8 CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA ANAK USIA DINI

Berbicara dan berdialog dengan Anak

PAUD-Anakbermainbelajar---Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan anak dalam hal mengolah kata-kata (bertutur, berbahasa), atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Untuk mengembangkan kecerdasan linguistik pada anak sejak usia dini, khususnya pada anak yang telah mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;

1. Mengajak anak berbicara atau berdialog

Ajaklah anak berbicara dan berdialog, karena dengan mengajak anak berdialog dan berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara, yang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan keterampilan sosial.

2. Membacakan Cerita

Membacakan cerita selain menarik bagi anak juga dapa merangsang kemampuan kecerdasan linguistik anak. Dengan membacakan cerita juga akan melibatkan anak dalam aktivitas-aktivitas linguistik baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Merangkai cerita

Berikan anak potongan-potongan gambar dan biarkan anak mengungkapkan apa yang ada dipikirannya tentang jalannya cerita pada gambar tersebut. Ini menyenangkan karena anak akan terlibat secara langsung dalam dialog dan diskusi tentang gambarnya.

4. Bermain huruf dan angka

Seiring dengan pemahaman anak akan huruf dan angka serta penggunaannya, yaitu dengan bermain kartu bergambar berikut kosakatanya. Lakukan aktivitas dengan bermain menggunakan huruf dan angka tersebut.

5. Berdiskusi

Memberikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya, menghargai kata-katanya, membiarkan anak membicarakan perasaan, selain mengasah perkembangan bahasa juga melatih anak untuk mengendalikan emosi.

6. Bermain Peran

Dalam bermain peran anak akan melakukan dialog atau berkomunikasi dengan teman mainnya, hal ini dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam penggunaan kosakata menjadi suatu kalimat dan berkomunikasi dengan orang lain.

7. Menyanyi bersama-sama

Menyanyi bersama-sama dengan teman-temannya dan ibu guru, mampu memberikan pengalaman dan kemampuan vokal yang sangat berpengaruh besar pada pengembangan kemampuan berbicara anak. Menyanyi bersama dapat membuat anak peka terhadap irama dan nada dalam kelompoknya, yang sangat penting dalam membantu kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosialnya.

8. Memperdengarkan lagu anak-anak.

Banyak lagu-lagu anak yang sangat menarik, sehingga tanpa disadari anak spontan mengikuti lirik lagu yang dibawakan dalam lagu-lagu tersebut. Hal ini sangat menyenangkan bagi anak, selain mempertajam pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntut anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan, yang kemudian membuat anak menirukan lagu tersebut dan juga menambah perbendaharan kata, kosakata dan pemahaman arti kata bagi anak usia dini.

Selain 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini di atas juga perlu diKembangkan kemampuan dalam hal komunikasi yang efektif pada anak baik di sekolah ataupun di rumah, agar kemampuan anak untuk berkomunikasi semakin baik, kemampuan bahasa pada anak secara verbal dapat berkembang sesuai dengan kematangan usia dan perkembangan fisiknya.

Demikian tentang uraian singkat 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini, Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan, jika bunda-ayah mempunyai info lain tentang cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini mohon di share /komentar disini ya..Terimakasih.

* * *

MEMOTRET ANAK PAUD PENTINGKAH?

PAUD-Anakbermainbelajar---Penulis teringat kata-kata orang tua jaman dulu dikampung kami, "kalo kebanyakan memotret nanti cepat mati". entah apa maksudnya? Tapi keyataannya Jaman dahulu, untuk memotret sebuah momen pasti dipikir panjang-panjang. Masalahnya, sayang klise filmnya. Ada yang isinya hanya 24. Dua puluh empat kali jepret, habis. Harus beli lagi. Uang. Setelah itu film juga harus dicetak. Uang lagi. Maka, kita akan sangat berhati-hati dalam memotret. Kan 'mati-matian' cari duitnya..hehe

Sekarang, tinggal cekrek potret saja. Foto hanya berupa sebuah berkas (KB, MB, GB) di memori yang biasanya berupa sebuah SD card. Tidak suka foto tadi, tinggal dihapus saja dari SD card tersebut. Tidak ada beban. Akibatnya, kita menjadi royal dalam memotret. Ini juga yang saya alami, semua moment yang dirasa perlu pasti dipotret..cekrek...cekrek...cekrek.

