MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI DENGAN PROBIOTIK

PAUD-Anakbermainbelajar---Pada perkembangan awal dari anak usia dini, terutama pada usia balita, imunitas tubuh si kecil belum sempurna. Oleh karena itu, jangan heran jika anak usia dini sering sakit. Untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit yang mudah masuk, harus dilakukan perlindungan dari dalam tubuh anak sendiri, dibutuhkan proteksi yang kuat dalam tubuhnya. Di sinilah peran probiotik sangat diperlukan.

Jenis probiotik yang terdapat dalam tubuh manusia sejak lahir adalah dari golongan Lactobacillus dan Bifidobacterium. Tapi seiring bertambahnya usia, maka jumlah probiotik tersebut akan berkurang karena anak terpapar dengan banyak bakteri. Hal inilah yang menyebabkan kesehatan saluran cerna menjadi menurun.

Probiotik pada dasarnya telah dimiliki oleh bayi sejak lahir namun bagi bayi yang lahir secara caesar, mereka tidak mendapatkan probiotik tersebut. Hal inilah yang membuat bayi kelahiran caesar memiliki alergi terhadap sesuatu karena memiliki sistem imun yang rendah akibat tidak adanya probiotik pada tubuh bayi.

Untuk mengetahui perbedaan manfaat dan fungsi probiotik dan prebiotik dengan jelas, simak terlebih dahulu fungsi dari probiotik berikut ini:
Menjaga kelangsungan hidup mikro ekosistem pada sistem pencernaan.
  • Membantu proses mencerna makanan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mencegah diare.
  • Menghindari produktifitas gas yang berlebih.

Untuk mendapatkan manfaat optimalnya, probiotik harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Dan selama proses produksi, penyimpanan, penggunaan sampai berada di saluran cerna probiotik harus tetap hidup dan stabil. Untuk memaksimalkan probiotik, diperlukan prebiotik yaitu makanan bagi probiotik itu sendiri. Prebiotik paling banyak terdapat dalam ASI. Pemberian probiotik dengan didukung oleh jumlah prebiotik yang cukup dapat mengalahkan pertumbuhan mikro organisme jahat dalam tubuh, khususnya pada saluran cerna si kecil. Prebiotika dan probiotik sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan penyerapan kalsium. Karena keduanya dapat bekerjasama dengan optimal dalam membantu menjaga kesehatan tubuh si kecil.

Saluran pencernaan sikecil menjadi paling penting untuk kesehatannya karena dalam banyak penelitian kesehatan ditemukan bahwa pencernaan menjadi pusat utama yang terbanyak dalam daya tahan tubuh anak. Terungkap bahwa 80% produksi imunitas untuk daya tahan tubuh berasal dari saluran cerna. Karena itu peran probiotik sangat diperlukan. Apabila probiotik dominan dalam perut, maka dapat dicegah diare dan melancarkan buang air terutama untuk anak-anak. Bukan itu saja, probiotik juga dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Jika anak sehat dan terlihat fit, maka mereka pun dapat melakukan aktivitasnya baik dalam bermain maupun belajar dengan baik. 


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber! :
Parents Guide-2008  www.Parentsguide.co.id
http://produk-moment.com/pengertian-probiotik-dan-prebiotik-dan-kegunaannya/
staypublichealth.blogspot.com/2012/02/pengertian-probiotik-prebiotik-dan.html
smartdetoxid.com/pengertian-prebiotik-dan-probiotik/

CARA MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) ANAK USIA DINI

PAUD-Anakbermainbelajar---Tindakan yang utama adalah mencegah anak tidak mengalami kecelakaan. Namun, kadang kala ada saja hal-hal yang tidak bisa kita hindarkan terjadi. Berkenaan dengan hal tersebut maka setiap lembaga PAUD harus memiliki kotak P3K. Kotak P3K ini berisi alat, bahan dan obat-obatan yang diperlukan menangani pertama saat kecelakaan. Selain Kotak P3K, pendidik PAUD seharusnya menguasai juga tindakan sederhana pada pertolongan pertama saat kecelakaan terjadi.

