CARA PEMBERIAN SUSU FORMULA BOTOL

Sebenarnya susu formula diberikan kepada sikecil jika terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. Diperlukan makanan pengganti atau tambahan karena ibu tidak menyusui atau tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya (misalnya karena ibu bekerja)
  2. Terdapat kelainan bawaan atau keadaan lain yang menyebabkan bayi alergi terhadap ASI (misalnya galaktosemia dan tirosenemia)
  3. Ibu menderita infeksi tertentu, yang kumannya bisa ditularkan melalui ASI, sehingga dapat membahayakan sikecil (misalnya infeksi HIV)
  4. Ibu sedang menjalani kemoterapi untuk kanker atau menerima obat lainnya yang bisa 'dipindahkan' ke dalam ASI yang jika terminum sikecil akan sangat berbahaya.
  5. Bayi mengalami kegagalan penambahan berat badan meskipun telah mendapat ASI yang cukup

CARA ASESMEN PAUD

Alat dan Cara Asesmen PAUD

1.  Observasi
Asesmen untuk mendapatkan informasi dengan mengamati secara langsung perilaku dan perkembangan anak secara terus menerus dengan mengacu pada indikator yang telah ditetapkan.

2. Pencatatan anekdot
Sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu (peristiwa yang terjadi secara insidental)

3. Percakapan
Asesmen untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengeani sesuatu hal.

4.  Penugasan (project)
Asesmen berupa tugas yg harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu tertentu dalam pengerjaannya. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

5. Unjuk Kerja (performance)
Asesmen yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati. Misalnya praktek menyanyi, olahraga, memperagakan sesuatu.

6.  Hasil Karya (product)
Hasil kerja anak didik setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni.


Prosedur Asesmen PAUD

  1. Mengacu pada kompetensi (indikator) dan dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran berlangsung yang telah diprogramkan pada RKH.
  2. Mencatat hasil penilaian perkembangan anak.
  3. Hasil catatan penilaian dirangkum dan dipindahkan ke dalam format Penilaian Perkembangan Anak Didik baik Bulanan maupun per Semester.
  4. Data dari buku rangkuman selama satu semester dibuatkan pelaporan hasil penilaian berupa deskripsi.  
Contoh-contoh Format Asesmen PAUD :



CARA TIDUR BERSAMA ANAK

Cara menidurkan anak yang baik adalah dengan tidur bersama kita orang tua. Tidak sedikit orangtua yang sudah tidur terpisah dengan anak sejak si anak masih bayi. Padahal berdasarkan penelitian, tidur bersama si kecil dalam satu ranjang, mempunyai banyak keuntungan.

Manfaat tidur bersama anak ini sangat terasa ketika ibu baru melahirkan. Selain memudahkan ibu memberi ASI, ada manfaat-manfaat lainnya, seperti dipaparkan She Knows berikut ini:

1. Mendorong Kemandirian
Pada umumnya orang-orang percaya menemani anak tidur akan membuat anak itu menjadi tergantung dan 'lengket' pada orangtuanya. Namun penelitian menyatakan sebaliknya. Anak-anak yang berbagi tempat tidur dengan orangtua mereka sebenarnya mengembangkan kemandirian lebih awal dan kurang membutuhkan benda-benda pada masa transisi, contohnya seperti harus membawa bantal atau selimut kemanapun mereka pergi. Hal ini karena mereka tidak mengalami kecemasan pada perpisahan.

CARA MEMPERKENALKAN MAKANAN PADAT PERTAMA BAYI

Ketika sikecil sudah memasuki usia tertentu, sudah saatnya diperkenalkan dengan makanan padat pertamanya. Ada beberapa tanda-tanda di kecil siap untuk menerima makanan padat pertamanya yaitu :
  1. Bayi mulai mengunyah tangannya atau mencoba memasukan sesuatu ke dalam mulutnya
  2. Bayi sudah bisa membuka mulutnya saat makanan diarahkan ke padanya
  3. Bayi tampak gelisah dan rewel karena lapar meskipun sudah diberikan ASI atau susu formula
  4. Bayi memalingkan wajahnya dari payudara ibu atau dari botol susunya, dan lebih tertarik kepada makanan yang  ibu makan.

