LATAR BELAKANG LAHIRNYA KONVENSI HAK-HAK ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-ayah marilah kembali kita memikirkan dan merenung kembali tentang hak-hak anak-anak kita dan masa depan mereka, marilah kita bersama-sama menyelamatkan masa depan mereka, meraih tangan mereka dari keterpurukan dan menjadi korban keadaan jaman ini. Anak adalah manusia dan individu yang perlu diperlakukan secara manusiawi dan sempurna. Karena anak sebagai manusia memiliki hak asasi, maka seharusnya setiap kita memiliki perlakuan dan mendapat perlakuan yang benar yaitu sesuai dengan tuntutan hak asasi yang melekat pada diri setiap anak. Untuk mendapatkan gambaran agar perlakuan manusiawi betul-betul tepat sesuai hak asasinya.

Mari kita bantu dan selamatkan Anak-anak kita !
Terkait dengan masalah yang berhubungan dengan hak-hak anak di seluruh dunia yang semakin hari semakin memperihatinkan. Maka perlu diambil langkah serentak di seluruh negara di dunia yang diawali dengan konvensi. Jadi secara sederhana yang melatar belakangi lahirnya konvensi Hak Anak ini adalah adanya suatu upaya kemanusiaan di dunia untuk mewujudkan perlindungan dan jaminan nyata atas hak-hak anak di seluruh dunia. Walaupun disadari, bahwa dengan konvensi hak anak, tidak harus berarti bahwa kondisi dan situasi anak akan berubah dengan sendirinya.

Secara lebih jelas tentan kelahiran konvensi hak-hak anak, akan kita uraikan kronologisnya secara ringkas yaitu; Gagasan mengenai hak anak anak bermula sejak berakhir Perang Dunia I sebagai reaksi atas penderitaan yang timbul akibat dari bencana peperangan terutama yang dialami oleh kaum perempuan dan anak-anak. Liga Bangsa-Bangsa saat itu tergerak karena besarnya jumlah anak yang menjadi yatim piatu akibat perang. Awal bergeraknya ide hak anak bermula dari gerakan para aktivitis perempuan yang melakukan protes dan meminta perhatian publik atas nasib anak-anak yang menjadi korban perang. Salah seorang di antara para aktivis tersebut yakni yang bernama Eglantyne Jebb (pendiri Save the Children) kemudian mengembangkan sepuluh butir pernyataan tentang hak anak atau rancangan deklarasi hak anak (Declaration of The Rights of The Child) yang pada tahun 1923 diadopsi oleh lembaga Save The Children Find International Union. Kemudian pada tahun 1924 untuk pertama kalinya Deklarasi Hak Anak diadopsi secara Internasional oleh Liga Bangsa-bangsa. Deklarasi ini dikenal juga sebagai deklarasi Genewa. 

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada tahun 1948 Majelasi Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tanggal 10 Desember. Peristiwa ini kemudian setiap tahunya diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia se-dunia. Hal ini menandai perkembangan penting dalam sejarah HAM. Beberapa hal menyangkut hak khusus bagi anak-anak tercakup dalam deklarasi ini. Pada tahun 1959 Majelis Umum PBB kembali mengeluarkan pernyataan mengenai hak anak yang merupakan deklarasi internasional kedua bagi hak anak. Tahun 1979 saat dicanangkannya Tahun Anak Internasional, Pemerintah Polandia mengajukan usul bagi perumusan suatu dokumen yang meletakan standar internasional bagi pengakuan terhadap hak-hak anak dan mengikat secara yuridis. Inilah awal perumusan Konvensi Hak Anak. Tahun 1989, rancangan Konvensi Hak Anak diselenggarakan dan pada tahun itu juga naskah akhir tersebut disahkan dengan suara bulat oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 20 Nopember 1989. Konvensi ini kemudian diratifikasi oleh setiap bangsa kecuali oleh Somalia dan Amerika Serikat.

Dari hal di atas gambaran tentang hak-hak anak dapat diperoleh melalui berbagai naskah, tetapi yang komprehensif deklarasinya dapat dijumpai dalam rumusan naskah Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (KHA - PBB). Baca Naskah di sini !!

Karena itu perlu dikemukakan dan ditegaskan kembali, bahwa konvensi ini merupakan instrumen Internasional di bidang Hak Asasi Manusia dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Rumusan yang tertuan dalam konvensi ini terdiri dari 54 pasal. Konvensi ini hingga sekarang dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang Hak Asasi Manusia yag mencakup baik hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial dan budaya.

Demikian mengenai latar belakang lahirnya konvensi hak-hak anak secara singkat, semoga artikel ini bermanfaat. untuk menambah pengetahuan bunda-ayah-pendidik-dan orang tua tentang pentingnya hak-hak anak kita dewasa ini. terimakasih.


Sumber : dirangkum dari berbagai sumber pustakan dan Internet !