Isi Kotak P3K 

Adapun isi kotak P3K yang baik dan harus disediakan(Sers and Sears, 2007):
  1. Penghilang rasa sakit, asetaminofen, baik yang merupakan cairan maupun supositoria (obat yang dimasukan ke dubur).
  2. Pelester perekat
  3. Kain penyeka alkohol
  4. Salep antibiotik
  5. Larutan antiseptik (Hibiclens, Betadine)
  6. Plester luka.
  7. Kapas berbentuk bola kecil 
  8. Pemoles berujung kapas (Q kiat)
  9. Lampu senter
  10. Kain kasar:bujur sangkar masing-masing berukuran empat inci (sepuluh sentimeter) dengan bantalan yang tidak lengket
  11. Hidrogen peroksida (H₂O₂)
  12. Kantong es instan
  13. Sirup ipekak
  14. Cangkir dan sendok obat atau penetas yang dikalibrasi
  15. Aspirator hidung
  16. Obat tetes hidung atau obat semprot hidung yang mengandung garam 
  17. Guting (Ujung tumpul) 
  18. Steris-steris (perban mengandung perekat yang berbentuk kupu-kupu)
  19. Termometer (kaca atau digital) 
  20. Alat penekan lidah
  21. Penjepit.


Pertolongan Pertama pada Anak yang Mengalami Pendarahan Kecil
  1. Luku segera dicuci dibawah air dingin yang mengalir selama beberapa menit sambil memenangkan anak dan menyampaikan pesan "lukanya segera sembuh". Hindari menenangkan anak dengan kalimat yang mengandung ketidak jujuran, misalnya: "tenang, tidak apa-apa kok".
  2. Luka diberi larutan antiseptik (betadine) dan ditutup dengan perban yang mudah lengket.
  3. Meskipun pendarahan sudah berhenti, sebaiknya tetap di perban untuk menentramkan hati anak dan mencegah infeksi lanjutan.


Pertolongan Pertama Pada Anak yang Mengalami Pendarahan Besar
  1. Pendidik harus tetap tenang saat menangani luka dan terus menenangkan anak dengan pesan logis yang menyamankan hati anak. Kepanikan anak dapat memompa darah lebih banyak lagi.
  2. Setelah anak tenang dan Usahakan hentikan pendarahan, segera bawa anak kerumah sakit atau dokter untuk mendapatkan perawatan segera.


Pertolongan Pertama pada Anak Luka Bakar

Menurut Sears dan Sears (2007) terdapat tiga tingkatan luka bakar. Luka bakar Tingkat Pertama, kulit berwarna kemerahan, tidak benar-benar menyakitkan sehingga hanya perlu air dingin, obat salep yang menenangkan. Luka bakar tingkat kedua, kulit melepuh, bengkak dan mengelupas. Luka bakar tingkat Ketiga merusak kulit yang lebih dalam dan kulit kehilangan bentuk aslinya. Jika anak mengalami luka bakar, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Langsung celupkan area yang terbakar ke air dingin, paling tidak selama 20 menit. Jangan menggunakan es karena akan menyebabkan kerusakan jaringan. Jika luka bakar terdapat pada wajah maka usapkan handuk yang direndam air dingin atau pegang pipi di bawah air ledeng yang mengalir. Jangan mengoleskan lemak, mentega atau bedak di atas luka bakar.
  2. Jika pakaian anak terbakar maka nyala api dipadamkan dengan handuk, selimut, mantel dan pakaian, lain.
  3. Jika luka bakar hanya merah, tidak menggelembung maka luka cukup direndam dalam air dingin selama mungkin. Luka bakar dibiarkan tetap terbuka dan diperhatikan perubahannya.
  4. Jika kulit menggelembung, berwarna putih atau hangus, oleskan salep antiseptik (pencegah infeksi) dan tutup, jangan terlalu rapat, dengan kain bersih atau perban yang tidak melekat. Hubungi segera dokter atau anak dibawa ke unit gawat darurat.

Ketika memanggil paramedis, pastikanlah untuk memberikan informasi berikut ini kepada petugas gawat darurat:
  1. Lokasi keberadaan diikuti dengan petunjuk arah
  2. Nomor telepon pendidik dan lembaga PAUD
  3. Nama dan umur anak
  4. Kondisi anak
  5. Penyebab kecelakaan.


Pemberian Nafas Buatan pada Anak

Pernafasan buatan perlu diberikan kepada anak jika anak pucat, biru dan sungguh-sungguh tidak bernafas. Pendidik disarankan membaca dan mengikuti pelatihan untuk mengetahui bagaimana cara dan tahap pemberian nafas buatan. Hingga diusahakan yang memberikan nafas buatan adalah orang yang benar-benar ahli dan terlatih dalam memberikan nafas buatan ini. (Baca juga tentang cara memberikan nafas buatan pada anak).