Lama kelamaan koleksi foto saya dan anak-anak menjadi super banyak dan ini berimplikasi kepada beban disk. Jadi sesungguhnya menghamburkan uang juga. Selain itu, pengelolaan menjadi rumit. Kalau saya ingin mencari sebuah foto tertentu, kegiatan ini dan itu, repotnya bukan main. Foto-foto anak PAUD tersimpan dalam folder apa ya?

Foto anak PAUD, Foto Kegiatan PAUD, Koleksi foto Anak PAUD, Foto Unik PAUD






Bermain  Balok







MY PAUD MY ADVENTURE

My PAUD My Adventure

by: Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

Ketika sampai pada titik ini, perjalanan yang telah kita lalui 
penuh harapan dan cinta. 
Selangkah demi selangkah kutapaki jalan indah ini
Menembus alam warna warni bersama nyanyian pagi
Satu tekad telah tertancap
Demi menggapai sebuah titik pengharapan
Kilau cahaya surya yang setia mengiringi langkahku
Mampu menguras sisa- sisa peluh dalam raga yang penuh semangat ini
Buku-buku pun bersenandung ria
Membuatku bangkit dari kekecewaan manusia Indonesia
Ketika langkah ini kurasakan semakin berat
Titik itupun terasa semakin menjauh
Ingin rasanya langkah kaki ini berhenti
Akankah aku mengkhianati tekad yang telah terpatri dalam hati?
Malaikat-malaikat kecil dengan kedua sayap putihnya itupun datang
Mengobarkan kembali semangat jiwa yang hampir padam
Kembali ku lanjutkan langkahku yang semakin terseok
Dengan semangat jiwa yang masih membara
Perlahan tapi pasti
Dapat kurasakan titik yang ku nantikan itu semakin dekat
Malaikat-malaikat kecil bersayap itu kini kembali menampakkan senyumnya
Tak dapat ku percaya
Antara bermimpi dan tersadar
Aku telah sampai pada titik pengharapan itu.
Cinta.


(Kota Seribu sungai, 30 Maret 2017)

By: AS - Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

* * *
Lembaga_PAUD, Pendidik-PAUD, Anak-PAUD, Petualangan di PAUD, Baner PAUD, Ide Baner PAUD



PAUD adalah tempatku untuk bermain, belajar,  bereksplorasi, dan bertualang,  untuk membaca dan memahami tentang alam - dunia luas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tempat kita mendapatkan cinta dan anugrah-Nya, Aku lihat dari jendela PAUD ini, ada cinta dan keindahan sejati, dari langkah demi langkah yang aku jalani bersama malaikat-malaikat kecil yang selalu setia menemani bersama senyum, tawa dan canda mereka setiap hari.



INILAH ALASAN PERLUNYA PROGRAM PELIBATAN ORANG TUA DAN MASYARAKAT DALAM PAUD

Parenting PAUD, Pendidikan Keluarga PAUD, Pelibatan Ortu di PAUD, PAUD dan Pendidikan Keluarga

PAUD-Anakbermainbelajar---Di masa lalu di awal-awal adanya program Pendidikan Anak Usia Dini, (Baca sejarah PAUD di sini!), tradisi untuk membangun kerjasama antara orang tua (masyarakat) dan pendidik belum terjalin. Orang tua dan pendidik masing-masing memiliki pengalaman yang spesifik dan sendiri-sendiri tentang tanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Terkait dengan pendidikan anak, seharusnya orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Orangtua bertanggung jawab untuk mendidik atau mengasuh anak-anaknya agar menjadi lebih matang, berkarakter dan berkelakuan baik, memahami nilai-nilai yang berlaku di masyarakat serta memiliki wawasan yang luas. Di samping itu orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak agar mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik kelak.

