INILAH KHASIAT DAN CARA MEMASAK IKAN GABUS UNTUK TERAPI ANAK AUTIS

PAUD-Anakbermainbelajar---Sejak dahulu ikan gabus dipercaya memamiliki khasiat sebagai obat penyembuh. Karena itu selain sebagai penyembuh berbagai penyakit, ikan gabus juga dipercaya sangat bagus bagi ibu hamil dan menyusui juga untuk membantu terapi penanganan anak autis. Kandungan ikan gabus yang terdiri dari zat-zat dan gizi yang baik menyebabkan khasiat ikan gabus begitu bermanfaat bagi penanganan anak autis atau autism. Protein albumin yang terkandung dalam ikan Gabus juga meningkatkan nilai kecukupan gizi yang dibutuhkan guna pertumbuhan dan perkembangan anak autis, itulah yang diharapkan dari sebuah proses terapi penanganan anak autis. (Baca juga khasiat dan kandungan Ikan Gabus di sini).

Terapi penanganan anak autis menurut teori umum memang harus dilakukan secara berhati-hati, salah satu yang terpenting adalah menyangkut pemeriksaan dan perbaikan sistem pencernaan anak autis sejak dini. Dalam penanganan anak autis ada makanan-makan tertentu yang harus kita kurangi dan hindarkan dari anak, jika tidak ditangani sejak dini maka akan berdampak pada kesehatan anak autis secara keseluruhan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap para penyandang autis, diketahui bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh terhadap perilaku autistik anak, seperti flapping dan hiperaktivitas. Gluten adalah protein yang berasal dari gandum-ganduman, misalnya dari terigu. Sedangkan kasein berasal dari susu sapi. Berdasarkan hal tersebut maka para ahli sepakat bahwa seorang penyandang autism sebaiknya mengurangi bahkan menghindari gluten dan kasein ini. Karena diyakini dengan diet gluten dan kasein ini dapat memperbaiki ganguan pencernaan anak penyandang autis dan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau tingkah laku autistik yang ditujukan anak.

Karena itu pemberian masakan ikan gabus sangat baik untuk anak terutama yang sedang melakukan diet gluten dan kasein ini. Dengan cara memasak ikan gabus tepat, maka dagingnya akan sangat baik untuk terapi penanganan anak autis terutama anak dengan tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Cara Memasak Ikan Gabus yang Aman untuk Anak Autis

Cara memasak ikan gabus yang aman ini dimaksudkan adalah memastikan bahwa bahan pangan yang diolah dan disajikan pada saat terapi penanganan anak autis adalah aman dan sehat alami sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti makin menumpuknya residu pestisida, logam berat dan sejenis dalam saluran pencernaan. Karena hal ini akan mengganggu proses detoksifikasi normal pada anak autis.

Penanganan anak autis sangat memperhatikan cara memasak ikan gabus maupun bahan pangan lain sebab mereka sangat rentan alergi maupun gangguan proses detoksifikasi serta sistem imun tubuh yang rendah (defisiensi imun).

Cara memasak ikan gabus yang aman untuk terapi penanganan anak autis adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan dimasak adalah bebas dari potensi racun pestisida, logam berat dan sejenis. Racun – racun tersebut bisa terbawa dalam tubuh ikan gabus yang dipengaruhi oleh cara budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus, pakan ikan yang digunakan menggunakan zat – zat kimia atau tidak dan lain sebagainya. Terlihat penyediaan menu ini agak rumit, tapi memang kenyataan bahwa anak autis sangat rentan terhadap zat-zat yang merugikan ini. 

Berikut adalah cara memasak ikan gabus yang baik dan aman untuk anak autis:
  1. Potong – potong ikan gabus sesuai ukuran yang dikehendaki.
  2. Cuci potongan ikan gabus tersebut sampai bersih.
  3. Rendam beberapa saat potongan daging ikan gabus yang akan dimasak (kurang lebih 10 – 15 menit) lalu tiriskan. 
  4. Proses perendaman ikan gabus bisa dibarengkan dengan bahan bumbu dapur, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih dan lainnya, kecuali serbuk seperti garam dan gula tidak perlu ikut direndam. Tujuannya sama agar bahan pangan yang diolah aman dan sehat buat penanganan anak autis.
  5. Raciklah menu masakan ikan gabus sesuai dengan resep menu makanan sehat untuk anak autis maupun keluarga Anda.

Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus atau ikan haruan mudah didapatkan, baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Demikian Khasiat ikan gabus dan cara memasak ikan gabus untuk terapi penanganan anak Autis, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk bunda-ayah yang memiliki anak-anak dengan gejala dan kecedrungan autis ini, terimakasih, Wassalam....

INILAH JENIS LOMBA DAN TEMA APRESIASI GTK PAUD DAN DIKMAS TAHUN 2017

Berdasarkan surat Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas nomor 04/B2.4/KP/2017 dijelaskan bahwa Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 9-15 Juli 2017 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi seluruh Indonesia disebutkan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memotivasi GTK PAUD dan Dikmas dalam berkarya, berinovasi, dan berprestasi dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.

“Agar penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dapat berjalan dengan lancar, obyektif dan profesional serta mendapatkan hasil yang optimal, maka dimohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi di seluruh Indonesia yang menangani ketenagaan GTK PAUD dan Dikmas agar segera persiapan,” demikian pesan Dr. Abdoellah, M.Pd., Direktur Pembina GTK PAUD dan Dikmas dalam surat tertanggal 12 Januari 2017. Di Jakarta.