Demikian cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) pada anak usia dini, baik di rumah maupun di lembaga-lembaga PAUD yang ayah-bunda pimpin. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih.

CARA DAN UPAYA PENCEGAHAN TERJADI KECELAKAAN PADA ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Anak usia dini selalu aktif bereksplorasi dengan keingin tahuan yang amat tinggi. Semua benda baru dan menarik akan diamati dan dipelajarinya. Mereka belum mengetahui dan menyadari jika ada hal yang membahayakan dirinya. Keingin tahuannya yang besar akan medorong anak tergerak untuk memanjat furniture, memasuki lemari, meraih apapun yang menarik, memasukan benda ke dalam mulut dan hidungnya, menggoyang-goyang dan mendorong TV, bahkan akan memasukan tangannya ke colokan listrik. Ini adalah perilaku positif untuk mereka menjadi lebih cerdas dari waktu ke waktu. Tugas pendidik dan pengelola adalah memastikan semua yang berada di dekat anak aman dan edukatif.

Aturan umum untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak usia dini adalah semua area dan benda-benda yang berada dalam radius jangkauan harus aman jika menjadi pusat perhatian dan bahan eksplorasi anak. Semua sudut dan sentra harus terhindar dari barang kondisi tempat yang membahayakan anak.

Kecelakaan anak, Kecelakaan di PAUD, Anak Korban Kecelakaan, Kecelakaan Kecil, Insiden Anak di Sekolah

Keamanan area dan benda-benda di lembaga PAUD akan mencegah terjadinya kecelakaan pada anak. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan dengan selalu melakukan pengawasan penuh pada setiap anak karena kecelakaan juga bisa ditimbulkan oleh hal lain seperti interaksi antar anak atau gerakan anak yang melampaui batas dan penyebab lainnya. Selain itu, anak perlu mengenal dan penjelasan setiap benda dan kejadian-kejadian yang berpeluang dapat mencelakakan anak. Anak perlu dididik untuk disiplin memenuhi aturan yang berlaku dan secara bertahap anak ditumbuhkan kesadarannya bahwa disiplin mematuhi aturan akan menyelamatkan diri sendiri dan juga mengamankan orang lain.

Terdapat dua tindakan utama yang berkenaan dengan kecelakaan terjadi di lembaga PAUD yaitu :
  1. Tindakan Preventif melalui: a. Penyiapan lingkungan yang aman, b. membuat aturan. c. Memberi penjelasan kepada anak tentang bahaya disekitar anak dan bagaimana mencegahnya.
  2. Tindakan Penanganan Pertama pada kecelakaan. (Baca juga cara melakukan pertolongan pertama pada Kecelakaan Anak usia dini di sini!)

Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak adalah dengan memahami, mewaspadai dan mencegah kecelakaan tersebut pada anak. Kecelakaan yang Paling umum menurut Tahap Perkembangan (Sears and Sears, 2007).

1. Bayi yang baru lahir hingga berusia enam bulan (berguling dan menjangkau)
  • Kecelakaan di boks
  • Jatuh dari tempat mengganti pakaian atau dari kursi kayu
  • Luka bakar karena tumpahan dari secangkir kopi, teh atau air panas
  • Kecelakaan di kendaraan karena penggunaan kursi mobil untuk bayi dengan tidak semestinya atau tidak menggunakan sama sekali.

2. Bayi yang berusia 6-12 bulan (merangkak dan berjalan)
  • Kecelakaan akibat mainan: tepi yang tajam, benda-benda kecil yang bisa dimasukan ke mulut
  • Kecelakaan akibat duduk dikursi bayi yang tinggi
  • Jatuh dan menghantam sudut meja yang tajam, tepian tangga 
  • terbakar rokok
  • Kecelakaan karena memegang: memegang yang panas dan tajam
  • Kecelakaan karena alat bantu berjalan dan kereta dorong
  • Kecelakaan di mobil.

3. Anak yang berusia 1-2 tahun (berjalan dan menyelidik)
  • Kecelakaan karena memanjat
  • Menelan racun
  • Kecelakaan karena menjelajah
  • Resiko dari air yang tidak dijaga: kolam ikan, kolam renang, bathtub, kloset dan air mancur.
  • Terpotong, tergores dan hal lain yang menyebabkan terluka.