Sedangkan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka di lembaga, memberikan pengalaman belajar dan beraktivitas kepada anak sesuai dengan kurikulum serta mendidik karakter perilaku anak ketika mereka berada di lembaganya. Lembaga juga seharusnya menjadi tempat bertemunya orang tua masyarakat dengan guru dan pihak sekolah, untuk merencanakan program pelibatan orang tua masyarakat ini. 


Seiring dengan perjalanan waktu dan dinamika sosial-budaya dalam masyarakat, dimana salah satunya adalah perubahan dalam pola hidup dan ragam pekerjaan, maka keadaan tersebut membuat orang tua menjadi sangat khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. Disamping itu, dari sudut kelembagaan pun terjadi pergeseran peran pendidik, yang semula berfungsi sebagai sumber segala informasi dan pusat pengembangan kecerdasan semua anak; menjadi sebagai fasilitator. Hal ini termasuk faktor yang berpengaruh dalam konteks PAUD. Akhirnya, diupayakan berbagai jalan keluar untuk mengurangi dampak negatif dari permasalahan yang muncul tersebut. Salah satunya, yang terbaik, adalah dengan melibatkan orang tua ke dalam pengembangan program pendidikan anak-anaknya. Kesadaran tentang pentingnya perlibatan orang tua telah dipraktekkan di banyak negara, termasuk di Amerika dengan nama Parents Invlovement Program. Ternyata, setelah berjalan cukup lama kurang lebih 30 tahun, hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak jauh lebih positif, serta prestasi anak-anak secara umum lebih baik jika orang tua terlibat langsung dan diperkenalkan pada program atau kurikulum, dan cara kerja metode yang dipergunakan pada suatu lembaga PAUD.

Adapun kegiatan pelibatan orang tua masyarakat dalam program PAUD adalah sebagai ragam atau pilihan kegiatan yang inovatif, baru, unik dan orisinal yang dapat dilakukan oleh orang tua dan masyarakat bersama lembaga  baik itu anak didik sendiri, pendidik, pengelolan dan staf sekolah lainnya, dengan harapan dapat mencapai tujuan program atau kurikulum yang lebih baik.

Berbagai kegiatan dilembaga PAUD yang melibatkan orang tua dapat digagas dan dirancang oleh lembaga PAUD secara penuh, maupun dengan mempertimbangkan masukan dari orang tua, Tidak perlu kita perdebatkan tentang sumber inspirasi program, yang terpenting adlaah kegiatan yang dicanangkan dapat meningkatkan mutu proses maupun hasil dari program/kurikulum PAUD-nya. Tidak kalah penting adalah setiap kegiatan kreatif yang akan dilaksanakan mendapatkan dukungan secara penuh dari semua pihak, baik scara moril maupun materiil.

Demikian alasan perlunya program pelibatan orang tua dan masyarakat dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Terimakasih. Semoga bermanfaat.


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber!!
Sumber Gambar: Roadmap Pendidikan Keluarga Direktorat Pendidikan Keluarga, PAUD RBS Banjarmasin

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TERBARU TAHUN 2017

Jakarta (04/03/2017) Setelah melalui pembahasan dan diskusi kelompok terpumpun (terfokus) akhirnya ada perubahan topik Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Tahun 2017.  Perubahan topik dilakukan setelah menerima masukan dari berbagai pihak termasuk dari asosiasi/organisasi mitra GTK PAUD Dikmas.

Di samping itu ada penambahan jenis lomba dari pengumuman yang dirilis oleh Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas pada Januari 2017 lalu, yaitu Tutor Paket A. Penambahan Tutor Paket A ini terjadi setelah ada usulan dari Dewan Pengurus Pusat Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional baik secara tertulis maupun melakukan lobby.

