dilaksanakan setiap tahunnya diperingati dengan hikmat, diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari upacaranya hingga kegiatan lomba-lomba yang sangat meriah, tidak terkecual juga di lembaga-lembaga PAUD di Indonesia, Kegiatan yang merupakan salah satu upaya penanaman nilai-nilai cinta tanah air dan Nasionalisme, sangat meriah dilaksanakan. Anak-anak dan guru pendidik sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan.

Berikut ini adalah gambar-gambar dan foto-foto menarik dari moment-moment kegiatan peringatan proklamasi 17 Agustusan di Lembaga-lembaga PAUD yang tentunya melibatkan guru/pendidik, anak-anak PAUD, hingga orang tua anak.























Sumber Gambar : Google dan Koleksian pribadi


CARA MENGETAHUI ANAK PAUD YANG BERBAKAT "TES BAKU"

PAUD-Anakbermainbelajar---Dalam pendidikan anak usia dini PAUD, untuk mengetahui anak berbakat kita harus menyelami lebih jauh berbagai aspek yang melingkupi seluruh diri anak. Kita sering melihat hal-hal luar biasa yang bisa dilakukan anak sesuai dengan usia mereka. Anak-anak seperti ini sering disebut anak berbakat, yaitu anak dengan kemampuan kecerdasan pada satu atau beberapa bidang yang berada sangat jauh di atas rata-rata kemampuan anak sebayanya. Kemampuan anak tersebut dapat dilihat dibidang akademik, seperti matematika atau sains, bidang seni visual atau performa (melukis, menggambar, mengarang, musik, menyanyi, atau seni peran), kreativitas, kepemimpinan, atau bidang yang berkaitan dengan fisik dan psikomotor, seperti lari, berenang, basket dll. Kenyataannya pada anak berbakat ini, kemampuan yang luar biasa tersebut tidak hanya terbatas pada skor kecerdasan umum (IQ) saja. 

Untuk mengetahui dan meyakinkan kita, jika anak kita memang berbakat, tentu saja diperlukan berbagai pertimbangan. Umumnya pertimbangan pertama adalah potensi kecerasan anak, yang diukur melalui tes kecerdasan baku, seperti Wechsler atau Stanford-Binet. Skor kecerdasan umum (IQ) anak berbakat berada di atas 130. Namun harus diingat bahwa bukar skor IQ saja yang dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah kreativitas, serta komitmen terhadap tugas dan bidang yang menunjukan keberbakatan anak, yaitu bidang di mana anak menunjukan kemampuan yang luar biasa dan di atas kemampuan anak-anak sebayanya.

Untuk mengamati anak kita berbakat atau tidak, dapat dicermati dari karakteristik anak itu sendiri. Beberapa karakteristik anak berbakat yang dapat diamati sebagai panduan untuk mengetahui gambaran kemampuan anak dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Karakteristik Anak Berbakat

Meskipun anak PAUD berbakat menunjukan kemampuan yang berbeda-beda dalam bidang keberbakatannya, secara umum anak berbakat menunjukan kemampuan belajar dengan mudah dan cepat. Selain itu, anak berbakat memiliki fleksibilitas dalam ide-ide dan penyelesaian tugas, serta lebih dulu mampu berpikir abstrak pada usia di mana anak sebayanya belum mampu. Di samping itu, kebanyakan anak berbakat memiliki self esteem yang tinggi, keterampilan sosial dan penyesuaian diri yang baik. 

Pada anak berbakat yang sesungguhnya, sifat perkembangan bakatnya tidak hanya sementara, keberbakatannya ini dapat menjadi tolak ukur bagi bakat mereka kelak ketika sudah dewasa. Banyak anak-anak berbakat ini menjadi orang-orang sukses ketika mereka dewasa dengan bakat yang dimilikinya, ini sekali lagi tentunya dengan penanganan dan arahan yang tepat dari orang dewasa disekitarnya.

Demikian tulisan ringkas tentang cara mengetahui anak PAUD yang berbakat menurut teori, semoga bermanfaat. terimakasih.

CARA EFEKTIF MENGATASI ANAK NAKAL

PAUD-Anakbermainbelajar---Kebanyakan orang tua akan sependapat bahwa mendidik anak itu tapi gampang-gampang susah dilakukan, karena di satu sisi, setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh dengan akhlak dan tingkah laku terpuji, tapi di sisi lain, mayoritas orang tua terlalu dikuasai rasa tidak tega untuk tidak menuruti semua keinginan sang anak, sampai pun dalam hal-hal yang akan merusak pembinaan akhlaknya. Akhirnya banyak terjadi orang tua yang mengeluh tentang perilaku anaknya yang terlihat sudah mulai "bermasalah", dengan kenakalan yang telah melewati batas kewajaran.