Karena itu untuk menghidari terjadinya kecelakaan pada anak seperti yang disebutkan diatas maka perlu dilakukan dan dikondisikan hal-hal yang bersentuhan dengan anak di rumah atau di lembaga PAUD seperti:

1. Memilih Mainan yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Mainan yang disediakan bagi anak sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan mainnya. Bagi 0-2 tahun, sangat berbahaya jika meletakan mainan berupa manik-manik kecil karena akan dimakan dan dimasukan hidung. Balok berbahan kayu juga berbahaya karena mainan tersebut akan dilempar.
  • Mainan dan wadah atau lemari tempat mainan tidak memiliki bagian tepi yang tajam atau bagian yang mudah masuk ke kulit
  • Hindari menyediakan mainan plastik yang mudah patah lalu patahan tersebut berpotensi melukai anak. Ada baiknya ketika membeli mainan plastik, kita mencoba membengkokannya untuk melihat apakah mudah patah atau tidak.
  • Mainan sebaiknya tidak dibuat dan dicat dengan bahan yang bersifat toksik
  • Alat bantu berjalan (baby walker) tidak perlu digunakan karena tidak aman bagi anak dan sebenarnya alat ini juga tidak dapat membantu anak bisa cepat berjalan
  • Penataan mainan di rak mainan harus mempertimbangkan apakah jika diraih anak akan tumpah dan dapat melukai anak
  • Rak mainan selain tidak berujung tajam juga tidak bersifat ringan dan mudah tumbang
  • Alat mainan lur upayakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sudah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Kursi anak sebaiknya yang berat sehingga tidak mudah terbalik kebelakang saat diduduki anak. Begitu juga meja, ujungnya diupayakan tidak runcing juga berat.

2. Kamar Mandi yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Bathtub lantai kamar mandi dan jalan menuju kamar mandi diberi alas antilicin
  • Kunci pintu bagian dalam tidak dalam jangkauan anak untuk menghindari anak terkunci di dalam kamar mandi
  • Alat dan bahan-bahan pembersih yang tidak aman harus jauh dari jangkauan anak
  • Keran mandi air panas harus dilengkapi pengaman yang tidak bisa dibuka anak.

3. Kamar Tidur yang aman bagi anak

Semua prabot, furniture dan perlengkapan kamar tidur harus layak dan aman untuk anak, jauhkan kamar tidur dari bahan dan barang-barang orang dewasa yang berbahaya bagi anak.


4. Halaman yang aman
  • Alat main luar diusahakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sduah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Sangat dianjurkan ayunan dengan duduk seperti pelana karena mencegah anak terlembar juga membatasi anak untuk tidak berdiri sambil berayun.
  • Ayunan dipasang dengan ketinggian berbeda untuk kelompok umur anak yang berbeda pula.
  • Peralatan ayunan sebaiknya dipasang sedikitnya dua meter dari penghalang (pagar atau dinding) dan permukaan di bawah ayunan harus rata dan lembut untuk mengurangi resiko kecelakaan saat anak terjatuh.
  • Simpanlah tangga sehabis dipakai agar anak tidak menggunakannya.
  • Jangan memotong rumput dengan mesin pemotong rumput saat anak bermain di halaman dan simpat segera mesin pemotong ketempat yang tidak bisa ditemukan anak.
  • Pastikan kolam ikan hias atau kolam renang dirancang dengan tingkat keamanan dan pengawasan yang baik. Lembaga PAUD yang punya kolam harus ekstra hati-hati jika ada anak didiknya berumur di bawah lima tahun. Saat ini tersedia alat sensor gerakan yang dapat memberikan tanda jika anak jatuh ke kolam.

Dalam upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah (lembaga PAUD), tindakan yang paling utama adalah mencegah anak tidak mengalami kecelakaan. Namun kadangkala meskipun kita sudah berupaya keras, ada saja kecelakaan yang tidak bisa kita hindarkan terjadi. Karena itu juga maka di rumah dan disetiap lembaga PAUD harus memiliki kotak P3K. (Baca juga Petolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K di Lembaga PAUD).

Demikian tentang cara dan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, semoga tulisan ini bermanfaat. terimakasih. https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/

CARA MEMBUAT STRUKTUR LEMBAGA PENYELENGGARA TAMAN KANAK-KANAK (TK)

PAUD-Anakbermainbelajar---Keberadaan struktur penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) sangatlah penting, ia bukan hanya sebagai kebutuhan yang bersifat formalitas belaka, tetapi sudah menjadi media penting bagi penyelenggara dan pelaksana dalam operasional TK yang bersangkutan. Struktur lembaga dapat menunjukan mekanisme kerja yang bersifat organsatoris dan fungsional serta menggambarkan struktur kewenangan tugas dan kepemimpinan pada suatu lembaga TK yang bersangkutan. 