Hampir serupa dengan Lomba APresiasi GTK PAUD dan Dikmas tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti oleh GTK PAUD dan Dikmas yang meliputi : Guru Kelompok Bermain/Tempat Penitipan Anak/Satuan PAUD Sejenis, Pengelola KB/TPA/SPS, Instruktur Kursus Komputer, Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut (Hair Styling), Instruktur, Kursus Tata Rias Pengantin, Instruktur Kursus Tata Busana, Instruktur Kursus Otomotif (Roda Dua), Pengelola Lembaga dan Pelatihan (LKP), Pamong Belajar pada SKB, Penilik, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman, Bacaan Masyarakat (TBM), Tutor Paket B, Tutor Paket C, Tutor Pendidikan Keaksaraan, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Paduan Suara (Kelompok), Senam Maumere Kreasi Daerah

Jenis Lomba dan Tema Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tahun 2017

Berikut ini jenis GTK PAUD dan Dikmas serta topik seleksi lomba karya nyata. Jenis dan topik berikut ini masih bersifat tentatif sambil menunggu terbitnya petunjuk teknis penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tahun 2017.

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas, Lomba Pendidik Nonformal, Lomba Pamong, Lomba Penilik, Lomba Guru PAUD

Demikian tentang jenis lomba dan tema kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas tahun 2017 Tingkat Nasional Tahun 2017, yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 9-15 Juli 2017 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Semoga tulisan dan informasi ini bermanfaat untuk seluruh GTK PAUD dan Dikmas yang akan mengikuti kegiatan tersebut, terimakasih. Wassalam....

INILAH FUNGSI PENDIDIKAN SENI DI LEMBAGA PAUD

PAUD--Anakbermainbelajar---Kegiatan seni yang sering dilakukan di lembaga-lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), memberikan sebuah nilai yang sangat berharga untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita. Tapi tahukah  bunda, ternyata pendidikan seni khususnya yang dilaksanakan di PAUD mempunyai fungsi yang sangat penting bagi pendidikan anak-anak usia dini. Sesuai dengan kurikulum tahun 2004, pendidikan seni bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Secara umum pendidikan seni anak usia dini di Lembaga PAUD memiliki empat fungsi utama, yaitu : 
1). Fungsi Ekspresi,
2). Fungsi Komunikasi,
3). Fungsi Pengembangan Bakat,
4). Fungsi Kreativitas.

Berikut penjelasan secara rinci dari masing-masing fungsi tersebut di atas :

1. Fungsi Ekspresi

Dalam fungsi ekspresi ini seharusnya kita menemukan anak memperoleh kesempatan menyatakan pikiran dan perasaan dengan bebas dalam bentuk bunyi, rupa. grak dan bahasa atau gabungannya. Anak bebas mewarnai gambar sesuai dengan kesukaannya. Anak dapat menyanyikan nyanyian dengan suara yang kuat atau lembut. Sedangkan pada seni tari anak bebas menari dengan riang gembira penuh semangat atau dapat pula melakukan gerak lemah gemulai. Anak dapat mengungkapkan kecintaannya pada ibunya melalui puisi.

Ekspresi atau ungkapan tidak muncul dengan sendirinya, melainkan berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari di lingkungan sekitarnya atau karena hasil penjelajahan (eksplorasi) anak terhadap alam sekitarnya.

2. fungsi Komunikasi

Anak menyampaikan pesan melalui bunyi rupa, gerak dan bahasa. Ketika anak bernyanyi bersahutan dan bergerak berpapasan sambil saling menyebutkan nama pasangannya, maka terjadilah komunikasi antarmereka. Komunikasi dapat dilakukan pula melalui pesan dalam bentuk gambar yang dibuat anak. Komunikasi dapat dilakukan melalui gerak atau bahasa tubuh. Pendidikan seni memperkenalkan bahasa simbol pada anak.

3. Fungsi Pengembangan Bakat

Setiap anak yang lahir memiliki kemampuan yang dibawa sejak lahir. Ada anak yang dengan mudah mampu berbicara dengan benar dan tepat, ada anak yang pandai dalam gerak; dan ada yang pandai melakukan gerak sesuai irama, walaupun belum dapat bernyanyi. Bilamana guru dan orang tua atau orang dekat dengan anak mengarahkan serta meningkatkan kemampuan anak, maka anak akan memiliki kemampuan yang kokoh. Menurut Edmin Gordon kemampuan musik sebaiknya dikembangkan sebelum anak berusia 9 (sembilan) tahun, agar selanjutnya dapat bekembang dengan baik.

4. Fungsi Kreativitas

Pada dasarnya sebagian besar anak suka menjelajah atau bereksplorasi. Dengan tersedianya media seni rupa berupa adonan tepung, balok-balo kayu dan berbagai sumber gerak anak cenderung bereksplorasi menggunakan media tersebut. Anak dapat membuat bentuk binatang dari adonan tepung, memainkan alat musik serta membuat gerak-gerak tubuh sesuai imajinasinya. Pembinaan dan kesempatan berkreasi adalah hal yang harus dilakukan sejak usia dini. Perlu diingat kreatif tidak hanya mencipta dari tidak ada menjadi ada, tetapi mengubah yang telah ada yang berarti membuat model baru dari yang lama (modifikasi), dengan melakukan improvisasi.

Pada anak yang berusia sangat dini, menunjukan respon adalah merupakan tingkat awal menuju kreativitas. Respon belum tentu kreativitas. Respons lebih merupakan jawaban atas rangsang yang diberikan, sedangkan kreatif mengandung unsur mencipta, memodifikasi atau menciptakan kembali walaupun sangat sederhana.