LEMBAGA PAUD PINTARLAH, AWAS JANGAN BERURUSAN DENGAN CALO DAN MAKELAR PAUD

PAUD-anakbermainbelajar--Tidak terasa kita telah melewati tahun 2016 dan memasuki tahun baru 2017. Liburan panjang telah selesai, besok kembali beraktivitas seperti biasa. Mengawali semangat Awal tahun Menyambut SEKOLAH perdana semester genap TP 2016/2017 besok. Rindu juga dengan anak-anak, kangen dengan tingkah laku, senyum dan canda tawa mereka. Untuk persiapan besok beraktivitas di PAUD yang terpenting adalah menata hati agar lebih siap menjadi guru pendidik yang lebih baik lagi dari kemaren-kemaren dan siap mendidik anak-anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

Tulisan artikel perdana di tahun 2017 ini sebenarnya hanyalah bagian dari keinginan menata hati. hari ini ada yang ingin dicurahkan unek-unek kekesalan karena masalah makelar kemaren. Saya berpikir salah satu penyebab tidak Majunya Pendidikan anak Usia dini (PAUD) kita Adalah Hadirnya Makelar yang gentayangan di dunia PAUD kita (Makelar TK-PAUD). Bagi kita yang terbiasa bersikap jujur dan mengambil jalan lurus kehadiran makelar ini akan sangat menggelisahkan.

Modus Operasinya; jika Pengelola dan pendidik PAUD kita ingin berurusan ke Dinas mereka akan manakut-nakuti, mewas-wasi bahwa beberurusan kedinas itu sulit, rumit, berat dan keluar duit yg banyak, lalu mereka dengan dalih alasan "membantu" mengambil alih semua urusan ke Dinas atau instansi pentingnya lainnya, tentunya dengan imbalan uang, itupun dikatakan untuk memberi di dinas atau menyuap si"X" (sebenarnya masuk kantong makelar aja tuh!), sehingga pengelola dan pendidik PAUD kita menjadi Sangat ketergantungan dengan si makelar. 

Demikian sebaliknya, maklar ini jika di dinas akan menjadi orang sok penting, sok kenal, sok tahu segalanya dan mengaku menjadi pusat urusan PAUD, di dinas mereka katakan pendidik dan guru paud itu sulit untuk diatur dan dimobilisasi, tidak akan mau berurusan kedinas dan hanya dia yang bisa mengatasinya,  dia akan berusaha dengan segala cara untuk menghalangi dinas dekat dengan lembaga-lembaga PAUD yang harusnya dibina. sehingga dinas jadi ketergantungan padanya, Jika perlu apa saja hanya akan menghubungi dan minta bantuan si Makelar.  yang lebih parah lagi makelar ini sangat berani dan lancang mencampuri  semua urusan kedinasan yang bukan wewenangnya.

Modus yang lain; mereka akan selalu mengajarkan pada Pengelola dan pendidik PAUD cara memanipulasi data, dan cara mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari bantuan yang diberikan, mereka lihai sekali memalsukan dan membuat tipuan-tipuan untuk melengkapi administrasi dan laporan dana bantuan yang diselewengkan. Karena itu kerjaannya sehari-hari maka banyak pendidik dan pengelola PAUD yang dibodohi mengikuti caranya yang dikatakannya aman dan terkendali, sehingga ketergantungan untuk mencari aman dengannya. 

Yang terjadi adalah; Pengelola, kepala sekolah, guru dan pendidik Paud kita dilembaga tidak akan pernah pintar,  tidak mempunyai wawasan yang luas, untuk mengelola PAUD yang jujur dan benar secara birokrasi dan administratif dan  jika harus terus berurusan dengan makelar seperti ini akan ikut jalannya yang penuh manipulasi dan tipu muslihat untuk berbagai urusan TK-PAUD. 

Pernah ada seorang Pejabat yang bersikap tegas dengan makelar seperti ini:
Ceritanya; ketika itu datang seorang makelar PAUD untuk menguruskan BOP dan ijin sebuah lembaga PAUD yang bukan lembaganya, dia langsung ditegur dengan keras; "kamu menguruskan punya siapa? suruh yang punya lembaga saja yg berurusan kesini? kapan lagi guru-guru bisa mandiri dan menjadi pintar jika selalu kamu bodohi !!!"....

Kenyataanya, makelar PAUD yang selama ini mengaku-ngaku sebagai pejuang PAUD, tetapi sebenarnya mereka justru adalah orang-orang yang merusak tatanan PAUD sendiri. Secara nyata lihat saja, perilaku mereka tidak mencerminkan orang yang pantas ikut membangun pondasi PAUD yang harus berkarakter, cara berbicaranya manis dan meyakinkan tapi penuh tipu daya dan kebohongan, kenyataannya mereka hanya mencari keuntungan pribadi untuk gaya hidup mereka yang tinggi. Mereka akan selalu mengeruk keuntungan pada semua guru pendidik, pengelola dan orang tua siswa dengan berbagai potongan dan pungutan dengan bermacam-macam dalih seperti; sumbangan, tabungan, piknikan atau pembelian media pembelajaran dan buku yang harganya sudah diluar harga yang wajar. Di balik semua kegiatan yang di koordinirnya dia akan selalu mencari dan meraup keuntungan untuk dirinya sendiri.

Nah bunda, jangan mau dibodohi dan membodohi diri sendiri dengan percaya dan berurusan dengan makelar seperti ini. 

Ayo menjadi Pintar - Get Smart !!