Bentuk dan mekanisme struktur pada suatu lembaga biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, keluasan, dan jangkauan kerja dari yayasan penyelenggara. Struktur yayasan penyelenggara lembaga TK secara secara sederhana biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, serta diikuti oleh pelaksana operasional TK yang terdiri dari Kepala TK, dewan guru, staf administrasi dan persatuan orang tua murid (POM). Dalam undang-undang organisasi yayasan yang baru, pengurus yayasan penyelenggara tidak diperkenankan merangkap jabatan antara menjadi pengurus di yayasan dan menjadi pelaksana di tingkat operasional, seperti kepala TK atau guru. Hal ini berarti bahwa kedudukan, fungsi, dan tugas pembina dan pengurus yayasan tidak boleh dirangkap jabatan dengan tugas-tugas fungsional, baik guru maupun kepala TK. Struktur tersebut dapat digambarkan dalam skema di bawah ini ;  



Pada bagan tersebut menggambarkan struktur kelembagaan sebuah organisasi pendidikan TK yang dikehendaki sesuai dengan undang-undang tentang penyelenggaraan yayasan. Selanjutnya, bagaimana dengan sebagian besar organisasi penyelenggara TK yang merangkap jabatan, yaitu sebagai dewan pendiri, pengurus yayasan, dan sekaligus sebagai kepala TK? Dalam hal kondisi seperti ini sudah barang tentu tidak sesuai dengan struktur organisasi yayasan yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 16 tahun 2002.

Demikian tentang membuat struktur lembaga penyelenggara Taman Kanak-kanak, semoga bermanfaat. terimakasih.

8 CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA ANAK USIA DINI

Berbicara dan berdialog dengan Anak

PAUD-Anakbermainbelajar---Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan anak dalam hal mengolah kata-kata (bertutur, berbahasa), atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Untuk mengembangkan kecerdasan linguistik pada anak sejak usia dini, khususnya pada anak yang telah mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;

1. Mengajak anak berbicara atau berdialog

Ajaklah anak berbicara dan berdialog, karena dengan mengajak anak berdialog dan berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara, yang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan keterampilan sosial.

2. Membacakan Cerita

Membacakan cerita selain menarik bagi anak juga dapa merangsang kemampuan kecerdasan linguistik anak. Dengan membacakan cerita juga akan melibatkan anak dalam aktivitas-aktivitas linguistik baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Merangkai cerita

Berikan anak potongan-potongan gambar dan biarkan anak mengungkapkan apa yang ada dipikirannya tentang jalannya cerita pada gambar tersebut. Ini menyenangkan karena anak akan terlibat secara langsung dalam dialog dan diskusi tentang gambarnya.

4. Bermain huruf dan angka

Seiring dengan pemahaman anak akan huruf dan angka serta penggunaannya, yaitu dengan bermain kartu bergambar berikut kosakatanya. Lakukan aktivitas dengan bermain menggunakan huruf dan angka tersebut.

5. Berdiskusi

Memberikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya, menghargai kata-katanya, membiarkan anak membicarakan perasaan, selain mengasah perkembangan bahasa juga melatih anak untuk mengendalikan emosi.

6. Bermain Peran

Dalam bermain peran anak akan melakukan dialog atau berkomunikasi dengan teman mainnya, hal ini dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam penggunaan kosakata menjadi suatu kalimat dan berkomunikasi dengan orang lain.

7. Menyanyi bersama-sama

Menyanyi bersama-sama dengan teman-temannya dan ibu guru, mampu memberikan pengalaman dan kemampuan vokal yang sangat berpengaruh besar pada pengembangan kemampuan berbicara anak. Menyanyi bersama dapat membuat anak peka terhadap irama dan nada dalam kelompoknya, yang sangat penting dalam membantu kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosialnya.

8. Memperdengarkan lagu anak-anak.

Banyak lagu-lagu anak yang sangat menarik, sehingga tanpa disadari anak spontan mengikuti lirik lagu yang dibawakan dalam lagu-lagu tersebut. Hal ini sangat menyenangkan bagi anak, selain mempertajam pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntut anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan, yang kemudian membuat anak menirukan lagu tersebut dan juga menambah perbendaharan kata, kosakata dan pemahaman arti kata bagi anak usia dini.