Dr. Scott Turansky dan Joanne Miller dalam buku "Effective Parenting"nya mengungkapkan 8 Delapan cara mengatasi anak yang nakal yaitu dengan upaya-upaya seperti :
1. Menegakan kepatuhan kepada anak tanpa orang tua harus berteriak
2. Menjadikan setiap kesempatan untuk mendisiplinkan dengan bermanfaat
3. Membantu anak-anak membuat perubahan permanen pada diri mereka
4. Mengomunikasikan Nilai-nilai sehingga anak mau mendengarkan
5. Mengatasi kemarahan pada anak
6. Mendisiplinkan secara konsisten meskipun kita lelah dan jenuh
7. Mendidik anak-anak untuk belajar dari kehidupan ini
8. Pendekatan untuk masalah yang telah mengakar dalam hubungan anak dan orang tua

Selama ini yang tidak kita sadari adalah penyebab anak menjadi menjadi nakal merupakan polesan dari orang tua sendiri dalam menerapkan pola asuh kepada anak. Untuk itu, bagi para orang tua khususnya para ibu yang memiliki anak yang nakal, hendaknya kita harus siap dan lebih sabar dalam mengembalikan kepribadian anak menjadi pribadi yang disiplin yang taat. Lantas bagaimanakah cara mendidik anak yang nakal agar mereka mamp menjadi anak yang patuh dan disiplin sehingga dapat membanggakan kedua orang tuanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai seputar anak yang nakal, penyebab anak menjadi nakal serta bagaimana cara mengatasi anak yang nakal sehingga mereka dapat kembali menjadi anak yang disiplin dan patuh terhadap kedua orang tuanya.

Dalam sebuah penelitian di Amerika, tentang latar belakang seorang anak setelah mereka dewasa, terungkap bahwa kebanyakan anak-anak yang semasa kecilnya diangkap nakal dan berperilaku yang memusingkan orang tua, ternyata kebanyakan anak-anak ini setelah dewasa sukses dalam karir dan pekerjaannya.

Dari hal tersebut dapat dilihat kenyataannya bahwa anak-anak yang terlihat nakal ternyata memiliki keunggulan tersendiri, mereka memiliki memiliki kecerdasan yang sangat baik, anak mempunyai percaya diri dan kemampuan survive yang tinggi sehingga memudahkan mereka untuk belajar dan mengekplorasi lingkungannya hingga memperkaya pengetahuan dan keterampilannya.

Tentunya dengan penanganan yag tepat serta pendidikan dan pembelajaran usia dini yang efektif, anak-anak ini dapat dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang cerdas dan tangguh, tentu saja harus dibarengi dengan penanaman nilai-nilai karakter yang baik untuk mereka.

Salah satu point terpenting dalam 8 delapan cara mengatasi anak nakal menurut Scott Turansky dan Joanne Miller ini adalah kita harus terus membantu anak-anak kita untuk membuat perubahan permanen pada perilakunya. Kesadaran anak harus dibantu dan diarahkan dengan menjadikan mereka menyadari perlunya berperilaku yang baik untuk kepentingan mereka sendiri.

Demikian tentang cara efektif mengatasi anak nakal semoga dapat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam PAUD pendidikan anak usia dini kita. terimakasih.

PENGERTIAN DAP (DEVELOPMENTALY APPROPRIATE PRACTICE) DALAM PAUD

DAP PAUD, Pembelajaran menyenangkan di PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar---Secara umum kegiatan pembelajaran di Pendidikan anak Usia dini (PAUD) seyogyangan mengacu pada suatu standar tertentu. Berbicara mengenai DAP di PAUD, banyak sekali pengertian mengenai DAP yang dikemukakan oleh berbagai ahli atau pakar pendidikan anak. Seorang ahli yang bernama Sue Bredekamp sebagai pencetus DAP mengatakan bahwa DAP bukan kurikulum, bukan merupakan suatu standar yang kaku yang mengharuskan suatu pembelajaran berlangsung, DAP adalah suatu kerangka kerja, sebuah filosofi atau pendekatan yang digunakan saat bekerja bersentuhan dengan anak. Tujuannya adalah memusatkan perhatian kita pada segala sesuatu yang kita ketahui tentang anak dan apa yang dapat kita pelajari tentang anak sebagai individu dan keluarga mereka sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai individu yang unik harus dilihat bahwa setiap anak adalah istimewa yang memiliki gaya belajar, minat, kepribadian, tempramen, kemampuan dan ketidakmampuan, tantangan dan kesulitan yang berbeda dari masing-masing anak, termasuk keterlambatan dan gangguan perkembangan. Anak juga harus dilihat dari latar belakang dan lingkungan keluarga, budaya dan komunitasnya, juga riwayat keluarga serta kondisi keluarga saat ini.

Terjemahan bebas dari Developmentally Appropriate Practice (DAP) dalam bahasa Indonesia adalah “ Pendidikan yang patut dan menyenangkan”. Tiga dimiensi dalam konsep DAP adalah (1) Patut menurut umur, maksudnya sesuai dengan tahap- tahap perkembangan anak, (2) Patut menurut lingkungan sosial dan budaya, yaitu sesuai dengan pengalaman belajar yang bermakna, relevan dan sesuai dengan kondisi social budaya, dan (3) Patut secara individual, yaitu sesuai dengan pertumbuhan dan karakteristik anak, kelebihannya, ketertarikannya dan pengalaman- pengalamannya. 

Dalam kerangka pendidikan anak usia dini (PAUD) konsep DAP Developmentally Appropriate Practice mencakup 3 dimensi yaitu kesesuaian usia, kesesuaian individu, dan kesesuaian sosial budaya. Berikut penjelasannya :

1. Kesesuaian usia
Dalam penelitian tentang perkembangan manusia menyebutkan bahwa dalam perkembangan 9 tahun pertama terjadi urutan pertumbuhan dan perubahan yang dapat diramalkan. Perubahan tersebut terjadi pada semua aspek perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kognitif. Pengetahuan tentang perkembangan dalam rentang usia ini difasilitasi melalui program yang disiapkan dalam lingkungan pembelajaran dan perencanaan yang mengajak anak mengalami pembelajaran sesuai dengan usia anak.