Ciri-ciri seorang anak yang kreatif antara lain adalah :

  1. Mengemukakan gagasan sendiri;
  2. Memecahkan masalah sendiri;
  3. Menciptakan karya musik, gerak, rupa atau seni yang lain, walaupun amat sederhana
  4. Tidak takut mencoba, gagal atau takut dimarahi;
  5. Menceritakan hal yang dirasakan, dilihat, didengar, dicium, dirabanya suatu objek buatan orang lain atau dibuatnya sendiri.
Pendidikan seni mengandung banyak keuntungan dan nilai bagi pendidikan anak. Pendidikan seni bagi anak memiliki makna yang berbeda dari yang biasanya dilakukan bagi orang dewasa. Pendidikan seni bagi anak menekankan pada fungsinya daripada hasil semata-mata. Proses kerja seni pada anak lebih menekankan pada pengalaman yang menghasilkan berbagai dampak atau hasil yang menguntungkan bagi pendidikan pada umumnya, bukan hanya bagi hasl kerja seni itu sendiri.

Dalam diri anak akan tumbuh kemampuan memahami lingkungan dan kondisinya, nilai-nilai estetika yang tumbuh pada diri anak, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi anak kelak ketika dia sudah berada dilingkungan masyarakat, akan membantu anak untuk menjadi pribadi yang peka dan peduli dengan lingkungan masyarakatnya tersebut.

Demikian tentang fungsi pendidikan seni di Lembaga PAUD dan manfaatnya untuk anak usia dini, semoga bermanfaat. Terimakasih.


PENGERTIAN KECERDASAN MAJEMUK DAN IMPLIKASINYA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda..sebelum kita membahas lebih jauh tentang kecerdasan majemuk (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak, terlebih dahulu kita ulang kembali tentang pengertian kecerdasan majemuk tersebut yaitu: Pengertian kecerdasan majemuk adalah pendekatan perkembangan dalam belajar yang ditandai anak tumbuh dan berkembang sebagai suatu keseluruhan, tidak hanya satu dimensi saja yang berkembang dalam suatu waktu tertentu atau sebaliknya tidak semua dimensi memiliki kecepatan perkembangan yang sama.

Seorang ahli pendidikan yang terkenal ahli dalam pengkajian dan penelitian kecerdasan yaitu Howard Garner dari Harvard University, berpendapat bahwa tidak ada manusia yang tidak cerdas. Paradigma ini menentang teori dikotomi cerdas-tidak cerdas. Garner juga menentang anggapan "cerdas" dari sisi IQ (intelectual quotien), yang menurutnya hanya mengacu pada tiga jenis kecerdasan, yakni logiko-matematik, linguistik, dan spasial.

Untuk selanjutnya, Howard Gardner, kemudian mengemukakan istilah multiple intelligences. Istilah ini kemudian dikembangkan menjadi teori melalui penelitian yang rumit, melibatkan antropologi, psikologi kognitif, psikologi perkembangan, psikometri, studi biografi, fisiologi hewan, dan neuroanatomi (Amstrong,1993; Larson,2001).

Berikut ini adalah aspek-aspek kecerdasan majemuk menurut Howard Garner ada 8, yaitu sebagai berikut :
1. Kecerdasan verbal linguistic (verbal linguistic intelligent)
Anak –anak yang memiliki kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam berbagai bentuk.

2. Kecerdasan logika matematika (logical mathematical intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan dalam ketajaman melihat pola dan melakukan pendekatan terhadap situasi secara logis

3. Kecerdasan visual spasial (visual special intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan memvisualisasikan berbagai hal dan memiliki kelebihan dalam hal berfikir melalui gambar.

4. Kecerdasan Gerak Tubuh (bodily kinesthetic intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan koordinasi  yang tinggi dalam gerak tubuh dan senang menyentuh segala sesuatu.

5. Kecerdasan musical berirama (musical rithmic intelligent)
Anak yang peka terhadap bunyi-bunyi non verbal dalam lingkungan seperti: irama tinggi rendah suara, dan pola nada.

6. Kecerdasan antar diri-intrapersonal (interpersonal intelligent)
Memiliki kepekaan dan mengerti akan oranglain.

7. Kecerdasan dalam diri interpersonal (intrapersonal intelligent)
Memiliki kepekaan akan memiliki perasaan yang paling mendalam dalam diri sendiri, memiliki kelebihan dan kekurangan di sendiri.

8. Kecerdasan alam natural (naturalistic intelligent)
Anak akan menjadi seorang pengamatlingkungan yang baik, menyadari yang terjadi akan perubahan dalam lingkungan, senang melakukan percobaan, mengelompokkan benda dan menyayangi binatang.

Bagi para pendidik dan implikasinya bagi pendidikan, teori multiple intelligences melihat anak sebagai individu yang unik. Pendidik akan melihat ada berbagai variasi dalam belajar, di mana setiap variasi menimbulkan konsekuensi dalam cara pandang dan evaluasinya.

Kecerdasan, menurut paradigma multiple intelligences (Gardner, 1993). dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang mempunyai tiga komponen utama, yakni:
  1. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata sehari-hari
  2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru yang dihadapi untuk diselesaikan
  3. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang.
Semua kemampuan tersebut dimiliki oleh semua manusia, meskipun manusia memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkannya.