Penyelenggaraan kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas mempunyai tujuan yang strategis, antara lain (1) memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); (2) memperkuat upaya pengembangan karakter GTK PAUD dan Dikmas; (3) mendukung keberhasilan program pendidikan vokasi di kalangan GTK PAUD dan Dikmas serta pendidikan masyarakat; (4) membangun kebersamaan dan saling tukar pengalaman GTK PAUD dan Dikmas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di daerahnya masing-masing, (5) aktualisasi keberadaan dan peran GTK PAUD dan Dikmas, (6) sarana pemberdayaan kearifan lokal; (7) promosi keberdaan program PAUD dan Dikmas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (8) memberikan penghargaan atas dedikasi dan atau prestasi GTK PAUD dan Dikmas; dan (9) mensosialisasikan peran dan tanggungjawab kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas (capacity building) GTK PAUD dan Dikmas.

Agar kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dijadikan ajang pembinaan peningkatan kompetensi secara merata dan berkesinambungan pada kalangan GTK PAUD dan Dikmas secara meluas, maka mulai tahun 2017 ini diberlakukan aturan bahwa peserta Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas yang pernah ikut satu kali baik pada satu jenis lomba yang sama atau berbeda tidak diperbolehkan ikut.


Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dikemas dalam bentuk penampilan karya terbaik yang merupakan hasil inovasi dan pengalaman baik (best practices) yang sudah dilakukan di masing-masing satuan pendidikan nasional. Untuk menyajikan karya terbaik telah ditentukan topik atau tema untuk setiap jenis GTK PAUD dan Dikmas. Adapun topik lomba hasil revisi adalah sebagai berikut;

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TAHUN 2017

GTK-PAUD DIKMAS, LOMBA APRESIASI, PAUD, DIKMAS, JAMBORE APRESIASI PAUD

atau Juknis yang ini :




Demikian semoga bermanfaat. terimakasih.

Untuk mengunduh petunjuk penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas serta pedoman penilaian setiap jenis lomba dapat diunduh tautan berikut ini :
  1. Petunjuk Pelaksanaan Apresiasi GTK PAUD da Dikmas Tahun 2017
  2. Pedoman Penilaian Paduan Suara
  3. Pedoman Penilaian Senam Kreasi Daerah
  4. Pedoman Penilaian GTK PAUD
  5. Pedoman Penilaian GTK Dikmas
  6. Pedoman Penilaian GTK Kursus

Sumberhttp://fauziep.com/ini-topik-apresiasi-gtk-paud-dan-dikmas-terbaru-dan-juklaknya/

GURU PAUD HARUS MEMBACA ......!

PAUD-Anakbermainbelajar---Banyak guru PAUD sekarang nampaknya tidak suka membaca buku. Padahal membaca sekarang mudah. Misalnya jaman sekarang sudah ada eBooks tinggal unduh aja. Semestinya tidak ada lagi hambatan untuk membaca buku. Kalau jaman dahulu kan harus cari buku fisik di perpust. Kalau pesan belipun harus nunggu lama dan mahal. Mungkin justru kemudahan itu yang membuat "orang" menjadi malas?


Dalam sebuah pertemuan gugus PAUD saya pernah bertanya dengan beberapa Guru dan Pendidik PAUD, apakah mereka banyak membaca buku tentang PAUD, atau paling tidak buku pengetahuan umum populer tentang mendidik dan merawat anak. Ternyata banyak yang kurang membaca bahkan ada yang tidak sama sekali. 

Masalahnya, tanpa membaca ilmu kita jadi rendah sekali. Sudah ilmu rendah, banyak komentar pula (di media sosial misalnya).  Yang juga bikin Pusing Foto-foto bunda seksi bingit...ha ha ha. Jadinya kacau balau.

Bagaimana mengajak anak-anak untuk rajin membaca kelak.......... ???

Baca bunda, bunda baca, dan baca ya bunda!..baca...baca...baca...100X

ANAK PAUD BUKAN ANAK TUYUL

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-Siapa sich yang tidak kenal tuyul, hampir semua orang pasti kenal yang namanya tuyul, tapi kebanyakan kita tahunya cuma dari cerita-cerita film atau sekedar gosip-gosip tetangga bahwa ada yang 'miara' tuyul di kampung sebelah. Kenyataannya si tuyul memang selalu  jadi pemeran jahat karena memang dia dianggap penjahat yang suka mencuri uang, bukan mencuri timun karena pencuri timun itu si kancil, dan kalo tuyul baik itu cuma tuyulnya mba Yul...hihihi...

