LOMBA PENGEMBANGAN APE PAUD TAHUN 2013


A. PERSYARATAN

Persyaratan Peserta
  1. Peserta bersifat perorangan, dan jika dikerjakan oleh tim/kelompok didaftarkan atas nama perorangan atas kesepakatan tim/kelompok.
  2. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu Naskah Lomba.
  3. Peserta yang Naskah Lombanya masuk nominasi wajib membuat hasil karya (prototype) APE sesuai dengan desain dalam Naskah Lomba dan menyerahkan kepada Panitia Lomba Pengembangan APE Tahun 2013.
  4. Hasil karya lomba menjadi milik Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal PAUDNI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Bersedia tunduk kepada seluruh keputusan Panitia Lomba Pengembangan APE PAUD Tahun 2013.
  6. Pada saat mengirimkan naskah lomba, peserta menyertakan kelengkapan Data Diri Peserta, termasuk alamat surat, nomor telepon, dan alamat surat elektronik (e-mail) yang mudah dihubungi sesuai contoh terlampir Fotocopy kartu identitas, Fotocopy NPWP perorangan.
  7. Panitia dan karyawan Direktorat Pembinaan PAUD tidak diperkenankan mengikuti lomba.
  8. Peserta nominator adalah peserta Lomba Pengembangan Alat Permainan  Edukatif Tahun 2013 yang Naskah Lomba APEnya memenuhi persyaratan.
  9. Biaya Akomodasi dan transportasi peserta yang masuk nominasi ditanggung oleh Direktorat Pembinaan PAUD. Sedangkan biaya untuk pembuatan hasil karya (prototype) seluruhnya ditanggung oleh peserta.

CARAMEMBUAT ORIGAMI LIPATAS KERTAS ANAK ANJING

Langkah-langkah membuat Anak Anjing

Tingkat kesulitan : Mudah

Adapun langkah-langkah untuk membuat Anak Anjing Untuk Melipat Kertas/origami PAUD dan TK adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan kertas Persegi empat, 
  2. Lipat menjadi segitiga,    
  3. Lipat sisi kiri dan kanan atas ke arah bawah
  4. Lipat ujung bawah ke atas boleh diberi lem   
  5. Berilah gambar mata dan hidung dengan spidol
Jadilah wajah anak Anjing kecil yang lucu. 

LOMBA FOTO DAN ARTIKEL PAUD NI 2013

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) merupakan salah satu unit utama di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang membina program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Masyarakat, Kursus dan Pelatihan, serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang program PAUDNI, maka diselenggarakan Lomba Foto dan Artikel Direktorat Jenderal PAUDNI 2013. Lomba dapat diikuti seluruh masyarakat, baik wartawan, pelajar, mahasiswa, guru, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Lomba tidak belaku bagi pegawai Kemendikbud dan Keluarganya.

CARA MEMBUAT ORIGAMI LIPATAN KERTAS BURUNG CAMAR

Seni Melipat kertas, Membuat burung, Origami Burung kertas,
Langkah-langkah membuat Origami Burung Camar

Tingkat kesulitan : Mudah
Sumber : Origami Livro 7 Books
Adapun langkah-langkah untuk membuat Burung Camar Untuk PAUD dan TK adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan kertas lipat menjadi segitiga, niarkan satu sisi yang berwarna di dalam lipatan
  2. Ambil satu lembar, lipat ke garis tengah
  3. Lipat ujung atas ke belakang
  4. Lakukan Outside reverse fold
  5. Lipat sisi bawa ke arah depan dab belakang, perhatikan arah panah dan garis putus-putus
  6. Lalu ikuti lipatan sesuai tanda panah di no.6
  7. Bentuk Kepala burung dengan teknik inside reverse fold
  8. lipat ujung kiri bawah sedikit kedalam
  9. Lipat bagian ekor dengan teknik outside reverse fold
  10. Jadilah Burung Camar  
Sumber : http://origami-indonesia.com/langkah-langkah-membuat-origami-burung-camar.html

CIRI-CIRI ANAK SEHAT


Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia ciri anak sehat sebagai berikut:
  1. Tumbuh dengan baik, yang dapat dilihat dari naiknya berat dan tinggi badan secara teratur dan proporsional.
  2. Tingkat perkembangan sesuai dengan tingkat umurnya.
  3. Tampak aktif/gesit dan gembira.
  4. Mata bersih dan bersinar.
  5. Nafsu makan baik.
  6. Bibir dan lidah nampak segar.
  7. Pernapasan tidak berbau.
  8. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering.
  9. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

CONTOH KEGIATAN MAIN ANAK


A. Main Sensorimotor
Anak usia dini memulai mengembangkan kemampuan bermainnya melalui tubuhnya, mereka menggunakan tubuh serta dorongan hatinya untuk mengetahui semua tentang diri mereka. Dengan menggunakan gerakan-gerakan tubuhnya dan penjelajahannya terhadap lingkungan sekitar dengan menggunakan seluruh inderanya. anak belajar segala sesuatu yang berpengaruh terhadap seluruh kemampuannya.