Kecerdasan anak juga didasarkan pada pandangan pokok teori multiple intelligences (Amstrongs, 1993) sebagai berikut;
  1. Setiap anak memiliki kapasitas untuk memiliki sembilan kecerdasan. Kecerdasan-kecerdasan tersebut ada yang dapat sangat berkembang, cukup berkembang, dan kurang berkembang.
  2. Semua anak, pada umumnya, dapat mengembangkan setiap kecerdasan hingga tingkat penguasaan yang memadai apabila ia memperoleh cukup dukungan, pengayaan, dan pengejaran
  3. Kecerdasan bekerja bersamaan dalam kegiatan sehari-hari. Anak yang menyanyi membutuhkan kecerdasan musikal dan kinestetik
  4. Anak memiliki berbagai cara untuk menunjukan kecerdasannya dalam setiap kategori. Anak mungkin tidak begitu pandai meloncat tetapi mampu meronce dengan baik (kecerdasan kinestetik), atau tidak suka bercerita, tetapi cepat memahami apabila diajak berbicara (kecerdasan linguistik).
Dikotomi anak cerdas dan tidak cerdas, serta pemberian label hiperaktif, gangguan belajar, dan prestiasi bawah kemampuan, mendorong para pendidik untuk mempelajari teori Multiple Intellegences. Setelah menemukan delapan bukti dari teorinya, Gardner meneguhkan kriteria temuannya tentang kesembilan kecerdasan dalam multiple intelligences.

Howard Gardner (1993; Armstrong, 1993) menyadari bahwa banyak orang bertanya-tanya tentang konsep multiple intelligences. Benarkah musikal, visual-spasial, intrapersonal, dan kinestetik dapat dikategorikan sebagai kecerdasan, dan bukan bakat? untuk menguatakan temuan dan keyakinannya, Garner menyusun kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap kategori kecerdasan. Kriteria tersebut didasarkan pada bukti-bukti berikut:
  1. Ditemukan potensi yang terisolasi akibat kerusakan otak. Ini berarti setiap kecerdasan memiliki sistem otak yang relatif otonom. Terdapat struktur otak dalam setiap kecerdasan.
  2. Ditemukan orang-orang genius dan idiot savant. Ini berarti, ada kecerdasan yang sangat tinggi sementara kecerdasan lain hanya berfungsi pada tingkat rendah.
  3. Ditemukannya riwayat perkembangan khusus dan kinerja kondisi puncak bertara ahli yang khas. Hal ini berarti, kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan anak dalam kegiatan  dan setiap kecerdasan memiliki waktu kemunculan tertentu. Musik dan bahasa, misalnya muncul sejak awal dan bertahan hingga usia tua sementara logiko-matematis mencapai kinerja puncak pada usia belasan tahun.
  4. Ditemukannya bukti-bukti sejarah dan kenyataan logis evolusioner. Hal ini berarti, kecerdasan ada pada setiap kurun waktu, meskipun peran dari setiap kecerdasan tidak sama. Bukti kecerdasan musik ditemukan pada bukti arkeologis instrumen musik purba.
  5. Ditemukannya dukungan dari temuan psikometri atau tes pengujian, seperti tes verbal IQ dan TPA (verbal-linguistik), penalaran IQ dan TPA (logiko-matematik), tes bakat seni dan tes memori visual (visual-spasial), tes kebugaran fisik (kinestetik), sosiogram (interpersonal), tens proyeksi (interapersonal) untuk menggali kecerdasan anak. Saat ini, telah dibuat tes psikometri untuk kecerdasan majemuk.
  6. Ditemukannya dukungan riset psikologi eksperimental, seperti studi kemampuan mengingat, persepsi, dan atensi. Hal ini menunjukan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang terkotak-kotak, dan bahwa setiap kemampuan kognitif berlaku khusus untuk satu kecerdasan.
  7. Ditemukannya cara kerja dasar yang terindentifikasi. Setiap kecerdasan memerlukan cara kerja yang berperan menggerakan kegiatan yang spesifik pada setiap kecerdasan.  Cara kerja dasar kinestetik, misalnya adalah kemampuan meniru dan menguasai gerak.
  8. Ditemukannya penyandian kecerdasan dalam sistem simbol. Semua kecerdasan memiliki sistem simbol khas, seperti bunyi bahasa (verbal linguistik), Simbol matematika (logika-matematik), kanji (visual spasial), braille (kinestetik), notasi (musikal), mimik wajah (interpersonal), dan simbol diri terhadap karya seni (intrapersonal), klasifikasi spesies (naturalis), dan simbol nurani (eksitensial).
Menurut Howard Gardner, multiple intelligences memiliki karakteristik konsep yang berbeda dengan karakteristik konsep kecerdasan terdahulu. Karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Semua intelegensi itu berbeda-beda, tetapi semuanya sederajat. Dalam pengertian ini, tidak ada intelegensi yang lebih baik atau lebih penting dari inteligensi yang lain (Gardner, 1993; Hine; 2003; Armstrong, 1993; 1996).
  2. Semua kecerdasan dimiliki manusia dalam kadar yang tidak persis sama. semua kecerdasan dapat dieksploitasi, ditumbuhkan, dan dikembangkan secara optimal.
  3. Terdapat banyak indikator kecerdasan dalam tiap-tiap kecerdasan. Dengan latihan, seseorang dapat membangun kekuatan kecerdasan yang dimiliki dan menipiskan kelemahan-kelemahan
  4. semua kecerdasan yang berbeda-beda tersebut akan saling bekerja sama untuk mewujudkan aktivitas yang diperbuat manusia. Satu kegiatan mungkin memerlukan lebih dari satu kecerdasan, dan satu kecerdasan dapat digunakan dalam berbagai bidang (Gardner, 1993:37-38).
  5. Semua jenis kecerdasan tersebut ditemukan di seluruh atau semua lintas kebudayaan di seluruh dunia dan kelompok usia (Garner, 1993: Armstrong, 2004:10-13).
  6. Tahap-tahap alami dari setiap kecerdasan dimulai dengan kemampuan membuat pola dasar. Kecerdasan musikal, misalnya ditandai dengan kemampuan membedakan tinggi rendah nada. Sementara kecerdasan spasial dimulai dengan kemampuan pengaturan tiga dimensi.
  7. Saat seseorang dewasa, kecerdasan diekspresikan melalui rentang pengejaran profesi dan hobi. Kecerdasan logika-matematika yang dimulai sebagai kemampuan membuat pola dasar pada masa balita, berkembang menjadi penguasaan simbolik pada masa anak-anak, dan akhirnya mencapai kematangan ekspresi dalam wujud profesi sebagai ahli matematika, akuntan, atau ilmuwan. 
  8. Ada kemungkinan seorang anak berada pada kondisi "berisiko" sehingga apabila mereka tidak memproleh bantuan khusus, mereka akan mengalami kegagalan dalam tuga-tugas tertentu yang melibatkan kecerdasan tersebtu (Gardner, 1993: 27-29). 