2. Kesesuaian individu
Kenyataanya Setiap anak adalah individu yang unik dengan pola dan waktu pertumbuhan masing-masing. Demikian pula keunikan dalam kepribadian gaya belajar, dan latar belakang keluarga. Baik kurikulum maupun interaksi orang dewasa dengan anak harus merespon terhadap perbedaan masing-masing individu. Pembelajaran pada anak usia dini merupakan hasil interaksi antara pikiran anak dan pengalaman dengan benda-benda, ide-ide dan orang lain di sekitar lingkungan anak. Pengalaman-pengalaman ini harus sesuai dengan kemampuan perkembangan anak, namun juga dapat menantang minat dan pemahaman anak.

3. Kesesuaian Sosial dan Budaya
Anak itu unik dibentuk oleh lingkungan sosial budayanya, karena itu anak tidak bisa dicabut dari akar budayanya masing-masing. Mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya. Seperti apa seorang anak, bisa kita lihat dari keluarganya khususnya orang tuanya. Latar belakang budaya akan berpengaruh terhadap anak. Tidak ada budaya yang jelek atau salah. Semua budaya adalah baik dan perlu dilestarikandan diturunkan dari generasi kegenerasi. Demikian pula lingkungan sosial anak tidak bisa kita salahkan. Karena itu dalam kelas jika kita memiliki anak dari beragam latar belakang sosial dan budaya, maka guru harus bisa memahami dan memperlakukan anak sesuai lingkungan sosial budaya mereka.

Prirsip-prinsip DAP
Pada kegiatan dan program pembelajaran di Lembaga PAUD, Dalam melaksanakan DAP, Perlu anda diperhatikan strategi pembelajaranyang merupakan prinsip-prinsip DAP adalah sebagai berikut :

1. Pengalaman Pembelajaran Aktif
DAP memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi lingkungannya. Anak dapat memanipulasi benda-benda nyata dan mempelajarinya langsung melalui pengalaman nyata menggunakan tangannya. Dengan begitu anak secara bebas dapat menggali, berinteraksi, dan komunikasi dengan anak lain maupun orang dewasa. Belajar di sentra merupakan salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan pada anak untuk langsung mengalami pembelajaran secara nyata. Selain itu, anak juga perlu diajak untuk melakukan kunjungan lapangan (field-trip), memasak bereksperimen, ataupun kegiatan lain yang mendukung pengalaman langsung.

2. Strategi Pembelajaran yang Beragam
DAP mendorong penggunaan berbagai strategi pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Pendekata-pendekatan tersebut bisa berupa kemampuan anak dalam proses menulis, membaca, belajar bersama, belajar mandiri, belajar dengan teman sebaya, instruksi guru, tematik proyek, sentra pembelajaran, pembelajaran berbasiskan masalah, dan instruksi berbasiskan literatur. Dengan memberikan bermacam-macam cara belajar, anak-anak dengan gaya belajar yang beragam mampu mengembangkan kemampuan mereka. Pembelajaran dengan cara seperti ini juga mendukung teori kecerdasan majemuk, dan memungkinkan anak memandang pembelajaran dengan cara-cara baru.

3. Keseimbangan antara Pengarahan Guru dan Kebebasan Anak
DAP mampu memberikan keseimbangan antara kegiatan-kegiatan yang perlu pengarahan guru dan juga atas inisiatif anak sendiri. Pengarahan guru memfungsikan guru sebagai fasilitator yang memberikan model pembelajaran dan panduan-panduan yang diperlukan anak. Sementara dari pihak anak, mereka dapat berkreasi sendiri dengan bertanggung jawab sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai.

4. Kurikulum Terintegrasi
Sebuah kurikulum yang terintegrasi akan menghubungkan area pembelajaran yang beragam dan menggabungkannya dalam konsep terpadu. Ini akakn menggabungkan banyak subjek ke dalam satu paduan unit pembelajaran yang bermakna bagi anak. Sebuah kurikulum terintegrasi akan menghubungkan pembelajaran dalam kehidupan nyata anak. Juga mengenalkan pentingnya keterampilan-ketermapilan dasar dan kecendrungan bagi anak untuk menggunakannya. Salah satu teknik kurikulum terintegrasi adalah pendekatan tematik yang mengajak anak untuk menyelediki sesuatu yang diminati dari berbagai sudut pandang. Tema umum menjadi acuan untuk mengembangkan konsep-konsep, menggeneralisasikan keterampilan-keterampilan, dan sikap-sikap. Namun demikian, tidak semua kurikulum terintegrasi berpusat pada tema.

