32 HAK ANAK DAN KEWAJIBAN ANAK

Terdapat 32 Hak Anak berdasarkan versi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Berikut ini :

Anak mempunyai hak untuk :
  1. Hidup, tumbuh dan berkembang
  2. Bermain
  3. Berrekreasi
  4. Berkreasi
  5. Beristirahat
  6. Memanfaatkan waktu luang
  7. Berpartisipasi
  8. Bergaul dengan anak sebaya
  9. Menyatakan dan didengar pendapatnya
  10. Dibesarkan dan diasuh orang tuanya sendiri
  11. Berhubungan dengan orang tua bila terpisahkan
  12. Beribadah menurut agamanya

KUMPULAN LAGU DAN TEPUK TANGAN ANAK PAUD TK

Anak PAUD dan TK mengalami perkembangan fisik motorik, kegiatan bernyanyi dan bertepuk tangan dapat menjadi sebuah implikasi yang menarik untuk membantu perkembangan fisik dan motorik anak tersebut, berikut ini beberapa lagu tepuk tangan yang biasa dilakukan dan dinyanyikan untuk anak PAUD dan TK :

10 TIPS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK TK

Bakti Sosial Panti Jompo PAUD RBS
Para ahli yang mendalami bidang kecerdasan emosional (Emotional intelligence), meyakini bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang dalam berbagai bidang kehidupan sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Bahkan ada yang berpendapat 75% sukses seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosional seseorang itu. Karena itu di TK (Taman Kanak-kanak), guru perlu menggembangkan kemampuan emosi atau yang sekarang umum di sebut kecerdasan emosional (Emotional intelligence). Kecerdasan emosional ini merupakan kemampuan emosi yang sangat tinggi dan cerdas sehingga seseorang mampu berbuat sesuatu dengan tepat dan berhasil jika didukung kecerdasan ini.

WASPADAI TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA DINI

Bunda, mungkin sering kita melihat di lembaga PAUD atau disekitar kita, beberapa anak yang menunjukan sikap dan perilaku yang tidak terkontrol. Perilaku anak tidak menunjukan sikap-sikap yang mencerminkan pendidikan karakter yang telah diterimanya. Terkadang orang tua atau guru pendidik PAUD di sekolah dibuat frustasi menghadapi sikap dan perilaku anak yang mengalami Temper Tantum ini yang kadang dapat semakin parah.

CARA MUDAH MENDUKUNG PENGALAMAN MOTORIK HALUS ANAK

Perkembangan motorik halus pada anak usia dini adalah gerakan motorik yang gerakan hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Pada anak, gerakan ini tidak terlalu membutuhkan tenaga, namun gerakan ini harus mengkoordinasikan mata dan tangan yang lebih cermat. Karena jika koordinasi antara mata dan tangan sudah semakin baik maka anak sudah dapat mengurus diri sendiri dengan pengawasan orang yang lebih tua. Gerakan ini berkembang sejalan dengan usia dan perkembangan fisik anak, untuk anak yang lebih dewasa dan matang anak sudah mulai dapat memakai sepatu sendiri, menyisir, menyikat gigi, menutup atau mengancing pakaian sendiri, atau makan sudah tidak lagi disuapin alias makan sendiri. 

Berikut beberapa perkembangan Motorik Halus anak berdasarkan usia Taman Kanak-kanak :

Usia 3 - 4 tahun
1. Menuang air dari teko
2. Mengaduk minuman di gelas dengan sendok
3. Mencuci dan membersihkan tangan dengan tisu sendiri
4. Menggunting kertas menjadi dua bagian
5. Memegang garpu dengan hanya menggenggamnya
6. Membawa sesuatu dengan penjepit
7. Membuka kancing dan melepas ikat pinggang
8. Menggambar bentuk-bentuk, walaupun masih kasih dan tidak rata

Usia 5 - 6 tahun
1. Mengikat tali atau simpul sederhana
2. Mengoleskan selai di atas roti
3. Memasukan kertas kedalam amplop atau sampul buku
4. Membentuk objek dengan lilin adonan
5. Mencuci dan mengerinkan muka tanpa membasahi baju sendiri
6. Memasukan benang ke dalam lubang jarum
7. Mengetik kata sederhana dikeyboard komputer.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendukung pengalaman motorik halus anak di PAUD adalah dengan memberikan anak pengalaman main yang bermakna dengan permainan-permainan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Di bawah ini adalah pengalaman-pengalaman motorik halus anak usia dini yang dapat kita identifikasi dalam rangka munculnya keaksaran bagi anak usia dini:
  1. Penjepit besar digunakan untuk mengelompokan bahan-bahan
  2. Penjepit kecil digunakan dengan huruf kecil dari pasta
  3. Pensil–macam-macam ukuran
  4. Spidol dan krayon macam-macam ukuran
  5. Stempel dengan baknya
  6. Alat seperti obeng dan tang kecil digunakan untuk melepaskan bagian-bagian kecil perkakas yang patah
  7. Menyalin huruf-huruf atau binatang
  8. Penghapus dan papan tulis
  9. Papan tulis kecil dengan kapur tulis
  10. Papan Geo dengan pita karet
  11. Papan pasak
  12. Manik-manik dan tali
  13. Menjahit bentuk-bentuk benda, huruf, angka dan simbol lain
  14. Botol yang tutupnya dapat diputar
  15. Puzzle lantai
  16. Huruf dari kain dan papan dari kain planel
  17. Lighted Lego TableT M
  18. Nampan pasir kecil dengan penggaruk
  19. Penjepit pakaian kecil dan besar
  20. Puzzle cacing berwarna
  21. Ubin huruf dan papan
  22. Potongan kayu dengan pola dan bentuk.

Demikian cara mudah mendukung pengalaman motorik halus anak, semoga bermanfaat, terimakasih.

DANA BANTUAN DIRJEN PAUDNI 2014

Dana Bantuan Dirjen PAUDNI 2014 Mencapai Rp 608,1 Miliar. Bansos PAUD Mencapai Rp 527 Miliar. Alokasi dana  bantuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar Rp 527 Miliar pada tahun ini. Jumlah ini mencapai 87 persen dari total anggaran yang dikelola Direktorat Pembinaan PAUD sebanyak Rp 608,1 Miliar.

“Sebagian besar dana diperuntukan untuk bantuan sosial, dan untuk masyarakat,” ujar Direktur Jenderal PAUDNI Lydia Freyani Hawadi saat menjadi pembicara kunci pada Diskusi Kebijakan PAUD yang diselenggarakan Sekretariat Kabinet, di Yogyakarta (27/3).