Demikian Artikel singkat tentang pengertian kecerdasan majemuk (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak. Semoga bermanfaat. terimakasih.

Referensi: Artikel sejenis ini ditulis juga di :
https://id.wikipedia.org/wiki/Howard_Gardner
http://www.ipapedia.web.id/2015/04/pengertian-dan-latar-belakang-kecerdasan-majemuk.html
https://nuritaputranti.wordpress.com/.../kecerdasan-majemuk-multiple-intelligences/
http://niaadarmania.blogspot.co.id/2013/06/macam-macam-kecerdasan-majemuk-multiple_27.html
http://www.ayahbunda.co.id/.../kecerdasan-majemuk-28multiple-intelligences29-dan-howar.

LATAR BELAKANG LAHIRNYA KONVENSI HAK-HAK ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-ayah marilah kembali kita memikirkan dan merenung kembali tentang hak-hak anak-anak kita dan masa depan mereka, marilah kita bersama-sama menyelamatkan masa depan mereka, meraih tangan mereka dari keterpurukan dan menjadi korban keadaan jaman ini. Anak adalah manusia dan individu yang perlu diperlakukan secara manusiawi dan sempurna. Karena anak sebagai manusia memiliki hak asasi, maka seharusnya setiap kita memiliki perlakuan dan mendapat perlakuan yang benar yaitu sesuai dengan tuntutan hak asasi yang melekat pada diri setiap anak. Untuk mendapatkan gambaran agar perlakuan manusiawi betul-betul tepat sesuai hak asasinya.

Mari kita bantu dan selamatkan Anak-anak kita !
Terkait dengan masalah yang berhubungan dengan hak-hak anak di seluruh dunia yang semakin hari semakin memperihatinkan. Maka perlu diambil langkah serentak di seluruh negara di dunia yang diawali dengan konvensi. Jadi secara sederhana yang melatar belakangi lahirnya konvensi Hak Anak ini adalah adanya suatu upaya kemanusiaan di dunia untuk mewujudkan perlindungan dan jaminan nyata atas hak-hak anak di seluruh dunia. Walaupun disadari, bahwa dengan konvensi hak anak, tidak harus berarti bahwa kondisi dan situasi anak akan berubah dengan sendirinya.

Secara lebih jelas tentan kelahiran konvensi hak-hak anak, akan kita uraikan kronologisnya secara ringkas yaitu; Gagasan mengenai hak anak anak bermula sejak berakhir Perang Dunia I sebagai reaksi atas penderitaan yang timbul akibat dari bencana peperangan terutama yang dialami oleh kaum perempuan dan anak-anak. Liga Bangsa-Bangsa saat itu tergerak karena besarnya jumlah anak yang menjadi yatim piatu akibat perang. Awal bergeraknya ide hak anak bermula dari gerakan para aktivitis perempuan yang melakukan protes dan meminta perhatian publik atas nasib anak-anak yang menjadi korban perang. Salah seorang di antara para aktivis tersebut yakni yang bernama Eglantyne Jebb (pendiri Save the Children) kemudian mengembangkan sepuluh butir pernyataan tentang hak anak atau rancangan deklarasi hak anak (Declaration of The Rights of The Child) yang pada tahun 1923 diadopsi oleh lembaga Save The Children Find International Union. Kemudian pada tahun 1924 untuk pertama kalinya Deklarasi Hak Anak diadopsi secara Internasional oleh Liga Bangsa-bangsa. Deklarasi ini dikenal juga sebagai deklarasi Genewa. 

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada tahun 1948 Majelasi Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tanggal 10 Desember. Peristiwa ini kemudian setiap tahunya diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia se-dunia. Hal ini menandai perkembangan penting dalam sejarah HAM. Beberapa hal menyangkut hak khusus bagi anak-anak tercakup dalam deklarasi ini. Pada tahun 1959 Majelis Umum PBB kembali mengeluarkan pernyataan mengenai hak anak yang merupakan deklarasi internasional kedua bagi hak anak. Tahun 1979 saat dicanangkannya Tahun Anak Internasional, Pemerintah Polandia mengajukan usul bagi perumusan suatu dokumen yang meletakan standar internasional bagi pengakuan terhadap hak-hak anak dan mengikat secara yuridis. Inilah awal perumusan Konvensi Hak Anak. Tahun 1989, rancangan Konvensi Hak Anak diselenggarakan dan pada tahun itu juga naskah akhir tersebut disahkan dengan suara bulat oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 20 Nopember 1989. Konvensi ini kemudian diratifikasi oleh setiap bangsa kecuali oleh Somalia dan Amerika Serikat.