5. Sentra Pembelajaran
Sentra pembelajaran merupakan area/sentra mandiri yang dibuka di dalam kelas sehingga anak dapat secara nyata melakukan suatu kegiatan. Anak dapat memilih dan memutuskan berapa lama akan beraktivitas dalam suatu kegiatan. Di sentra tersebut anak dapat dapat bekerja bersama teman secara kooperatif, membangun dengan teman, melakukan keterampilan-keterampilan dengan tangannya, memecahkan masalah, belajar secara mandiri, dan kegiatan-kegiatan terbuka lainnya yang bebas dipilih anak. Sentra pembelajaran harus mencerminkan tujuan pembelajaran yang aktif, tidak banyak lembar kerja yang harus diisi anak, namun memberikan kesempatan pada anak untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. Tanggung jawab semacam ini merupakan pondasi pembelajaran seumur hidup.

Demikianlah bunda, ayah dan sahabat Paud-anak bermain belajar, tentang DAP dalam kegiatan dan program PAUD, semoga bermanfaat. Selamat mendidik anak-anak generasi penerus bangsa, semoga sukses. Terimakasih.

Sumber /referensi:
http://www.naeyc.org/DAP
https://en.wikipedia.org/wiki/Developmentally_Appropriate_Practice
https://cakheppy.wordpress.com/2011/03/20/strategi-pembelajaran-dap-developmentally-appropriate-practice/
http://12075itda.blogspot.co.id/2013/06/pendidikan-anak-prasekolah.html 

CARA MENGAJARKAN ANAK PAUD MENYANYI YANG BENAR

Cara Menyanyi anak, anak paud, guru mengajar menyanyi, nyanyian anak
AUD Belajar Menyanyi
PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda dan pendidik PAUD sekalian, dalam salah satu aspek pengembangan seni di TK/PAUD, kegiatan seni suara atau menyanyi untuk anak PAUD sangatlah penting. Sehari-hari kita tentunya sering mendengar anak-anak kita menyanyi, kebanyakan anak yang menyanyi terdengar mereka menyanyi dengan cara mereka sendiri, ada yang salah atau anak bernyanyi hanya dalam satu nada-monoton? Anak menyanyi tidak terdengar naik-turun melodi lagunya, yang terdengar ditelinga kita hanyalah melodi 'datar' yang menonton. Atau anak yang bernyanyi di luar melodi lagu yang seharusnya, yang biasanya diistilahkan dengan bernyanyi dengan nada sumbang atau 'blero'? keadaan ini terjadi karena anak tersebut tidak menyadari kemampuan mekanisme bernyanyi (vokal)-nya. Atau anak PAUD belum menyadari bahwa bernyanyi merupakan salah satu kombinasi perubahan-perubahan pada pitch dan ritmik. Antara anak yang satu dengan anak yang lain memiliki kepekaan yang berbeda akan pitch. Anak yang memiliki kepekaan kecendrungan dapat bernyanyi tanpa beban. Namun beberapa anak mungkin memerlukan latihan sedikit lebih keras dalam memfokuskan perhatiannya pada tingkat-tingkat pitch dan perubahannya sebelum mereka mempelajari melodinya secara utuh.

Sebagai pendidik dan guru yang akan mengembangkan bakat dan potensi anak, tentunya kita perlu melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap kemampuan anak dalam hal menyanyi tersebut. Karena itu ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan, yang pertama Untuk membantu anak agar dapat membedakan pitch nada dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya adalah:

  1. Menirukan model (Guru pendidik/rekaman)
  2. Membedakan pitch yang beragam
  3. Bernyanyi bersahutan
  4. Memanfaatkan alat musik
  5. Wilayah suara anak usia TK berkisar antara not e hingga d', atau 4 (empat) atau (lima) nada di sekitar not f dan not g.
Warna suara anak PAUD biasanya bisa tinggi, ringan, dan melengking mirip suara seruling. Karena itu karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu-lagu anak. Artinya pilihlah lagu dengan wilayah nadanya sesuai dengan wilayah suara anak, hindarkan dari lagu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk dinyanyikan anak. Selain itu, guru perlu mendorong semangat dan perasaan yang diekspresikan dalam nyanyian anak-anak PAUD kita.

Anak tidak dapat dipaksa untuk tertarik atau berminat dalam kegiatan bernyanyi pada waktu tertentu. Untuk mengatasi hal ini anda dapat menggunakan teknik merangsang untuk memotivasi anak agar tertarik ikut menyanyi. Misalnya Pendidik dapat memperdengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh artis cilik yang menjadi idola mereka.

Kepada Anak Usia dini hendaknya kita ajarkan Lagu anak-anak tertentunya. lagu untuk anak-anak harusnya berbeda dengan lagu orang dewasa, sesuai dengan usia dan perkembangan anak, lagu anak ini memiliki karakterisitik tersendiri seperti berikut ini :

  1. Memiliki pola-pola melodi yang sederhana
  2. Memiliki keutuhan dan kelengkapan sehingga membuat lagu tersebut terasa enak dinyanyikan
  3. Wilayah nada melodinya mudah dinyanyikan anak.
  4. Memiliki pola ritmik yang menarik namun tidak sulit untuk dinyanyikan.
  5. Biasanya judul lagu sederhana, menarik seperti "Balonku", "Cicak", "Adikku", dan sebagainya.
  6. Memiliki muatan nilai-nilai moral dan nilai pendidikan yang baik untuk anak usia dini

Sebaiknya juga lagu-lagu yang diberikan kepada anak adalah lagu yang memiliki keriteria sebagai berikut :

  1. Melodi yang dinyanyikan mudah diingat dan cukup menarik untuk dinyanyikan tanpa teks lagu.
  2. Ritmik lagu mampu membangkitkan suatu respons ritmis pada anak
  3. Teks lagu sesuai dengan pola ritmik dan garis musiknya, dan dunia anak.
  4. Teks lagu memungkinkan bisa saja hambar, pengulangan, halus, atau kepahlawanan, tetapi merupakan nasihat atau ditulis untuk tujuan mendidik
  5. Melodinya dapat dinyanyikan dengan tepat oleh anak-anak dalam wilayah suara mereka. 