Selain 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini di atas juga perlu diKembangkan kemampuan dalam hal komunikasi yang efektif pada anak baik di sekolah ataupun di rumah, agar kemampuan anak untuk berkomunikasi semakin baik, kemampuan bahasa pada anak secara verbal dapat berkembang sesuai dengan kematangan usia dan perkembangan fisiknya.

Demikian tentang uraian singkat 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini, Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan, jika bunda-ayah mempunyai info lain tentang cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini mohon di share /komentar disini ya..Terimakasih.

* * *

MEMOTRET ANAK PAUD PENTINGKAH?

PAUD-Anakbermainbelajar---Penulis teringat kata-kata orang tua jaman dulu dikampung kami, "kalo kebanyakan memotret nanti cepat mati". entah apa maksudnya? Tapi keyataannya Jaman dahulu, untuk memotret sebuah momen pasti dipikir panjang-panjang. Masalahnya, sayang klise filmnya. Ada yang isinya hanya 24. Dua puluh empat kali jepret, habis. Harus beli lagi. Uang. Setelah itu film juga harus dicetak. Uang lagi. Maka, kita akan sangat berhati-hati dalam memotret. Kan 'mati-matian' cari duitnya..hehe

Sekarang, tinggal cekrek potret saja. Foto hanya berupa sebuah berkas (KB, MB, GB) di memori yang biasanya berupa sebuah SD card. Tidak suka foto tadi, tinggal dihapus saja dari SD card tersebut. Tidak ada beban. Akibatnya, kita menjadi royal dalam memotret. Ini juga yang saya alami, semua moment yang dirasa perlu pasti dipotret..cekrek...cekrek...cekrek.

Lama kelamaan koleksi foto saya dan anak-anak di Lembaga PAUD menjadi super banyak dan ini berimplikasi kepada beban disk. Jadi sesungguhnya menghamburkan uang juga. Selain itu, pengelolaan menjadi rumit. Kalau saya ingin mencari sebuah foto tertentu, kegiatan ini dan itu, repotnya bukan main. Foto-foto anak PAUD tersimpan dalam folder apa ya?..dari pada susah mencari, sebagian disimpan di sini saja....!!

Foto anak PAUD, Foto Kegiatan PAUD, Koleksi foto Anak PAUD, Foto Unik PAUD






Bermain  Balok







MY PAUD MY ADVENTURE

My PAUD My Adventure

by: Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

Ketika sampai pada titik ini, perjalanan yang telah kita lalui 
penuh harapan dan cinta. 
Selangkah demi selangkah kutapaki jalan indah ini
Menembus alam warna warni bersama nyanyian pagi
Satu tekad telah tertancap
Demi menggapai sebuah titik pengharapan
Kilau cahaya surya yang setia mengiringi langkahku
Mampu menguras sisa- sisa peluh dalam raga yang penuh semangat ini
Buku-buku pun bersenandung ria
Membuatku bangkit dari kekecewaan manusia Indonesia
Ketika langkah ini kurasakan semakin berat
Titik itupun terasa semakin menjauh
Ingin rasanya langkah kaki ini berhenti
Akankah aku mengkhianati tekad yang telah terpatri dalam hati?
Malaikat-malaikat kecil dengan kedua sayap putihnya itupun datang
Mengobarkan kembali semangat jiwa yang hampir padam
Kembali ku lanjutkan langkahku yang semakin terseok
Dengan semangat jiwa yang masih membara
Perlahan tapi pasti
Dapat kurasakan titik yang ku nantikan itu semakin dekat
Malaikat-malaikat kecil bersayap itu kini kembali menampakkan senyumnya
Tak dapat ku percaya
Antara bermimpi dan tersadar
Aku telah sampai pada titik pengharapan itu.
Cinta.


(Kota Seribu sungai, 30 Maret 2017)

By: AS - Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

* * *
Lembaga_PAUD, Pendidik-PAUD, Anak-PAUD, Petualangan di PAUD, Baner PAUD, Ide Baner PAUD



PAUD adalah tempatku untuk bermain, belajar,  bereksplorasi, dan bertualang,  untuk membaca dan memahami tentang alam - dunia luas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tempat kita mendapatkan cinta dan anugrah-Nya, Aku lihat dari jendela PAUD ini, ada cinta dan keindahan sejati, dari langkah demi langkah yang aku jalani bersama malaikat-malaikat kecil yang selalu setia menemani bersama senyum, tawa dan canda mereka setiap hari.