MENGENAL PERKEMBANGAN KEJIWAAN ANAK


Pendekatan dan pengembangan peribadian anak usia dini melingkupi 2 (dua) aspek ialah :
Pertama: Pendekatan pola pikir, perasaan, reaksi terhadap suatu keadaan, kemampuan menyesuaikan diri terhadap situasi kondisi lingkungan/masyarakat.
Kedua: Aspek yang bersifat lebih mendalam ialah : Jati diri, kemandirian, kreatifitas dan inisiatif.

Untuk dapat menyelaraskan pola asuh dangan perkembangan jiwa anak, maka orang tua perlu memahami, mengenal ciri-ciri perkembangan jiwa anak yang tidak mengalami gangguan jasmani dan kejiwaan sebagai berikut :

1. Masa Bayi (0 - 1 tahun)

Masa ini adalah Masa gerak sensomotori, masa dimana anak berkembang geraknya (motorik) dan inderanya. Ciri-ciri normal pada masa ini adalah :
  • Pada masa bayi pancaindra mulai berkembang sehingga bayi mulai mengenal ibunya, tertarik oleh warna dan suara sekelilingnya.
  • Bayi mulai mampu mengutarakan kebutuhan minum dan makan melalui gerakan tangan dan suaranya.
  • Selanjutnya bayi dapat mengutarakan perasaannya denagan menangis maupum ketewa, dan berceloteh. 
  • Menangis bila ingin mendapat perhatian, baik karena keinginan makan/minum, merasa sakit, nyeri merasa risi (kotor).Bayi mulai mengenal bnetuk dan ciri-ciri ibunya atau orang-orang tertentu yang menyayangi dirinya.

2. Masa Balita (1 - 5 tahun)

Pada masa ini anak mulai mengembangkan dirinya mengenal dan menguasai sekelilingnya dangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Anak mualai berkahayal; kursi digunakan sebagai mobil-mobilan, sapu sebagai kuda-kudaan.
  • Anak mulai meniru sikap perilaku arang lain, meniru tangis orang, meniru oarang menyanyi, menari, sering dikatakan anak sedang lucu-lucunya. Ia mulai dapat membedakan dan membandingkan ukuran, keindahan/kebagusan : Yang kecil, lebih kecil dan terkecil. Yang indah, lebih indah dan terindah
  • Anak mulai mengerti batasan-batasan yang diberikan oleh orang lain (boleh tidak, baik buruk dan sebagainya).
  • Anak kemudian masuk dalam masa bertanya : Apa ini ? Apa itu, Mengapa, Bagaimana. Meskipun sudah dijelaskan masih bertanya terus. Suka menagih janji yang tidak ditepati.
  • Anak mulai berpusat pada akunya (egosentrik). Menganggap semua barang menjadi miliknya, minta selalu diperhatikan dan dilayani. Mementingkan diri sendiri tidak mau mengalah, suka merebut. Masa ini disebut juga masa bandel, masa kemratu-ratu (seperti ratu), masa krisis, karena pendiriannya sukar dipenggang, berubah-ubah dan suka menentang.
  • Secara tidak sadar tidak mau mandi pada waktunya, dan bermain pada saat tidur siang. Dikenal sebagai masa persiapan masuk sekolah. 
  • Perkembangan selanjutnya, anak tidak sabar menunggu pelaksanaan janji, misalnya masalah pemberian hadiah, ajakan pergi piknik, ia akan selalu menanyakan kapan dan selalu menagih. 
  • Anak tidak terlalu menghiraukan pertentangan dan seolah- olah tidak ada dendam, habis berkelahi langsung berdamai.

3. Masa Makan memiliki perasaan tajam/intuisi (5 -7 tahun)

Dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bahasa sosial mulai berkembang, ia sudah mampu berbicara dengan ibunya, temannya, bahkan dengan bonekanya.
  • Bahasa dipergunakan sebagai alat berkomunikasi dengan orang lain, ia mulai mampu bertanya jawab.
  • Mulai mampu bertanya : Apa itu bu ? Api mengapa bisa panas, dan seterusnya. Tetapi ia juga mampu menjawab pertanyaan, misalnya : bila ditanya namanya.
  • Khayalan masih terus berkembang.
  • Berbicara dengan bonekanya dan senang mendengarkan dongeng, cerita-cerita khayalan dan bohong-bohongan.
  • Mulai mengerti dan mengenal simbol huruf, angka dan tanda- tanda misalnya 2 = jumlahnya dua.
  • Mampu membedakan ukuran, warna yang berlawanan. Besar lawanya Kecil.
  • Mulai berfikir logis (wajar), akal dan pikiran sehat mulai berkembang; 2+2=4,   Pisang 3 buah dibagi kepada 3 temannya.