Demikian bunda sekalian tentang cara mengajarkan anak PAUD menyanyi yang baik benar, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah menjadi pengunjung setia di blog PAUD-Anak Bermain Belajar ini.

TERNYATA MENDONGENG ITU SEDERHANA TAPI MANFAATNYA LUAR BIASA

PAUD-Anakbermainbelajar--Bunda/pendidik-Guru TK-PAUD sekalian, jangan pernah bosan-bosannya mendongeng/bercerita untuk anak di lembaga PAUD Kita. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan, baik terintergrasi dalam program pembelajaran maupun disaat-saat santai ketika anak sedang menikmati waktu istirahatnya.

Tahukah bunda-Ternyata  Mendongeng 20 menit untuk anak usia 2-6 tahun sama dgn anak belajar selama seminggu, dengan penanaman nilai-nilai budi pekerti yang baik, dan membentuk karakter anak yang mandiri dan kreativ.

Apakah mendongeng/bercerita itu sulit ?

Mengdongeng dan bercerita tidaklah sesulit yang kita pikirkan jika kita ingin melakukannya dengan sederhana, artinya kita tidaklah perlu untuk mendongeng dengan hebat dan menjadi seperti pendongeng-pendongeng yang sudah terkenal itu. Cukuplah dengan mendongeng hingga membuat anak tetarik dan memperhatikan dongeng kita dan anak memahami nilai dan jalannya cerita tersebut. 

Berikut ini penulis uraikan ringkasan tentang teori atau cara bercerita yang dapat dilakukan dengan mudah di lembaga-lembaga PAUD kita.

Metode Bercerita

Kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau sebuah dongeng belaka, yang bisa dilakukan secara lisan atau tertulis.

Cara penuturan cerita tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau tanpa alat peraga.

Tujuan Metode Bercerita
  1. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak; menyimak (listening), berbicara (speaking), menambah kosakata.
  2. Mengembangka kemampuan berpikir anak
  3. Menanamkan pesan-pesan moral
  4. Mengembangkan kepekaan sosial-emosional anak
  5. Melatih daya inga/memori anak
  6. Mengembangkan potensi kreatif anak

Bentuk-bentuk Metode Bercerita

1. Bercerita tanpa alat peraga.
Guru dapat mendongeng atau bercerita tanpa menggunakan alat atau media yang diperagakannya, ini hanya menggunakan media verbal seperti kita mengajar sehari-hari.

2. Bercerita dengan alat peraga.
Bercerita dengan alat peraga terdiri dari 3 cara yaitu;

1. Bercerita dengan alat peraga langsung
Menggunakan alat peraga asli : benda mati/hidup seperti alat rumah tangga, tanaman, binatang dll.

2. Bercerita dengan alat peraga tidak langsung
Menggunakan alat peraga buka asli/tiruan : terbuat dari kertas, kayu atau plastik seperti binatang tiruan, buah tiruan, orang tiruan.

Bentuk bercerita dengan alat peraga tidak langsung;
  • Bercerita dengan menggunakan gambar
  • Bercerita dengan menggunakan buku cerita
  • Bercerita dengan menggunakan papan flanel
  • Bercerita dengan menggunakan boneka
  • Bercerita dengan menggunakan OHP dan plastik transparan
  • Bercerita dengan Proyektor/tayangan LCD

3. Bercerita dengan memvariasikan alat peraga langsung dan tidak langsung.
Kegiatan ini menggabungan dan memvariasikan alat peraga langsung dan tidak langsung dalam kegiatan mendongeng-bercerita.

Mendongeng/Bercerita dengan alat peraga


Cara Mendongeng atau bercerita dengan alat Peraga :
Berikut ini ringkasan cara mendongeng atau bercerita dengan alat peraga yang baik dan benar :

1. READ A STORY - READ ALOUD STORY
  • Bacalah terlebih dahulu sebelum dibacakan didepan anak-anak
  • pastikan tempat duduk didepan agar dapat dilihat dari berbagai arah
  • Sampaikan tata tertib selama mendengar cerita
  • jangan terpaku pada buku perhatikan juga reaksi anak-anak  pada saat membacakan buku
  • Sebutkan identitas buku, seperti judul dan pengarang supaya anak-anak belajar menghargai karya orang lain
  • Pegang buku disamping kiri bahu, bersikap tegak lurus ke depan
  • bacalah dengan lambat dengan kualitas tutur yang lebih dramatis daripada penuturan biasanya
  • Saat tangan kanan menunjuk gambar, arah pehatian disesuaikan dengan urutan cerita
  • Tetaplah bercerita pada saat tangan membuka halaman berikutnya
  • pada bagian-bagian tertentu, berhentilah sejenak untuk memberikan komentar, atau untuk memberikan kesempatan anak berkomentar
  • perhatikan semua anak dan berusahalah untuk menjalin kontak mata dengan mereka, cek apakah mereka masih berminat menyimak cerita atau sudah mulai menujukkan kebosanan
  • sering-seringlah berhenti untuk menunjukkan gambar-gambar dalam buku pada anak, dan pastikan semua anak dapat melihat gambar tersebut
  • Pastikan semua jari selalu dalam posisi siap untuk membuka halaman selanjutnya
  • lakukan pembacaan sesuai rentang atensi anak. Jangan bercerita lebih dari 10 menit
  • libatkan anak dalam cerita supaya terjalin komunikasi multiarah.