Dari hal di atas gambaran tentang hak-hak anak dapat diperoleh melalui berbagai naskah, tetapi yang komprehensif deklarasinya dapat dijumpai dalam rumusan naskah Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (KHA - PBB). Baca Naskah di sini !!

Karena itu perlu dikemukakan dan ditegaskan kembali, bahwa konvensi ini merupakan instrumen Internasional di bidang Hak Asasi Manusia dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Rumusan yang tertuan dalam konvensi ini terdiri dari 54 pasal. Konvensi ini hingga sekarang dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang Hak Asasi Manusia yag mencakup baik hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial dan budaya.

Demikian mengenai latar belakang lahirnya konvensi hak-hak anak secara singkat, semoga artikel ini bermanfaat. untuk menambah pengetahuan bunda-ayah-pendidik-dan orang tua tentang pentingnya hak-hak anak kita dewasa ini. terimakasih.


Sumber : dirangkum dari berbagai sumber pustakan dan Internet !

LEMBAGA PAUD PINTARLAH, AWAS JANGAN BERURUSAN DENGAN CALO DAN MAKELAR PAUD

PAUD-anakbermainbelajar--Tidak terasa kita telah melewati tahun 2016 dan memasuki tahun baru 2017. Liburan panjang telah selesai, besok kembali beraktivitas seperti biasa. Mengawali semangat Awal tahun Menyambut SEKOLAH perdana semester genap TP 2016/2017 besok. Rindu juga dengan anak-anak, kangen dengan tingkah laku, senyum dan canda tawa mereka. Untuk persiapan besok beraktivitas di PAUD yang terpenting adalah menata hati agar lebih siap menjadi guru pendidik yang lebih baik lagi dari kemaren-kemaren dan siap mendidik anak-anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

Tulisan artikel perdana di tahun 2017 ini sebenarnya hanyalah bagian dari keinginan menata hati. hari ini ada yang ingin dicurahkan unek-unek kekesalan karena masalah makelar kemaren. Saya berpikir salah satu penyebab tidak Majunya Pendidikan anak Usia dini (PAUD) kita Adalah Hadirnya Makelar yang gentayangan di dunia PAUD kita (Makelar TK-PAUD). Bagi kita yang terbiasa bersikap jujur dan mengambil jalan lurus kehadiran makelar ini akan sangat menggelisahkan.

Modus Operasinya; jika Pengelola dan pendidik PAUD kita ingin berurusan ke Dinas mereka akan manakut-nakuti, mewas-wasi bahwa beberurusan kedinas itu sulit, rumit, berat dan keluar duit yg banyak, lalu mereka dengan dalih alasan "membantu" mengambil alih semua urusan ke Dinas atau instansi pentingnya lainnya, tentunya dengan imbalan uang, itupun dikatakan untuk memberi di dinas atau menyuap si"X" (sebenarnya masuk kantong makelar aja tuh!), sehingga pengelola dan pendidik PAUD kita menjadi Sangat ketergantungan dengan si makelar. 

Demikian sebaliknya, maklar ini jika di dinas akan menjadi orang sok penting, sok kenal, sok tahu segalanya dan mengaku menjadi pusat urusan PAUD, di dinas mereka katakan pendidik dan guru paud itu sulit untuk diatur dan dimobilisasi, tidak akan mau berurusan kedinas dan hanya dia yang bisa mengatasinya,  dia akan berusaha dengan segala cara untuk menghalangi dinas dekat dengan lembaga-lembaga PAUD yang harusnya dibina. sehingga dinas jadi ketergantungan padanya, Jika perlu apa saja hanya akan menghubungi dan minta bantuan si Makelar.  yang lebih parah lagi makelar ini sangat berani dan lancang mencampuri  semua urusan kedinasan yang bukan wewenangnya.

Modus yang lain; mereka akan selalu mengajarkan pada Pengelola dan pendidik PAUD cara memanipulasi data, dan cara mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari bantuan yang diberikan, mereka lihai sekali memalsukan dan membuat tipuan-tipuan untuk melengkapi administrasi dan laporan dana bantuan yang diselewengkan. Karena itu kerjaannya sehari-hari maka banyak pendidik dan pengelola PAUD yang dibodohi mengikuti caranya yang dikatakannya aman dan terkendali, sehingga ketergantungan untuk mencari aman dengannya. 

Yang terjadi adalah; Pengelola, kepala sekolah, guru dan pendidik Paud kita dilembaga tidak akan pernah pintar,  tidak mempunyai wawasan yang luas, untuk mengelola PAUD yang jujur dan benar secara birokrasi dan administratif dan  jika harus terus berurusan dengan makelar seperti ini akan ikut jalannya yang penuh manipulasi dan tipu muslihat untuk berbagai urusan TK-PAUD. 

Pernah ada seorang Pejabat yang bersikap tegas dengan makelar seperti ini:
Ceritanya; ketika itu datang seorang makelar PAUD untuk menguruskan BOP dan ijin sebuah lembaga PAUD yang bukan lembaganya, dia langsung ditegur dengan keras; "kamu menguruskan punya siapa? suruh yang punya lembaga saja yg berurusan kesini? kapan lagi guru-guru bisa mandiri dan menjadi pintar jika selalu kamu bodohi !!!"....