4. Masa berpikir konkrit (berdasarkan kenyataan) 7-12 tahun.
  
Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Mampu bekerja sendiri, melaksanakan dan menyelesaikan kebutuhannya sendiri misalnya memakai baju sendiri, makan sendiri dan seterusnya.
  • Mampu memecahkan masalah, misalnya berusaha memperbaikai mainannya yang rusak, memilih baju.
  • Mulai mampu membedakan sifat-sifat benda, misalnya gula itu manis, kopi pahit, garam asin.
  • Mampu mengolong-golongkan ini rumah, ini taman, laki-laki atau perempuan.
  • Mulai memiliki dan mengenal dasar norma peraturan yang berlaku, misalnya bila tidak belajar akan dimarahi ibu.
  • Mulai mampu berdiskusi : mangapa manusia perlu makan, mengapa perlu tidur siang, mengapa bangun harus tepat waktu.
  • Mulai mampu menciptakan suatu kreasi/sesuatu mainan, mi- salnya : membuat mainan sendiri, membuat mainan melipat- lipat kertas, membuat sesuatu dari tanah liat.
  • Mulai mampu berfikir wajar, menyusun kalimat yang betul, meminta makan pada waktuya.
  • Mengamatan dan menanyakn benda-benda sekelilingnya secara teliti. Berpikir secara logis mengapa benda bisa jatuh. Kadang-kadang mempertanyakan kebenaran cerita-cerita/do-ngeng-dongeng yang pernah didengarnya.

5. Masa remaja (12 - 18 tahun)

Dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Dapat berpikir wajar dan nyata.
  • Sudah dapat menganalisa dan menyimpulkan. misalnya : Menguraikan sebab-sebab menusia mengalami sakit perut.
  • Menyimpulkan sebab dab akibat sakit perut.
  • Mulai memikir masa depan, misalnya : bercita-cita ingin menjadi direktur bank. Berusaha bekerja agar dapat membantu adik-adiknya.
  • Timbul perubahan kejiwaan dari masa remaja ke dewasa.
  • Senang pada situasi baru, suka rekreasi ditempat lain, senang menengok saudara dikota lain.
  • Cenderung mencari tantangan hidup.
  • Setia kepada kolompok usia sebayanya.
  • Emosinya peka terhadap rangsangan.
  • Merasa mendarita bila dimarahi, memberontak, penuh dinamika tetapi kadang-kadang tenang.
  • Kadang-kadang bersifat radikal, agresif, cemooh (dengan nada mengejek) dan sinis.
  • Tingkah lakunya sering nyerempet-nyerempet bahaya, sering menyimpang dari perasaan orang tua, guru atau pembinanya.
  • Sering memuji orang yang dianggap idola.
  • Masa ini disebut masa peralihan dari remaja menjadi dewasa.
  • Masa pancaroba menggelora, meledak-ledak dalam upayamencari bentuk jati dirinya.
  • Pada masa ini perlu orang yang berkerpibadian berwibawa, tegas dan penuh perhatian.
Demikian cara mengenal perkembangan kejiwaan anak usia dini, semoga dengan memahami hal ini kita dapat mengetahui dan memahami tentang kondisi kejiwaan anak-anak kita, sehingga kita dapat memberikan bimbingan yang sesuai dengan kondisi kejiwaan anak kita tersebut. 


CARA MEMBANGUN KECERDASAN ANAK DENGAN MUSIK

Musik anak cerdas, musik untuk anak
Musik ternyata mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak sekaligus membuat anak pintar bersosialisasi. Tapi musik yang bagaimanakah itu ?