2. BONEKA (Boneka gagang, tempel, gantung dan tangan)
  • Jarak boneka tidak terlalu dekat dengan mulut pencerita
  • Maksimalkan latar pada bgian depan dan belakang, bagian depan depan diisi dengan hiasan kecil yang menyerupai wujud asli, seperti rumput, bunga-bunga kecil dan bagian belakang diisi dengan gambar-gambaryang relatif permanen seperti gunung rumah-rumahan, gedung, gua, sawah atau hutan. Dapat dilengkapi pula dengan hiasan hidup seperti daun dan ranting
  • Tutup bagian depan dan bawah dengan kain, kayu atau gambar bagian depan bawah berfungsi sebagai penutup gerak pencerita sehingga perhatian anak dapat tertuju sepenuhnya pada panggung dan boneka.
  • Jika memungkinkan, sediakan peralatan tambahan seperti tape recorder. Jika memungkinkan pula, hadirkan musik pengiring lagu   yang dapat dimanfaatkan ketika tokoh menyanyikan lagu bersama anak.
  • Sandiwara boneka dangan panggung memerlukan dua orang. Satu sebagai pencerita utama, satu sebagai pencerita pendukung yang merangkap sebagi operator musik
  • Manfaatkan musik pengiring dan penegas (disamping musik pembuka dan penutup) untuk menghidupkan latar cerita, sekaligus sebagai pembangkit suasana dramatik
3. PERAGA GAMBAR (gambar seri, lepas, gambar planel)
  • Pilihlah gambar yang bagus sesuai isi cerita berukuran agak besar, dicetak dalam kertas relatif tebal, memiliki tata warna yang indah dan menarik,
  • Urutkan gambar terlebih dahulu, kuasai dengan baik detail cerita yang dikandungi oleh gambar dalam setiap lembarnya
  • Perlihatkan gambar pada anak secara merata sambil terus bercerita, gambar harus selalu menghadap anak.
  • Sinkronkan cerita dengan gambar, hati-hati jangan salah mengambil gambar
  • Gambar dalam posisi kiri atau di dada, dan tidak menutup wajah guru
  • Jika perlu gunakan telunjuk untuk menunjukkan objek tertentu dalam gambar demi kejelasan seperti menunjuk gambar binatang, pohon, atau benda lain.
  • Sambil bercerita, perhatikanlah reaksi anak, amati apakah mereka memperhatikan gambar atau tidak.
  • 4. MENDONGENG DENGAN PAPAN PLANEL
  • Siapkan gambar sesuai dengan cerita. Buatlah gambar semenarik mungkin
  • Tempelkan gambar tersebut pada papn planel tepat ditengah anak, agar terlihat semua anak
  • Siapkan alat penunjuk gambar, dan manfaatkan sebagai pemandu cerita
  • Setiap mulai bercerita, jangan salah menyebutkan nama tokoh dan menunjukkannya pada gambar
  • Setelah digunakan, gambar yang telah diceritakan segera dilipat ke belakang atau ditumpuk dengan rapi
  • Sesekali adakan dialog dengan anak-anak
  • Libatkan anak dalam penghayatan karkter tokoh dengan cara menirukan arakter bersama-sama mereka
  • Tambahkan lagu-lagu jika perlu agar tercipta suasana senang dan  gembira
  • Pastin anak-anak tetap memperhatikan gambar dan ekspresi guru dengan baik
  • Apabila ada waktu dan dipandang perlu, susun kembali gambar di papan planel, dan mintalah anak-anak untuk menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri

INDIKATOR KEGAGALAN DALAM BERCERITA
  • Anak-anak gaduh, kurang memperhatikan, memiliki kesibukan sendiri, sibuk berbicara dengan teman, atau tidak menghiraukan guru
  • Anak-anak terlalu tegang, menangis ketakutan, berekasi terlalu berlebihan
  • Anak-anak memberikan reaksi verbal yang berisi penolakan
  • Anak-anak terlihat berpikir terlalu keras, terlihat tidak santai dan akhirnya jenuh
  • Anak-anak melihat kepada guru, diam ketika guru bercerita, tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan cerita, serta tidak mampu memberikan tanggapan apa-apa
  • Anak-anak keluar ruangan, melepaska diri dari arena cerita,berjalan-jaln, mengganggu teman. Sesekali melihat kepada guru kemudian ke aktivitas semula

MASALAH-MASALAH DALAM CERITA DAN MALPRAKTEK BERCERITA
  • Cerita Tuna Makna
  • Interpolasi dan Korupsi Berlebihan adaptasi yg akibatkan
  • Improvisasi Lepas Konteks
  • Efek Imitasi Negatif Cerita
  • Imajinasi Tak Terkendali.
Demikian ringkasan cara mendongeng atau bercerita yang mudah dan benar untuk PAUD, smoga brmanfaat. terimakasih.