Berikut contoh-contoh kegiatan main sensori :

PROSES PEMBELAJARAN PADA ANAK DINI USIA


Selama masa pertumbuhan anak dari sejak lahir, perkembangan minat dan permainan anak terkait dengan perkembangan kemampuannya. Namun, setelah koordinasi dasar kaki, tangan dan bagian badan yang terkait sudah mantap pertumbuhannya demikian pula dengan kemampuan bahasanya, maka anak sudah mulai mampu mengeksplorasi lebih jauh dengan merancang berbagai alternatif perilaku lain, semakin bertambah usia penyaluran pilihan melatih kemampuannya untuk mengeksplorasi lingkungan juga di pengaruhi oleh kesempatan dan peluang yang diperolehnya dari lingkungan yang merupakan hasil dari pengalamannya. Oleh karena itu berbagai pola permainan sebaiknya dapat dirancang secara terstruktur agar anak dapat mencapai kemampuan yang optimal berdasarkan pengalaman belajarnya (Chilhood Education).

MEDIA PERMAINAN EDUKATIF KREATIF





1. Pengertian Media Permainan Edukatif Kreatif 

Kreatif, berarti kita harus dapat menggunakan apa saja menjadi media bermain. Contohnya kotak-kotak bekas yang menpunyai bentuk kubus, segitiga, segi empat, dan lain-lain sebagai dasar untuk pengenalan bentuk. Dan dapat juga suara pendidik PAUD untuk menirukan suara-suara binatang, untuk pengenalan binatang, contohnya pengenalan binatang kucing, guru/pengasuh dapat menirukan suara kucing: ” Pus...me...ong.....” dll.
Permainan edukatif kreatif adalah permainan yang dirancang untuk kepentingan pendidikan, dan mempunyai beberapa ciri, agar  dapat dengan mudah digunakan untuk mencapai tujuan, manfaat dan menjadi bermacam-macam bentuk, yaitu :

KISAH KURA-KURA DAN KELINCI SOMBONG

Di sebuah hutan belantara yang dihuni banyak binatang, terdapatlah seekor kelinci yang sangat sombong, si kelinci menyombongkan larinya yang sangat cepat, dan ia selalu menantang hewan-hewan lain untuk balapan beradu cepat dengan dirinya. Semua hewan di hutan sudah pernah dikalahkannya, hingga pada suatu hari; seekor kura-kura menerima tantangan kelinci yang sombong itu. Kelinci tertawa, dan berkata sambil melecehkan kura-kura bahwa ia akan memenangkan balapan itu dengan mudah.

Jalur balapan mereka pun ditentukan, dan balapan pun segera dimulai. Kelinci berlari dengan sangat cepat, meninggalkan kura-kura yang berjalan sangat lambat. Dia pun berhenti dan tidur dulu. Sementara, kura-kura berjalan tanpa henti hingga hampir mendekati akhir jalur balapan mereka.

Ketika Kelinci terbangun, dia terkejut melihat kura-kura sudah hampir sampai digaris finish. Tapi, sudah terlambat baginya untuk berlari kesana dan menyalip kura-kura. Karena kelalaian dan kesombongannya, kelinci harus kalah dalam balapan itu.

* * *

Nilai moral yang dapat dipetik dari cerita ini untuk anak-anak adalah jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain. 

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI

Pengertian Karakter

Adalah watak, sifat, tabiat. (Kamus Besar  Indonesia Kontemporer) adalah kualitas mental atau moral, nama atau reputasi. (Hornby & Parnwell).

Karakter baik dimanifestasikan dalam kebiasaan baik di kehidupan sehari-hari: pikiran baik, hati baik, dan tingkah laku baik. Berkarakter baik berarti mengetahui yang baik, mencintai kebaikan, dan melakukan yang baik. (Kevin Ryan & Karen E.Bohlin).

PENGERTIAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS KELUARGA

Pendidikan Anak Berbasis keluarga adalah implementasi dari amanah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 28 ayat 5 yaitu " Pendidikan anak usia dini pada jalur informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. 

20 MITOS DAN KESALAHAN PERAWATAN BAYI

MERANGKAK BAIK UNTUK BAYI (SPINAL BONE)


"Biarkan bayi anda merangkak!" demikian saran para ahli perkembangan anak. Mengapa demikian? ternyata sebuah hasil penelitian membuktikan bahwa merangkak sangat baik bagi anak dan bayi kita. Dengan membiarkan anak kita merangkak maka akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PAUD

Pada pendidikan anak usia dini nilai-nilai yang dipandang sangat penting dikenalkan dan diinternalisasikan ke dalam perilaku mereka mencakup nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam keseharian anak didik yaitu :
  1. Kecintaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kejujuran
  3. Disiplin
  4. Toleransi dan cinta damai
  5. Percaya diri
  6. Mandiri
  7. Tolong menolong, kerjasama, dan gotong royong.
  8. Hormat dan sopan santun
  9. Tanggung Jawab
  10. Kerja keras
  11. Kepemimpinan
  12. Kreatif
  13. Rendah hati
  14. Peduli lingkungan
  15. Cinta bangsa dan tanah air

ADMINISTRASI LEMBAGA PAUD TK


Tidak dapat dipungkiri bahwa  pengelolaan administrasi Lembaga PAUD yang tertib dan teratur, sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja Lembaga PAUD. Peningkatan kinerja tersebut akan berakibat positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu dan layanan Lembaga PAUD pada anak didik khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kelengkapan administrasi yang harus ada pada sebuah lembaga PAUD Taman Kanak-Kanak (TK) Minimal mengikuti acuan dan panduan, Direktorat Pembinaan PAUD  Kemdikbud yang telah memberikan panduan kepada para pengelola PAUD TK, melalui Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TK, tentang administrasi yang harus ada pada sebuah lembaga TK. Dalam Juknis tersebut dijelaskan bahwa administrasi di TK terbagi atas ; administrasi program pengajaran, administrasi anak didik, administrasi kepegawaian, administrasi perlengkapan dan barang, administrasi keuangan, dan administrasi umum. Selengkapnya adalah sebagai berikut :

A. Administrasi Program Pengajaran
  1. Program Tahunan
  2. Program Semester
  3. Rencana Kegiatan Mingguan
  4. Rencana Kegiatan Harian
  5. Format Penilaian
  6. Laporan Perkembangan Anak Didik (LPAD)

PENGERTIAN GERAKAN NASIONAL PAUD

A. Nama Kegiatan
Gerakan Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia atau secara singkat disebut: Gerakan Nasional PAUD.

B. Pengetian
Geakan Nasional PAUD adalah upaya memobilisasi semua komponen dan sumber daya bangsa dalam rangka percepatan dan perluasan pelaksanaan PAUD yang bemutu. Gerakan nasional ini perlu dipayungi oleh perangkat hukum dan mandat yang jelas sehingga dapat terlaksana secara lebih terarah, sistematis, terukur, terkendali serta tepat sasaran.

Beberapa hal kunci terkait umusan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Komponen bangsa adalah setiap warga negara, baik secara perorangan maupun kelembagaan yang dapat mendukung Gerakan Nasional PAUD.
  2. Sumber daya bangsa adalah semua potensi yang dapat digunakan untuk menunjang pencapaian tujuan Gerakan Nasional PAUD.
    Sumber daya bangsa adalah semua potensi yang dapat digunakan untuk menunjang pencapaian tujuan Gerakan Nasional PAUD.
  3. Suksesi pembangunan PAUD adalah upaya dan harapan ideal yang ingin dicapai dalam pembangunan PAUD di Indonesia dari waktu ke waktu, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  4. Bertumpu pada potensi dan kekuatan bangsa sendiri adalah pembangunan PAUD senantiasa mengoptimalkan segenap potensi dan kekuatan internal bangsa sendiri, baik di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/ kota, kecamatan hingga kelurahan. Pemberdayaan setiap potensi dan kekuatan mengacu pada tiga azas dasar, yaitu : kemauan dan kesungguhan (willingness), kemampuan dan kesanggupan (abilities), serta keyakinan yang kuat akan keberhasilan (belief).
* * *