Pada tahun 1998, Don Campbell, seorang musisi sekaligus pendidik, bersama Seorang psikolog Dr. Alfred Tomatis, mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Hasilnya dituangkan dalam buku mereka yang di Indonesia diterbitkan dengan judul Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas dan Menyehatkan Tubuh. Banyak fakta menarik yang diungkap Campbell dan Tomatis. Diantaranya, adanya hubungan yang menarik antara musik dan kecerdasan manusia. Musik (klasik) terbukti dapat meningkatkan fungsi otak dan intelektual manusia secara optimal. Campbell kemudian mengambil contohkarya Mozart, Sonata in D major K 488 yang diyakininya mempunyai efek stimulasi yang paling baik bagi bayi. Sedangkan menurut Dra. Louise, M.M.Psi., psikologi sekaligus terapis musik dari Present Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, sesungguhnya bukan hanya musik Mozart yang dapat digunakan. Semua musik berirama tenang dan mengalun lembut memberi efek yang baik bagi janin, bayi dan anak-anak. Lebih sering disebut efek Mozart sebab musik-musik gubahan Mozart-lah yang pertama kali di teliti. Tapi ternyata musik-musik dari composer lain juga patut diperdengarkan. Umumnya dari era Barok atau Romantik, seperti karya-karya Schubert, Schumman, Chopindan Tchaikovsky. “Saya sendiri sering memutarkan Vivaldi untuk diperdengarkan pada ibu-ibu hamil,” kata Louise. Menurutnya, selain memberikan efek relaksasi pada ibu yang sedang mengandung, musik juga merupakan bentuk rangsangan yang disarankan untuk memicu pertumbuhan sel otak janin.

SEJARAH JAMBORE APRESIASI PTKPAUD-NI DARI MASA-KEMASA


Kegiatan Jambore PTK-PAUDNI adalah salah satu fungsi dan tugas Dit. PPTK PAUDNI dalam rangka pemberian penghargaan dan perlindungan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, kursus dan pelatihan, serta pendidikan masyarakat.

PENGERTIAN DAN KURIKULUM TK/RA

TK Tunas Baru Banjarmasin

Taman Kanak-Kanak (TK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia empat sampi enam tahun.

Raudhtaul Athfal adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan umum dan pendidikan keagamaan Islam bagi anak berusia empat sampai enam tahun.

IMPLIKASI PERKEMBANGAN KOGNITIF TERHADAP PEMBELAJARAN

Karya Wisata TK Nur Syafa Ambon
Implikasi Perkembangan kognitif terhadap pembelajaran adalah meliputi cara penerapan dan cara bagaimana anak belajar dan guru mengajar yaitu :
1. Bagaimana Anak Belajar
Anak belajar menggunakan panca inderanya dengan  menggunakan benda- benda konkrit.
Anak belajar dengan melakukan/mengalami langsung
Anak belajar sesuai dengan kecepatan dan minat masing-masing
Belajar lebih menekankan proses dari pada hasil akhir

2. Bagaimana Guru Mengajar
Guru memberikan pengalaman yang nyata.
Guru memberikan pengalaman sesuai dengan usia anak agar anak dapat  mengeksplor dan memanipulasi mainan dan lingkungannya.
Guru sebagai fasilitator memberikan pengalaman yang bervariasi dan bahan yang  berbeda-beda sehingga anak dapat melakukan permainan yang beragam.


Metode yang dapat digunakan untuk pengembangan kognitif anak PAUD diantaranya adalah sbb:
  1. Bermain
  2. Pemberian tugas
  3. tanya jawab
  4. Demonstrasi
  5. Mengucapkan syair
  6. Percobaan atau eksperimen
  7. Mendongeng atau bercerita
  8. Karyawisata
  9. Dramatisasi


CARA MENGETAHUI TANGISAN BAYI

Sebagai orang tua kita wajib mengetahui tangisan bayi kita, karena melalui tangisannya inilah sikecil berusaha menyampaikan keadaannya kepada kedua orang tuanya. Jika sikecil menangis, maka ada beberapa tanda atau sinyal pemberitahuan yang dikirim bayi untuk kita.

Menurut sebuah penelitian, ada 5 macam tangisan bayi di seluruh dunia yang sama konsepnya, dimana jenis tangisan itu memiliki makna sendiri-sendiri. karena itu perlu mendapat respon dari orang tua, sehingga ketika bayi kita menangis, kita dapat mengetahui maksud dari bayi tersebut dan orang tua dapat bertindak sesuai dengan kebutuhan bayi kita tersebut.