MENGENAL ORGANISASI-ORGANISASI PAUD DI INDONESIA

PAUD--AnakBermainBelajar--- Untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan mutu PAUD di Indonesia pemerintah bersama-sama masyarakat telah mendorong terbentuknya organisasi-organisasi PAUD yang berkiprah dalam khasanah Pendidikan Anak Usia dini di Indonesia. Secara garis besar Organisasi PAUD di kelompokkan menjadi dua yaitu organisasi PAUD secara formal dan organisasi  PAUD secara Non Formal. Tujuan Organisasi PAUD adalah untuk meningkatkan komunikasi dan pertukaran informasi diantara anggotanya, serta sebagai wahana untuk berkumpulnya ahli yang mempunyai komitmen yang sama bagi perkembangan PAUD. Organisasi PAUD terdiri dari dua bagian, yaitu: organisasi PAUD melalui jalur formal, yaitu kumpulan ahli atau pendidik ataupun pengelola yang menangani pendidikan PAUD melalui jalur formal. Organisasi tersebut diantaranya adalah IGTKI, GOP TKI,sedangkan organisasi PAUD melelui jalur nonformal adalah kumpulan ahli, pendidik, atau pengelola yang menangani PAUD melalui jalur nonformal, organisasi tersebut diantaranya adalah FORUM PAUD, KONSORSIUM PAUD, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia).

A. ORGANISASI PAUD PADA JALUR PENDIDIKAN FORMAL
 
Bermacam-macam bentuk organisasi yang mewadahi Taman Kanak Indonesia (GOP TKI), IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak-KAnak Indonesia), IGTKI ( Ikatan Guru Taman KAnak-kanak Islam) dan IGRA ( IKatan Guru Raudhatul Athfal). Organisasi ini bernaung di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan juga Departemen Agama.

Departemen Pendidikan Nasional adalah lembaga yang memfasilitasi pertemuan antara Organisasi GOP TKI dan IGTKI. Kejasama antara tiga komponen tersebut merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan kualiatas pendidikan anak usia dini dan juga sumber daya manusia khususnya pendidik dan tenaga pendidikan di Indonesia.

Beberapa bentuk organisasi PAUD yangyang termasuk dalam jalur formal dapat di uaraikan sebagai berikut.

1. Organisasi GOP TKI

Gabungan Organisai Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOP TKI) terdiri dari yayasan penyelenggara Taman KAnak-Kanak yang tergabung dalam lima belas organisasi besar di Indonesia antara lain : Aisiyah, Muslimat Nahdatul Ulama (NU), PERWARI, Wanita Islam, Taman Siswa dan sebagainya. Pembina Organisasi GOP TKI ini di antaranya ialah Menteri Pendidikan Nasional dan Departemen Dalam Negeri. Strktur organisasi GOP TKI terdiri dari Pembina, Dewan Pimpinan Pusat yang berlokasi di Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan PImpinan Cabang, dan Dewan Pimpinan Kecamatan.
Organisasi ini turut membantu Pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualiatas sumber daya manusia, dan kesejahteraan pendidikan tenaga kependidikan. Visi GOPTKI sebagai wadah pemersatu organisasi penyelenggara Taman KAnak-KAnak. Sedangkan misi GOPTKI adalah berupaya menjembatani antar penyelenggara Taman Kanak-Kanak  yang mempunyai kondisi dan kemampuan yang bervariasi, agar tercipta suatu standar baku dan keharmonisan dalam mengembangkan pendidikan.

2. IGTKI

Komponen yang kedua adalah Ikatan Guru Taman KAnak-Kanak Indonesia (IGTKI). Pembina organisasi IGTKI adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Visi  IGTKI adalah membentuk tenaga pendidik yang berkualitas. Misi dari organisasi ini antara lain adalah meleksanakan berbagai pelatihan, workshop dan seminar yang menunjang profesionalisme tenaga pendidik dan membentuk watak anak bangsa. Semua kegiatan IGTKI di arahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk anak-anak prasekolah.

3. IGRA  (Ikatan Guru Raudhatul Arhfal)

Hampir sama dengan IGTKI hanya saja IGRA ini khusus untuk para pengelola dan pendidik  Taman Kanak-Kanak Islam.  Kegiatannya membahas dan melaksanakan ajaran Islam di Taman Kanak-Kanak Islam. IGRA dalam kegiatannya di dukung dari Depag. AGRA selain berfungsi sebagai wadah bertemunya guru-guru Taman Kanak-Kanak Islam juga turut melatih dan menambah kemampuan guru-guru TK  Islam agar seakin berkualitas.

B. ORGANISASI PAUD PADA JALUR PENDIDIKAN NONFORMAL
 
Organisasi PAUD pada jalur nonformal terdiri dari Konsorsium, Forum PAUD dan HIMPAUDI. Organisasi ini di fasilitasi oleh pemerintah melalui lintas departmen seperti depaetemen Pendidikan, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan. PAUD di  laksanakan secara menyeluruh dan terpadu mencakup semua kegiatan yang memberikan pelayanan pendidikan, perbaikan gizi, dan pemeliharaan kesehatan anak. Oleh karena itu diperluksn kerjasama lintas instansi dan keterlibatan aktif dari para praktisi dan akademisi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pengendalian, hingga evaluasi penyelenggaraan program.