INILAH ALASAN PERLUNYA PROGRAM PELIBATAN ORANG TUA DAN MASYARAKAT DALAM PAUD

Parenting PAUD, Pendidikan Keluarga PAUD, Pelibatan Ortu di PAUD, PAUD dan Pendidikan Keluarga

PAUD-Anakbermainbelajar---Di masa lalu di awal-awal adanya program Pendidikan Anak Usia Dini, (Baca sejarah PAUD di sini!), tradisi untuk membangun kerjasama antara orang tua (masyarakat) dan pendidik belum terjalin. Orang tua dan pendidik masing-masing memiliki pengalaman yang spesifik dan sendiri-sendiri tentang tanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Terkait dengan pendidikan anak, seharusnya orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Orangtua bertanggung jawab untuk mendidik atau mengasuh anak-anaknya agar menjadi lebih matang, berkarakter dan berkelakuan baik, memahami nilai-nilai yang berlaku di masyarakat serta memiliki wawasan yang luas. Di samping itu orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak agar mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik kelak.

Sedangkan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka di lembaga, memberikan pengalaman belajar dan beraktivitas kepada anak sesuai dengan kurikulum serta mendidik karakter perilaku anak ketika mereka berada di lembaganya. Lembaga juga seharusnya menjadi tempat bertemunya orang tua masyarakat dengan guru dan pihak sekolah, untuk merencanakan program pelibatan orang tua masyarakat ini. 


Seiring dengan perjalanan waktu dan dinamika sosial-budaya dalam masyarakat, dimana salah satunya adalah perubahan dalam pola hidup dan ragam pekerjaan, maka keadaan tersebut membuat orang tua menjadi sangat khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. Disamping itu, dari sudut kelembagaan pun terjadi pergeseran peran pendidik, yang semula berfungsi sebagai sumber segala informasi dan pusat pengembangan kecerdasan semua anak; menjadi sebagai fasilitator. Hal ini termasuk faktor yang berpengaruh dalam konteks PAUD. Akhirnya, diupayakan berbagai jalan keluar untuk mengurangi dampak negatif dari permasalahan yang muncul tersebut. Salah satunya, yang terbaik, adalah dengan melibatkan orang tua ke dalam pengembangan program pendidikan anak-anaknya. Kesadaran tentang pentingnya perlibatan orang tua telah dipraktekkan di banyak negara, termasuk di Amerika dengan nama Parents Invlovement Program. Ternyata, setelah berjalan cukup lama kurang lebih 30 tahun, hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak jauh lebih positif, serta prestasi anak-anak secara umum lebih baik jika orang tua terlibat langsung dan diperkenalkan pada program atau kurikulum, dan cara kerja metode yang dipergunakan pada suatu lembaga PAUD.

Adapun kegiatan pelibatan orang tua masyarakat dalam program PAUD adalah sebagai ragam atau pilihan kegiatan yang inovatif, baru, unik dan orisinal yang dapat dilakukan oleh orang tua dan masyarakat bersama lembaga  baik itu anak didik sendiri, pendidik, pengelolan dan staf sekolah lainnya, dengan harapan dapat mencapai tujuan program atau kurikulum yang lebih baik.

Berbagai kegiatan dilembaga PAUD yang melibatkan orang tua dapat digagas dan dirancang oleh lembaga PAUD secara penuh, maupun dengan mempertimbangkan masukan dari orang tua, Tidak perlu kita perdebatkan tentang sumber inspirasi program, yang terpenting adlaah kegiatan yang dicanangkan dapat meningkatkan mutu proses maupun hasil dari program/kurikulum PAUD-nya. Tidak kalah penting adalah setiap kegiatan kreatif yang akan dilaksanakan mendapatkan dukungan secara penuh dari semua pihak, baik scara moril maupun materiil.

Demikian alasan perlunya program pelibatan orang tua dan masyarakat dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Terimakasih. Semoga bermanfaat.


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber!!
Sumber Gambar: Roadmap Pendidikan Keluarga Direktorat Pendidikan Keluarga, PAUD RBS Banjarmasin

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TERBARU TAHUN 2017

Jakarta (04/03/2017) Setelah melalui pembahasan dan diskusi kelompok terpumpun (terfokus) akhirnya ada perubahan topik Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Tahun 2017.  Perubahan topik dilakukan setelah menerima masukan dari berbagai pihak termasuk dari asosiasi/organisasi mitra GTK PAUD Dikmas.