Jadi lagunya bisa kita gumbah aja jadi begini;
Si Tuyul Anak nakal
suka mecuri uang
ayo lekas dikurung
jangan diberi ampun


Terlepas dari jahat atau tidaknya si tuyul, kenyataannya banyak dari kita yang simpati dengan mahluk yang menyerupai anak kecil tapi gundul ini. Bayangkan saja, ketika suatu saat kita ketemu si tuyul sedang membongkar berangkas uang kita, apakah kita akan langsung memukulnya? tentu saja tidak, rasanya tidak bakalan tega memukul apalagi membunuh mahluk mungil dan lucu seperti itu.. paling-paling saat itu kita cuma bisa teriak-teriak; "Dasar tuyul..pergi sanah main kelereng..Nih aku kasih cepe buat jajan permen!!"...hihi..

Jaman sekarang anak-anak sudah canggih luar biasa, dari usia Kelompok Bermain hingga TK B kebanyakan anak-anak sudah bisa dan mahir pegang Gatget, smartphone yang rumit sekalipun seperti makanan sehari-hari. Ada anak paud usia 3 tahun yang dengan gampangnya browsing internet, mengunduh beragam aflikasi dan game hanya bermodalkan fasilitas voice call dari mbah google. Kecanggihan anak-anak PAUD untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi sepertinya melampaui para generasi pendahulunya. Digital, Smarphone, getget, dan android seperti sudah ditanamkan diotak mereka sejak mereka lahir.

Nah lain tuyul lain anak PAUD, secanggih dan sehebat-hebatnya tuyul dalam bidang kejahatan pencucian,,eh..pencurian uang, mereka tidak bisa dibilang lebih hebat dari anak-anak PAUD sekarang yang luar biasa cerdas dan canggihnya. Heran, dijaman yang sudah serba canggih sekarang, masih ada saja yang miara tuyul, padahal tuyul udah ketinggalan jaman, tidak update lagi. 

Dari beberapa kasus yang terjadi, yang melibatkan tuyul sebagai tertuduh, dari hasil olah TKP (Tempat Kegiatan Pencurian), tuyul hanya bisa mencuri uang dari tempat penyimpanan yang tidak berbasis teknologi tingkat tinggi. Kebanyakan korban yang kehilangan uang adalah mereka-mereka yang tidak canggih dalam menyimpan uangnya; di lemari, di bawah kasur, atau peti uang brangkas manual. Belum pernah dilaporkan terjadi kehilangan uang dari berangkas digital karena dicuri tuyul.  Yang mengherankan juga selama ini tidak pernah terjadi kehilangan UANG yang ada dimesin-mesin ATM karena ulah si Tuyul, padahal ngapain tuyul masuk ke rumah-rumah kita yang sedikit uangnya, lebih baik kan dia ke mesin ATM yang jelas seabrek duitnya. Itu karena si tuyul kurang canggih, dan pengetahuannya sangat minim, apa lagi soal teknologi, di "sono"nya dia tidak pernah diajari since apalagi teknologi,  dan yang jelas tuyul tidak pernah disekolahkan atau masuk PAUD.

Jadi .... anak yang tidak masuk PAUD adalah anak Tuyul ????.....

INILAH KHASIAT DAN CARA MEMASAK IKAN GABUS UNTUK TERAPI ANAK AUTIS

PAUD-Anakbermainbelajar---Sejak dahulu ikan gabus dipercaya memamiliki khasiat sebagai obat penyembuh. Karena itu selain sebagai penyembuh berbagai penyakit, ikan gabus juga dipercaya sangat bagus bagi ibu hamil dan menyusui juga untuk membantu terapi penanganan anak autis. Kandungan ikan gabus yang terdiri dari zat-zat dan gizi yang baik menyebabkan khasiat ikan gabus begitu bermanfaat bagi penanganan anak autis atau autism. Protein albumin yang terkandung dalam ikan Gabus juga meningkatkan nilai kecukupan gizi yang dibutuhkan guna pertumbuhan dan perkembangan anak autis, itulah yang diharapkan dari sebuah proses terapi penanganan anak autis. (Baca juga khasiat dan kandungan Ikan Gabus di sini).