PANDUAN PENYELENGGARAAN PAUD BERBASIS BINA IMAN ANAK

PANDUAN PENYELENGGARAAN PAUD AGAMA KRISTEN



Buku Panduan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Berbasis Layanan Anak Agama Kristen,  dapat di download di bawah ini :

CONTOH RKH RENCANA KEGIATAN HARIAN PEMBUKA SENTRA

Contoh RKH Rencana Kegiatan Harian Pembuka Sentra dapat di Download di bawah ini :

PENGERTIAN DAN TEORI BERMAIN

PAUD-Anakbermainbelajar---Di lembaga PAUD anak bermain dengan senang dan suka hati. Anak suka bermain karena kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuat mereka bersuka cita. Bermain adalah aktivitas umum yang tidak dibatasi realitas. Melalui imajinasi, anak dapat mengatur dunia bermainnya sendiri. Karena itu, anak bisa bermain sendiri dengan imajinasi yang tidak terbatas. Namun, anak juga bisa bermain bersama temannya sehingga imajinasi semakin berkembang dan mereka dapat saling bertukar ide serta pengalaman.

1. Pengertian Bermain

Bermain adalah kegiatan yanga anak-anak  lakukan sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah hidupdan hidup adalah bermain (Mayesty,1990:196-197). Anak usia dini tidak membedakan antara bermain belajar dan bekerja. Anak – anak umum nya menikmati permainan dan akan terus melakukan dimanapun mereka berada dan memiliki kesempatan untuk bermaian.

Piaget dalam Mayesti (1990:42) mengatakan bahwa bermain adalah sesuatu kegiatan yang dilakukan secara  berulang-ulang dan akan menimbulkan kesenangan, kepuasan bagi diri sendiri, sedangkan Parten dalam Dockett dan Fleer (2000:14) memandang bahwa bermain adalah sebagai sarana sosialisasi diharapkan melalui bermain dapat memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi dan belajar secara me nyenangkan.

Emmy Budiati (2008) Bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena melalui bermain anak akn merasa senang, dan bermain adalah suatu kebutuhan yang sufah ada (inhem) dalam diri anak. Dengan demikian anak dapat mempelajari berbagai keterampialan dengan senang hati, tanpa merasa di paksa atau pun ter paksa  ketika kegiatan bermain. Bermain mempunyai banyak manfaat dalam mengembangkan ketrampilan dan kecerdasan anak agar lebih siap menuju pendidikan selanjutnya. Kecerdasan anak tidak hanya di tentukan oleh skor tunggal yang di ungkap melalui tes intelegensi saja akan tetapi anak juaga memiliki sejumplah kecerdasan jamak yang berwujud keterampilan dan kemampuan.

Contohnya ketika menolong teman tidak saling berebut dan bertengkar kesediaan berbagi dan kedisiplinan, berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab.

Sebagai mana plato dan Aristoteles, frobel menganggap jika bermain sebagai legiatan yang mempunyai nilai praktis. Artinya, bermain sebagai media untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan tertentu pada anak.  Bermain juga berfungsi sebagai sarana refresing untuk memulihkan tenaga seseorang setelah lelah bekerja dan dihinggapi rasa jenuh.


Jadi jika sejak awal perkembangan nya anak di kondisikan pada bidang yang di minatinya maka anak akan semakin meningkat pengetahuan nya akan bidang yang ditekuni telak. Sedangkan Frobel berdasarkan pengalaman nya sebagai pengajar, lebih menekan kan pentingnya bermain dalam belajar, dia menyadari bahwa kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian kepada anak dan mampu untuk mengembangkan pengetahuan mereka.
Bermain merupakan suatu aktivitas yang langsung dan spontan. Bermain dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang digunakan untuk berbagai tujuan yang menyenangkan. Menurut Roger, Cosby S. dan Janet K. Sawyers (1995) setiap anak ingin selalu bermain, sebab dengan bermain anak merasa rileks, senang dan tidak tertekan. Di mananapun, dalam kondisi apapun, anak akan berusaha mencari sesuatu untuk dapat dijadikan mainan. Kita dapat mengamati anak-anak  di kota besar,  desa, pantai, maupun gunung yang selalu asyik dengan  permainan yang mereka jumpai di lingkungan masing-masing. Anak-anak selalu bermain dengan riang, jika bermain bersama teman-teman sebaya.


