KLASIFIKASI MUSIK KLASIK UNTUK ANAK PAUD

Musik Klasik anak, jenis musik, Musik mencendaskan anak, Musik PAUDSangat dianjurkan untuk memutarkan musik klasik kepada anak, terutama ketika proses belajar dan bermain sedang berlangsung. Alasannya karena dalam kegiatan pembelajaran dapat dikondisikan dengan situasi pembelajaran tertentu yaitu pada suatu suasanya yang menyenangkan. Untuk ini dapat diaplikasikan musik dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Musik adalah bagian dari budaya dan ekspresi manusia. Di dalam musik terdapat tatanan ritmis yang berhubungan dengan otak kiri dan tekstur suara yang berhubungan dengan otak kanan.

Berikut ini admin berikan beberapa Klasifikasi karya-karya musik klasik yang dianjurkan karena telah diteliti memiliki pengaruh pada proses pembelajaran khususnya bagi anak-anak PAUD dengan pembelajaran yang terarah dan menyenangkan (Quatum Learning).  Klasifikasi karya-karya musik klasik ini terbagi menurut pengaruhnya, yaitu:

CARA MENCAMPUR WARNA UNTUK ANAK PAUD

Jenis-jenis warna, klasifikasi warna, warna untuk Anak Paud, Belajar warna, anak dan warna

Salah satu kegiatan bermain dan belajar anak adalah kegiatan mencampur warna. Kegiatan mencampur warna sebagai sebuah proses pembelajaran bagi anak PAUD untuk mengenal dan memahami jenis warna yang ada, mulai dari warna-warna dasar yang sederhana hingga warna dari hasil campuran komposisi warna yang rumit.

HASIL PERINGKAT LOMBA APRESIASI PTKPAUDNI BERPRESTASI 2013

Penyerahan hadiah, penghargaan, juara, lomba, PTK, PAUD, Nonformal, Apresiasi, berprestasi tahun 2013
Kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI (PTK PAUDNI) Berprestasi Tingkat Nasional, sudah ditutup pada hari Senin, 7 Oktober 2013 di Hotel Harmoni One Batam Kepulauan Riau. Hajatan penghargaan bagi insan PTK PAUDNI tersebut ditutup oleh Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi.

Berikut ini daftar PTK PAUDNI yang berhasil menyabet penghargaan untuk 15 kategori perorangan dan dua kategori kelompok.

PIJAKAN (Scaffolding) PEMBELAJARAN DI SENTRA

Dalam kegiatan pembelajaran di sentra terdapat kegitan Pijakan (Scaffolding) yang harus dilakukan. Alasan dan dasar dari harus dilakukannya kegiatan pijakan ini adalah:
  1. Anak sering tidak tahu bagaimana cara menggunakan bahan dan alat bermain , aturan-aturan dalam bermain, kehilangan ide untuk melanjutkan permainan, dsb.
  2. Pendidik atau orang dewasa lainnya harus senantiasa berada di dekat anak untuk memberikan pijakan berupa dukungan, bantuan, bimbingan, arahan, dan menjelaskan harapan-harapannya terhadap anak.
Ada 4 pijakan untuk pembelajaran di sentra yaitu :
  1. Pijakan lingkungan main
  2. Pijakan pengalaman sebelum main
  3. Pijakan pengalaman main setiap anak
  4. Pijakan pengalaman setelah main.

PENDIDIK PAUD ASLI ATAU IMITASI

Pendidik PAUD ada ada 2 (dua)
1. Pendidik PAUD "Asli"
Ciri-ciri: Mempunyai semangat dan cinta Anak, punya karakteristik pendidik paud profesional sejati, yang tercermin dalam tingkah laku dan pribadinya sehari2 Seperti: tutur kata dan sikap yg lemah lembut, murah senyum, tidak pernah mengasari anak, toleransi terhadap teman sejawat/orang tua. Mempunyai Skill mengajar dan mendidik yg mumpuni seperti mempunyai kemampuan: Penguasaan kelas yg baik, mampu berdialog komunikatif dgn anak, biasa menyanyi, menari, dan mendongeng, dan yang paling penting Pendidik PAUD ini Bekerja dgn ikhlas Nawaitux Karena Allahtaala..