Terapi penanganan anak autis menurut teori umum memang harus dilakukan secara berhati-hati, salah satu yang terpenting adalah menyangkut pemeriksaan dan perbaikan sistem pencernaan anak autis sejak dini. Dalam penanganan anak autis ada makanan-makan tertentu yang harus kita kurangi dan hindarkan dari anak, jika tidak ditangani sejak dini maka akan berdampak pada kesehatan anak autis secara keseluruhan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap para penyandang autis, diketahui bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh terhadap perilaku autistik anak, seperti flapping dan hiperaktivitas. Gluten adalah protein yang berasal dari gandum-ganduman, misalnya dari terigu. Sedangkan kasein berasal dari susu sapi. Berdasarkan hal tersebut maka para ahli sepakat bahwa seorang penyandang autism sebaiknya mengurangi bahkan menghindari gluten dan kasein ini. Karena diyakini dengan diet gluten dan kasein ini dapat memperbaiki ganguan pencernaan anak penyandang autis dan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau tingkah laku autistik yang ditujukan anak.

Karena itu pemberian masakan ikan gabus sangat baik untuk anak terutama yang sedang melakukan diet gluten dan kasein ini. Dengan cara memasak ikan gabus tepat, maka dagingnya akan sangat baik untuk terapi penanganan anak autis terutama anak dengan tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Cara Memasak Ikan Gabus yang Aman untuk Anak Autis

Cara memasak ikan gabus yang aman ini dimaksudkan adalah memastikan bahwa bahan pangan yang diolah dan disajikan pada saat terapi penanganan anak autis adalah aman dan sehat alami sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti makin menumpuknya residu pestisida, logam berat dan sejenis dalam saluran pencernaan. Karena hal ini akan mengganggu proses detoksifikasi normal pada anak autis.

Penanganan anak autis sangat memperhatikan cara memasak ikan gabus maupun bahan pangan lain sebab mereka sangat rentan alergi maupun gangguan proses detoksifikasi serta sistem imun tubuh yang rendah (defisiensi imun).

Cara memasak ikan gabus yang aman untuk terapi penanganan anak autis adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan dimasak adalah bebas dari potensi racun pestisida, logam berat dan sejenis. Racun – racun tersebut bisa terbawa dalam tubuh ikan gabus yang dipengaruhi oleh cara budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus, pakan ikan yang digunakan menggunakan zat – zat kimia atau tidak dan lain sebagainya. Terlihat penyediaan menu ini agak rumit, tapi memang kenyataan bahwa anak autis sangat rentan terhadap zat-zat yang merugikan ini. 

Berikut adalah cara memasak ikan gabus yang baik dan aman untuk anak autis:
  1. Potong – potong ikan gabus sesuai ukuran yang dikehendaki.
  2. Cuci potongan ikan gabus tersebut sampai bersih.
  3. Rendam beberapa saat potongan daging ikan gabus yang akan dimasak (kurang lebih 10 – 15 menit) lalu tiriskan. 
  4. Proses perendaman ikan gabus bisa dibarengkan dengan bahan bumbu dapur, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih dan lainnya, kecuali serbuk seperti garam dan gula tidak perlu ikut direndam. Tujuannya sama agar bahan pangan yang diolah aman dan sehat buat penanganan anak autis.
  5. Raciklah menu masakan ikan gabus sesuai dengan resep menu makanan sehat untuk anak autis maupun keluarga Anda.

Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus atau ikan haruan mudah didapatkan, baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Demikian Khasiat ikan gabus dan cara memasak ikan gabus untuk terapi penanganan anak Autis, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk bunda-ayah yang memiliki anak-anak dengan gejala dan kecedrungan autis ini, terimakasih, Wassalam....