Dengan demikian perlu melibatkan instansi atau lembaga pemerintah maupun swasta, yang diwadahi oleh oleh organosasi konsorsium PAUD, Forum PAUD, HIMPAUDI. 

1. Konsorsium PAUD
 
Organisasi pertama yang di bentuk oleh DIrektorat PAUD adalah Konsorsim PAUD. Keberadaan Konsorsium PAUD memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pemerintah dalam pengembangan program PAUD jalur NonFormal. Hal ini mengingat anggota Konsorsium PAUD terdiri dari pakar, praktisi, akademisi dan birokrasi yang memiliki keahlian di bidang PAUD.

Berbagai karya nyata yang telah dihasilkan oleh Konsorsium PAUD antar a lain berupa : Menu Pembelajaran Generik PAUD. Pengembangan Bahan Belajar untu PAUD, Acuan Pembelajaran Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak,Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Modul Pembuatan Alat Permainan Edukatif, dll.

Konsorsium PAUD adalah sekelompok orang dari berbagai keahlian yang memebantu Depdiknas dalam hal ini Direktrat PAUD untuk memikirkan, menelaah, dan merumuskan program pebinaan PAUD yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan secara ilmiah dapat di pertanggungjawabkan. Tujuan umum di bentuknya konsorsium PAUD adalah memberikan masukan dan rekomendasi kepada Direktorat PAUD dalam melaksanakan pembinaan PAUD mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, dan evaluasi.
Keanggotaan konsorsium terdiri atas tenaga ahli di bidang PAUD, psikologi, dan bidang lain seperti ahli kesehatan, gizi, pembangunan masyarakat serta media pendidikan.

2. Forum PAUD

Forum PAUD adalah suatu wadah kerjasama untuk menyatukan visi, misi, langkah dan peran masing-masing anggota dalam rangka pengembangan AUD seutuhnya. Upaya yang dapat di lakukan Forum PAUD dalam perluasan layanan antara lain: (a) meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan pengembangan anak sejak usia dini serta perlunya layanan yang tepat; (b) meningkatkan kesadaran pemerintah, termasuk pemerintah daerah dan legislative untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam memperluas layanan, seperti misalnya mengeluarkan peraturan daerah dan menyediakan APBD; dan (c) meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama memperluas layana program, seperti pendirian lembaga PAUD atau peluncuran program yang memberikan akses layanan bagi anak usai dini. Dalam kaitannya dengan peningkatan mutu tenaga pendidikan melalui pelatihan dan peningkatan profesialisme tenaga pendidikan melalui organisasi profesi.

Forum PAUD mendirikan pusat Informasi dan Pelatihan PAUD. Sebagai upaya perluasan layanan dan peningkatan mutun layanan pendidikan dan pengembangan AUD, pusat ini sekaligus dapat dijadikan secretariat Forum PAUD. Adanya Pusat Informasi dan Pelatihan PAUD untuk mempermudah akses masyarakat dan pemerintah, juga akan meningkatkan kepercayaan kepercayaan berbagai pihak terhadap keberadaan dan kinerja Forum PAUD.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam forum PAUD diarahkan untuk peningkatan semua aspek pengembangan dan pengelolaan PAUD di mana program-program PAUD  dilaksanakan. Saling sharig antar pengelola dan pendidik PAUD tentang bagaimana penyelenggaraan PAUD yang terbaik juga dapat terjadi di forum ini. Sehingga terjadi pemerataan dan pembagian ilmu dan pengetahuan baru dalam pengelolaan PAUD yang lebih profesional.

3. HIMPAUDI

Banyak lembaga PAUD di daerah yang belum memiliki gedung, tenaga pendidik tersendiri yang khusus menangani lembaga tersebut, juga sarana dan prasarana lainnya ( seperti alat permainan edukatif) pun belum ada. Oleh sebab itu, lahirnya Organisasi Himpunan Pendidik dan Tenaga kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) yang bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia dapat berperan sebagai mitra pemerintah dengan masyarakat.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 pasal 54, disebutkan bahwa penyelenggaraan pengelolaan satuan pendidikan harus dilaksanakan dengan mandiri, efektif, efisien, dan akuntabel.  Direktorat PTK-PNF mengemban misi antara lain mengupayakan pemerataan layanan peningkatan mut Pendidik dan Tenag a Kependidikan Pendidikan Non Formal, sahingga dapat mengelola dan menyelenggaraka n program peningkatan mutu PTK PNF khususnya pendidik PAUD pada jalur pendidikan non formal.

Karena PAUD sebagai jenjang pendidikan yang sangat penting dalam mempersiapkan anak untuk mengikuti pendidikan dasar dan perlu di kelola secara efektif dan efisien. Maka dari itu pendidik PAUD di tuntut untuk dapat memenuhi kebutuhan perkembangan masyarakat dan memiliki kemampuan teknis yang handal sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penyelenggara program  PAUD yang berkualitas. Sampai saat ini dibuat diberbagai propinsi sudah terbentuk HIMPAUDI lengkap dengan kepengurusannya.   

Demikianlah tentang organisasi PAUD di Indonesia, semoga bermanfaat, terimakasih atas kunjungannya keblog PAUD-AnakbermainBelajar ini. Wassalam...