2. Pendidik PAUD "Imitasi" alias Palsu
Ciri-ciri: Tidak Mempunyai semangat cinta Anak, menjadi pendidik PAUD Karena keterpaksaan, motivnya karena tidak ada pilihan profesi lain atau coba2 belaka. Pendidik PAUD ini jika dicermati akan kelihatan jelas sangat tidak cocok sebagai pendidik dengan karakter dan sikap seperti : kasar terhadap anak, tidak komunikatif pd anak, kebanyakan sikapnya tidak mencerminkan sbg pendidik seperti: Malas mengajar, suka mengumpat, mengomel, membentak, menggibah (membicakarakan keburukan dan kekurangan orang lain), pendidik paud ini tidak bisa menjaga sikap dan perbuatannya, sehingga anak2 dpt mencontoh perbuatan jelek yg dilakukannya. Dari segi Skill mengajar sangat rendah, tdk memiliki kemampuan apa2. Orientasinya hanya materi, mendapatkan keuntungan dari orang tua murid dan sekolah dengan segala cara.
By. The Best Status Akhmad Solihin
 

MENJADI ORANG TUA YANG MEMAHAMI ANAK

 
Tidak mudah menjadi orang tua itu
Setiap tahapan usianya memerlukan pengetahuan baru
Yang gak mau belajar, harus ikhlas disebut orang tua jadul
Perkembangan usia memang sama dari zaman batu sampai sekarang
Yang membedakan adalah lingkungannya, teknologi dan pola hidup orang tua yang berdampak pada pola asuh

Yang merasa jadi orang tua
Please, luangkan waktu belajar memahami perkembangan anak
Pekerjaan, karir, jabatan itu akan menua seiring usia kita, tapi tak kan membantu saat kita menjadi renta
By. The Best Status: Yulia Arfiani : Banjarmasin

CARA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENULIS ANAK

Mengembangkan Kemampuan Menulis Anak
Sebelum memulai untuk mengajak anak menulis, sebagai langkah awal penting untuk dipahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu kegiatan membaca dan menulis misalnya dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan anak dengan cara bermain. Glenn Doman (2006) mencetuskan ide revolusionernya lewat buku How to teach Your Baby to read. Menganjurkan agar para bayi atau anak yang diajak menjalankan kegiatan membaca harus tetap berada dalam keadaan senang, tidak tertekan. Jika terlihat tanda-tanda si anak mulai tidak nyaman, maka kegiatan tersebut harus segera dihentikan. 

Mengajari anak menulis berarti melibatkan tahap memperkenalkan buku pada anak. Memperkenalkan buku pada anak, dapat dilakukan seperti halnya mengenalkan mainan pada anak. Saat ini sudah banyak buku-buku yang cukup kreatif kemasannya (buku dikemas seperti mainan atau benda tertentu) sehingga bukan masalah yang besar lagi tentang hal ini. Biasakan anak selalu dekat dengan buku dalam aktifitasnya sehingga ia sangat familiar dan mungkin juga akan ketagihan dengan buku. 

CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE (Dorothy Law Nolte)

Dorothy Law Nolte yang berjudul “Children Learn What They Live” yang diterjemahkan bebas oleh Jalaludin Rachmat dengan  judul : Anak Belajar dari Kehidupannya :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia akan belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyrnangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta delam kehidupan.

CARA MENGATASI MENGOMPOL PADA ANAK

Bayi, Balita, Mengompol, Bayi lucu habis ngompol, Enuresis
Mengompol atau Enuresis adalah keluarnya air seni (pipis) seseorang dengan tidak disadari. Kejadian ini sering terjadi pada anak-anak. Faktor penyebabnya adalah:
  1. Anak belum mampu untuk dapat mengatur keluarnya air seni
  2. Kemungkinan ada yang belum beres, syaraf otot yang belum terbentuk dengan sempurna
  3. Kelainan sejak lahir, muara saluran kandung kemih terlalu sempit
  4. Terjadi peradangan pada kantung kemih.
  5. Faktor genetika tertentu.