INILAH JENIS LOMBA DAN TEMA APRESIASI GTK PAUD DAN DIKMAS TAHUN 2017

Berdasarkan surat Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas nomor 04/B2.4/KP/2017 dijelaskan bahwa Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 9-15 Juli 2017 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi seluruh Indonesia disebutkan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memotivasi GTK PAUD dan Dikmas dalam berkarya, berinovasi, dan berprestasi dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.

“Agar penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dapat berjalan dengan lancar, obyektif dan profesional serta mendapatkan hasil yang optimal, maka dimohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi di seluruh Indonesia yang menangani ketenagaan GTK PAUD dan Dikmas agar segera persiapan,” demikian pesan Dr. Abdoellah, M.Pd., Direktur Pembina GTK PAUD dan Dikmas dalam surat tertanggal 12 Januari 2017. Di Jakarta.

Hampir serupa dengan Lomba APresiasi GTK PAUD dan Dikmas tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti oleh GTK PAUD dan Dikmas yang meliputi : Guru Kelompok Bermain/Tempat Penitipan Anak/Satuan PAUD Sejenis, Pengelola KB/TPA/SPS, Instruktur Kursus Komputer, Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut (Hair Styling), Instruktur, Kursus Tata Rias Pengantin, Instruktur Kursus Tata Busana, Instruktur Kursus Otomotif (Roda Dua), Pengelola Lembaga dan Pelatihan (LKP), Pamong Belajar pada SKB, Penilik, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman, Bacaan Masyarakat (TBM), Tutor Paket B, Tutor Paket C, Tutor Pendidikan Keaksaraan, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Paduan Suara (Kelompok), Senam Maumere Kreasi Daerah

Jenis Lomba dan Tema Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tahun 2017

Berikut ini jenis GTK PAUD dan Dikmas serta topik seleksi lomba karya nyata. Jenis dan topik berikut ini masih bersifat tentatif sambil menunggu terbitnya petunjuk teknis penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tahun 2017.

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas, Lomba Pendidik Nonformal, Lomba Pamong, Lomba Penilik, Lomba Guru PAUD

Demikian tentang jenis lomba dan tema kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas tahun 2017 Tingkat Nasional Tahun 2017, yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 9-15 Juli 2017 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Semoga tulisan dan informasi ini bermanfaat untuk seluruh GTK PAUD dan Dikmas yang akan mengikuti kegiatan tersebut, terimakasih. Wassalam....

Untuk juknis, revisi Topik Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Terbaru 2017 lihat di sini !!


INILAH FUNGSI PENDIDIKAN SENI DI LEMBAGA PAUD

PAUD--Anakbermainbelajar---Kegiatan seni yang sering dilakukan di lembaga-lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), memberikan sebuah nilai yang sangat berharga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita. Tapi tahukah  bunda, ternyata pendidikan seni khususnya yang dilaksanakan di PAUD mempunyai fungsi yang sangat penting bagi pendidikan anak-anak usia dini. Sesuai dengan kurikulum tahun 2004, pendidikan seni bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Secara umum pendidikan seni anak usia dini di Lembaga PAUD memiliki empat fungsi utama, yaitu : 
1). Fungsi Ekspresi,
2). Fungsi Komunikasi,
3). Fungsi Pengembangan Bakat,
4). Fungsi Kreativitas.

Berikut penjelasan secara rinci dari masing-masing fungsi tersebut di atas :

1. Fungsi Ekspresi

Dalam fungsi ekspresi ini seharusnya kita menemukan anak memperoleh kesempatan menyatakan pikiran dan perasaan dengan bebas dalam bentuk bunyi, rupa. grak dan bahasa atau gabungannya. Anak bebas mewarnai gambar sesuai dengan kesukaannya. Anak dapat menyanyikan nyanyian dengan suara yang kuat atau lembut. Sedangkan pada seni tari anak bebas menari dengan riang gembira penuh semangat atau dapat pula melakukan gerak lemah gemulai. Anak dapat mengungkapkan kecintaannya pada ibunya melalui puisi.