Di samping itu ada penambahan jenis lomba dari pengumuman yang dirilis oleh Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas pada Januari 2017 lalu, yaitu Tutor Paket A. Penambahan Tutor Paket A ini terjadi setelah ada usulan dari Dewan Pengurus Pusat Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional baik secara tertulis maupun melakukan lobby.

Penyelenggaraan kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas mempunyai tujuan yang strategis, antara lain (1) memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); (2) memperkuat upaya pengembangan karakter GTK PAUD dan Dikmas; (3) mendukung keberhasilan program pendidikan vokasi di kalangan GTK PAUD dan Dikmas serta pendidikan masyarakat; (4) membangun kebersamaan dan saling tukar pengalaman GTK PAUD dan Dikmas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di daerahnya masing-masing, (5) aktualisasi keberadaan dan peran GTK PAUD dan Dikmas, (6) sarana pemberdayaan kearifan lokal; (7) promosi keberdaan program PAUD dan Dikmas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (8) memberikan penghargaan atas dedikasi dan atau prestasi GTK PAUD dan Dikmas; dan (9) mensosialisasikan peran dan tanggungjawab kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas (capacity building) GTK PAUD dan Dikmas.

Agar kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dijadikan ajang pembinaan peningkatan kompetensi secara merata dan berkesinambungan pada kalangan GTK PAUD dan Dikmas secara meluas, maka mulai tahun 2017 ini diberlakukan aturan bahwa peserta Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas yang pernah ikut satu kali baik pada satu jenis lomba yang sama atau berbeda tidak diperbolehkan ikut.


Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dikemas dalam bentuk penampilan karya terbaik yang merupakan hasil inovasi dan pengalaman baik (best practices) yang sudah dilakukan di masing-masing satuan pendidikan nasional. Untuk menyajikan karya terbaik telah ditentukan topik atau tema untuk setiap jenis GTK PAUD dan Dikmas. Adapun topik lomba hasil revisi adalah sebagai berikut;

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TAHUN 2017

GTK-PAUD DIKMAS, LOMBA APRESIASI, PAUD, DIKMAS, JAMBORE APRESIASI PAUD

atau Juknis yang ini :




Demikian semoga bermanfaat. terimakasih.

Untuk mengunduh petunjuk penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas serta pedoman penilaian setiap jenis lomba dapat diunduh tautan berikut ini :
  1. Petunjuk Pelaksanaan Apresiasi GTK PAUD da Dikmas Tahun 2017
  2. Pedoman Penilaian Paduan Suara
  3. Pedoman Penilaian Senam Kreasi Daerah
  4. Pedoman Penilaian GTK PAUD
  5. Pedoman Penilaian GTK Dikmas
  6. Pedoman Penilaian GTK Kursus

Sumberhttp://fauziep.com/ini-topik-apresiasi-gtk-paud-dan-dikmas-terbaru-dan-juklaknya/

GURU PAUD HARUS MEMBACA ......!

PAUD-Anakbermainbelajar---Banyak guru PAUD sekarang nampaknya tidak suka membaca buku. Padahal membaca sekarang mudah. Misalnya jaman sekarang sudah ada eBooks tinggal unduh aja. Semestinya tidak ada lagi hambatan untuk membaca buku. Kalau jaman dahulu kan harus cari buku fisik di perpust. Kalau pesan belipun harus nunggu lama dan mahal. Mungkin justru kemudahan itu yang membuat "orang" menjadi malas?


Dalam sebuah pertemuan gugus PAUD saya pernah bertanya dengan beberapa Guru dan Pendidik PAUD, apakah mereka banyak membaca buku tentang PAUD, atau paling tidak buku pengetahuan umum populer tentang mendidik dan merawat anak. Ternyata banyak yang kurang membaca bahkan ada yang tidak sama sekali. 

Masalahnya, tanpa membaca ilmu kita jadi rendah sekali. Sudah ilmu rendah, banyak komentar pula (di media sosial misalnya).  Yang juga bikin Pusing Foto-foto bunda seksi bingit...ha ha ha. Jadinya kacau balau.

Bagaimana mengajak anak-anak untuk rajin membaca kelak.......... ???

Baca bunda, bunda baca, dan baca ya bunda!..baca...baca...baca...100X

Cari Tulisan