Kenyataanya, makelar PAUD yang selama ini mengaku-ngaku sebagai pejuang PAUD, tetapi sebenarnya mereka justru adalah orang-orang yang merusak tatanan PAUD sendiri. Secara nyata lihat saja, perilaku mereka tidak mencerminkan orang yang pantas ikut membangun pondasi PAUD yang harus berkarakter, cara berbicaranya manis dan meyakinkan tapi penuh tipu daya dan kebohongan, kenyataannya mereka hanya mencari keuntungan pribadi untuk gaya hidup mereka yang tinggi. Mereka akan selalu mengeruk keuntungan pada semua guru pendidik, pengelola dan orang tua siswa dengan berbagai potongan dan pungutan dengan bermacam-macam dalih seperti; sumbangan, tabungan, piknikan atau pembelian media pembelajaran dan buku yang harganya sudah diluar harga yang wajar. Di balik semua kegiatan yang di koordinirnya dia akan selalu mencari dan meraup keuntungan untuk dirinya sendiri.

Nah bunda, jangan mau dibodohi dan membodohi diri sendiri dengan percaya dan berurusan dengan makelar seperti ini. 

Ayo menjadi Pintar - Get Smart !!

SAAT INI AKU ADALAH ANAK-ANAK DAN TUGASKU MEMANG BERMAIN


PAUD-AnakBermainbelajar--Bagi anak kegiatan Bermain memang dunia mereka, tapi tahukah bunda-ayah apa yang terjadi dibalik kegiatan bermain anak tersebut. seperti keinginan mereka, seperti kata mereka :

Ketika kau melihat aku belajar melompat, berlari dan memanjat, tolong jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti itu kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku belajar tentang bagaimana tubuhku, Mungkin saja suatu hari nanti aku menjadi Dokter, Perawat atau Atlet.

Ketika kau lihat aku duduk disebuah kursi, "Membaca Keras-keras" di depan penonton khayal, Tolong jangan tertawa dan mengira aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku mungkin menjadi guru suatu hari nanti.

Ketika aku sedang menyusun kubus, jangan katakan aku "Hanya Bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, tentang keseimbangan bentuk.

Ketika aku sedang berpakaian lengkap membuat rumah-rumahan, lalu bermain boneka bayi, jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar. Untuk menjadi ibu dan ayah suatu hari nanti.

Ketika kau bertanya apa yang kau kerjakan di sekolah hari ini, Dan aku menjawab "Aku hanya bermain". Tolong jangan salah mengerti, Karena seperti kau lihat Aku bermain sambil belajar, Aku belajar menikmati hidup sambil meraih sukses dalam bekerja, Aku menyiapkan diri untuk masa depan.


So..ibu dan ayah..apakah sudah kita biarkan anak-anak kita bermain??...


Sumber : Copas-copasan di Facebook
Gambar : pixabay.com

INILAH PENTINGNYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN SENI MUSIK DI PAUD

PAUD-AnakBermainBelajar--Kesenian merupakan sebuah konsep yang tidak akanpernah hilang di atas muka bumi ini. Kesenian identik dengan estetika, terkait dengan naluri kemanusiaan yang selalu cinta dengan keindahan, maka seni sebagai sebuah produk yang identik dengan keindahan memang akan selalu ada dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sebuah kata-kata bijak yang menjelaskan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, sepertinya tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang membutuhkan seni untuk memperindah hidup kita. Seni akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia karena seni memiliki fungsi individual dan sosial. Tidak hanya mencakup kebutuhan spiritual atau ekspresi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, sosial, alat penerangan, propaganda, sarana promosi, hiburan, pendidikan, terapi dan sebagainya.

Sebagai individu yang harus terus bekembang dalam kehidupannya, anak-anak usia dini sangat perlu memiliki kemampuan seni. Dengan penanganan yang tepat maka seni menjadi hla yang sangat berperan penting dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar pada diri anak. Dalam kegiatan seni untuk anak-anak ditemukan nilai-nilai edukasi yang kemudian dikenal sebagai konsep education through art yang dikemukakan oleh Herbert Read yang dikembangkan dari pemikiran Plato (428-347 SM) yang mengatakan art should be the basis of education. Selanjutnya Lowenfeld dan Brittain (1980) menjelaskan bahwa kegiatan seni berperan dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar di dalam diri anak, seperti kemampuan: fisik, perseptual, pikir/intelektual, kreativitas, sosial dan estetik. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka seluruh kemampuan dasar dapat perkembang secara terpadu.

Haskel (1979) mengungkapkan bahwa pendidikan usia dini amat tidak efektif dan kurang sempurna tanpa musik. Belajar melalui seni pada hakikatnya menyenangkan, menjadikan anak belajar dari dalam dirinya sendiri, sehingga belajar lebih bermakna dari pada sekedar melaksanakan perintah guru. Kegiatan seni mengasah ketajaman rasa (feeling) dan mengendalikan emosi.
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seorang anak, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan anak yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Anak di usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra-sekolah atau Taman Kanak-kanak. Sejumlah riset membuktikan bahwa perkembangan kecerdasan anak pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Hal ini menunjukan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak di usia pra-sekolah karena pada usia tersebut anak mengalami masa peka, yaitu masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Maa peka merupakan masa untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan seluruh potensi anak termasuk pula potensi, minat dan bakat dalam bidan seni khususnya seni musik.
 

Menurut John M. Ortiz (2002), memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendengarkan berbagai macam suara (kata-kata, musik, dan suara pada umumnya) juga dapat menstimulasi otak anak ntuk membentuk berbagai macam “koneksi suara”. Hal ini akan memudahkan mereka memperbanyak simpanan suara dalam hidup mereka selanjutnya. Memperkenalkan berbagai macam suara sedini mungkin terbukti meningkatkan keragaman, fleksibilitas, dan daya tahan koneksi saraf tersebut, terutama di bidang matematika, bahasa, dan logika.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi anak. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik. Secara khusus tentang musik dan anak ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal. 