Ekspresi atau ungkapan tidak muncul dengan sendirinya, melainkan berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari di lingkungan sekitarnya atau karena hasil penjelajahan (eksplorasi) anak terhadap alam sekitarnya.

2. fungsi Komunikasi

Anak menyampaikan pesan melalui bunyi rupa, gerak dan bahasa. Ketika anak bernyanyi bersahutan dan bergerak berpapasan sambil saling menyebutkan nama pasangannya, maka terjadilah komunikasi antarmereka. Komunikasi dapat dilakukan pula melalui pesan dalam bentuk gambar yang dibuat anak. Komunikasi dapat dilakukan melalui gerak atau bahasa tubuh. Pendidikan seni memperkenalkan bahasa simbol pada anak.

3. Fungsi Pengembangan Bakat

Setiap anak yang lahir memiliki kemampuan yang dibawa sejak lahir. Ada anak yang dengan mudah mampu berbicara dengan benar dan tepat, ada anak yang pandai dalam gerak; dan ada yang pandai melakukan gerak sesuai irama, walaupun belum dapat bernyanyi. Bilamana guru dan orang tua atau orang dekat dengan anak mengarahkan serta meningkatkan kemampuan anak, maka anak akan memiliki kemampuan yang kokoh. Menurut Edmin Gordon kemampuan musik sebaiknya dikembangkan sebelum anak berusia 9 (sembilan) tahun, agar selanjutnya dapat bekembang dengan baik.

4. Fungsi Kreativitas

Pada dasarnya sebagian besar anak suka menjelajah atau bereksplorasi. Dengan tersedianya media seni rupa berupa adonan tepung, balok-balo kayu dan berbagai sumber gerak anak cenderung bereksplorasi menggunakan media tersebut. Anak dapat membuat bentuk binatang dari adonan tepung, memainkan alat musik serta membuat gerak-gerak tubuh sesuai imajinasinya. Pembinaan dan kesempatan berkreasi adalah hal yang harus dilakukan sejak usia dini. Perlu diingat kreatif tidak hanya mencipta dari tidak ada menjadi ada, tetapi mengubah yang telah ada yang berarti membuat model baru dari yang lama (modifikasi), dengan melakukan improvisasi.

Pada anak yang berusia sangat dini, menunjukan respon adalah merupakan tingkat awal menuju kreativitas. Respon belum tentu kreativitas. Respons lebih merupakan jawaban atas rangsang yang diberikan, sedangkan kreatif mengandung unsur mencipta, memodifikasi atau menciptakan kembali walaupun sangat sederhana.

Ciri-ciri seorang anak yang kreatif antara lain adalah :

  1. Mengemukakan gagasan sendiri;
  2. Memecahkan masalah sendiri;
  3. Menciptakan karya musik, gerak, rupa atau seni yang lain, walaupun amat sederhana
  4. Tidak takut mencoba, gagal atau takut dimarahi;
  5. Menceritakan hal yang dirasakan, dilihat, didengar, dicium, dirabanya suatu objek buatan orang lain atau dibuatnya sendiri.
Pendidikan seni mengandung banyak keuntungan dan nilai bagi pendidikan anak. Pendidikan seni bagi anak memiliki makna yang berbeda dari yang biasanya dilakukan bagi orang dewasa. Pendidikan seni bagi anak menekankan pada fungsinya daripada hasil semata-mata. Proses kerja seni pada anak lebih menekankan pada pengalaman yang menghasilkan berbagai dampak atau hasil yang menguntungkan bagi pendidikan pada umumnya, bukan hanya bagi hasl kerja seni itu sendiri.

Dalam diri anak akan tumbuh kemampuan memahami lingkungan dan kondisinya, nilai-nilai estetika yang tumbuh pada diri anak, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi anak kelak ketika dia sudah berada dilingkungan masyarakat, akan membantu anak untuk menjadi pribadi yang peka dan peduli dengan lingkungan masyarakatnya tersebut.

Demikian tentang fungsi pendidikan seni di Lembaga PAUD dan manfaatnya untuk anak usia dini, semoga bermanfaat. Terimakasih.