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003).

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan musikal dalam taraf berkembang, sering menyanyi, senang bersenandung atau bersiul seorang diri. Kemunculan kecerdasan musikal pada anak-anak mudah dikenali karena begitu diperdengarkan musik mereka langsung mendengarkan atau mengikuti irama atau ikut menyanyi (Armstrong, 2003).

Tujuan kegiatan seni musik di PAUD bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik anak mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuan untuk untuk mengungkapkan dirinya.

Sesuai kurikulum tahun 2004, pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Dalam kurikulum Nasional pengembangan seni mengacu pada kompetensi dasar anak mampu mengungkapkan gagasan dan daya ciptanya dalam berbagai bentuk meliputi berbagai media; bergerak sesuai irama musik dan menyanyi (Kurikulum Pendidikan Usia Dini – TK -,2004).

Terkait dengan kemampuan musikal anak ini, telah banyak dilakukan penelitian dan dipulikasikan diberbagai negara, salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal yang dikeluarkan oleh The National Association for Music Education di Amerika. Ada beberapa aspek yang dapat diukur dalam kemampuan musik anak, diantaranya sepek ritmik, melodi, menyanyi, dan literasi. Ada juga beberapa kemampuan dasar musik yang dimiliki anak usia TK dapat ditinjau dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif yang kesemuanya dapat berkembang jika didukung oleh penerapan kegiatan bermain musik yang baik di bawah bimbingan dan arahan guru dan pendidik.

Demikian Artikel singkat tentang pentingnya mengembangkan Pendidikan Seni Musik di PAUD, semoga Artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita  dalam rangka mengembangkan kemampuan dan pendidikan anak usia dini, terimakasih.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!

MEMANFAATKAN TALI BEKAS BUAT BERMAIN YANG SERU DI PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---sangat menarik apa yang dilakukan bunda kita yang satu ini, kreatif, dengan memanfaatkan tali bekas yang sudah tidak terpakai lagi, bisa membuat permainan yang menarik dan menyenangkan,  maka jadilah anak-anak di PAUD seru bermain bersama.

PAUD_Anakbermainbelajar-TK
Lompat Tali yuk....Ayukk..hihi
Permainan ini, kalo dilihat dari bentuknya sich mirip dengan permainan angklek, tapi bedanya kalo angklek dibikin gambar, ditulis di lantai atau di tanah, tetapi permainan ini dibuat dari tali dengan bentuk kolom-kolom menyerupai permainan angklek atau Gala Asin. Di sini ada beberapa petak-kolom yang bisa dilompati dan diisi anak-anak. Serunya, semua anak bisa terlibat dengan bermain bersama-sama.

Penulis awalnya belum tahu dan memang belum pernah melihat permainan ini sebelumnya, pun ketika yang punya gawe ditanya tentang permainan itu, mereka sendiri sepontan, mereka bilang itu permainan lompat tali versi atau ala PAUD mereka sendiri dengan memanfaatkan Tali bekas, jadi belum ada namanya dan belum ada konsep dan aturan mainnya. Di sini anak bermain bebas aja, di dalam permainan ini dengan melompati petak kolom secara berurutan tanpa menyentuh talinya.

Dalam permainan ini terlihat pengembangan fisik/motorik dan sensitivitas anak dapat dikembangkan. Karenanya Di lembaga PAUD, guru-pendidiklah yang menentukan bagaimana aktivitas fisik atau permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pendidik dapat berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti permainan ini. Tentunya minat anak memang sangat beragam. Ada yang lebih senang meloncat dan bergerak ritmik dari pada melukis dan menggunting atau sebaliknya anak lebih betah dengan kegiatan motorik halus dari pada motorik kasar. Peran Pendidiklah yang harus mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan fisik-motorik  tersebut dengan tujuan agar gerak motorik kasar dan motorik halus anak dapat berkembang dengan baik. 

Kegiatan ini menjadi sangat penting sekali karena pada anak erat sekali kaitannya antara pengembangan fisik dengan sikap perilaku anak. Pengembangan fisik pada anak usia PAUD adalah upaya untuk memberikan perlakuan tertentu secara sistematis pada kegiatan yang memperlihatkan interaksi dan kematangan anak dengan lingkungannya. Pada anak usia prasekolah, perkembangan gerak merupakan perubahan kemampuan yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan geraknya. Aspek perilaku dan perkembangan motoriknya saling mempengaruhi satu sama lain.



Nah....bunda mungkin ada yang tertarik, dan bisa mengembangkannya atau membuat desain permainannya lebih komplit lagi dengan ide yang menarik ini, untuk permainan anak yang mudah, murah dan meriah, di Lembaga PAUD kita..?

PAUD-Anakbermainbelajar
Kita mulai ya..1..2..3...

Bunda contohin ya..Hup...lompat yang tinggi !!

Ayo..dicoba..semangat ya..nak..

PAUD--Anakbermainbelajar
Hup..hore bisa...eh gantian dong jangan berebut..hihi


Sumber dan Gambar : 
TPAIT AL-AMIN. Yayasan Islam Al-Amin Kapuas, kelompok Bermain Islam terpadu (KBIT Al-Amin), Taman Penitipan Anak Islam Terpadu (TPAIT Al-Amin). Jl. Barito Gg. XI Kel. Selat Hulu Kuala Kapuas.