Kebutuhan bermain sangatlah mutlak bagi perkembangan anak.  Lingkungan dan orang dewasa ,dalam hal ini orangtua, maupun guru perlu memfasilitasi kebutuhan anak dengan menyediakan berbagai permianan yang dapat mendukung perkembangan anak.  Tentu saja permainan dan alat bermainnya tersebut bukanlah suatu yang harus bernilai ekonomi tinggi atau mahal, tetapi  apapun dapat dijadikan alat bermain. Misalnya daun dapat dijadikan alat hitung untuk mengembangkan konsep matematika, dengan menggunakan daun anak dapat mengklasifikasikan jenis-jenis daun, mengenali bentuk daun, mengenali warna daun, memahami manfaat daun dan sebagainya. Daun juga dapat mengembangkan konsep sains dan dapat dijadikan bahan kreasi seni untuk anak.  Indonesia negeri yang kaya sumber alam yang masih dapat kita eksplorasi untuk dijadikan alat bermain.

Bagaimana anak bermain ? Anak bermain sesuai dengan tahapan usianya, dengan pikirannya sendiri, dengan perasaannya sendiri, dengan pengertiannya sendiri dan dunianya sendiri. Anak bermain ditentukan oleh dirinya sendiri, orang lain disekitarnya, lingkungannya, kemampuan dirinya dan kemampuan orang lain dan lain sebagainya sebagai faktor lain yang mempengaruhinya. (Bronson, 1995). Untuk itu, satu bentuk permainan atau alat permainan semestinya diciptakan dengan tujuan yang jelas sehinggga pertumbuhan dan perkembangan  yang diharapkan  dari anak akan dapat dicapai. Melalui bermain anak tidak saja dapat tumbuh secara fisik tetapi juga dapat berkembang secara psikis. Oleh sebab itu berbagai bentuk permainan harus berisi kegiatan-kegiatan yang melibatkan aspek fisik dan psikis harus dapat terwujud. (Johnson, 1990; Singer dan Singer, 1990; Smilansky, 1990).

Bermain-masak-masakan, bermain disentra, BCCT Sentra, anak bermain

Bermain membawa harapan tentang dunia yang memberikan kegembiraan, memungkinkan anak berkhayal tentang  sesuatu atau seseorang. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan yang esensial bagi anak karena melalui bermain anak  dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, social, nilai dan sikap hidup. Bermain dilakukan dengan perasaan senang, sukarela dan imajinatif. Anak senang bermain karena melalui bermain anak memperoleh suatu cara untuk mengetahui dan mencoba melakukan sesuatu dengan benda yang ada di sekitarnya. Dengan demikian fungsi bermain tidak saja dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan social, tetapi juga perkembangan bahasa, disiplin, perkembangan moral, kreativitas, dan perkembangan fisik anak.

2. Tujuan bermain

Pada dasrnya bermain memiliki tujuan utama yakni memelihara perkembangan atau pertumbuhan optimal anak usia dini melalui bermain yang kreatif, interaktif dan terintregrasi  dengan lingkungan bermain anak.
Elkonin dalam Catron dan Allen (1999:163) salah seorang murid dari Vygodsky menggambarkan empat prinsip bermain yaitu.
a) Dalm bermain anak mengembangkan sistem untuk memahami apa yang sedang terjadi dalam rangka mengetahui tujuan yang kompleks
b) Kemampuan untuk menempatkan  perspektif orang lain melalui aturan – aturan dan menegosiasikan aturan bermain.
c) Anak menggunakan  suatu replika untuk menggantikan prodak nyata lalu mereka menggantikan suatu prodak yang berbeda, kemampuan menggunakan simbul termasuk kedalam perkembangan berfikir abstrak dan imajinatif.
d) Kehati –hatian dalam bermain mungkin terjadi karena anak perlu mengikuti aturan permainan yang telah di tentukan bersama teman lain nya.

Untuk mendukung hal tersebut seorang anak mampu melakukan pembelajaran yang situasinya merupakan khayalan anak tersebut atau yang bisa di sebut dengan bermain sosiodrama bermain pura – pura atau bermain drama.

Beberapa tujuan dari bermain dan permainan anak sebagai berikut
a.    Menanamkan kebiasaan disiplin dan tanggungjawab dalam kehidupan sehari- hari.
b.    Melatih sikap ramah dan suka bekerja sama dengan teman, menujukkan kepedulian.
c.    Menanamkan budipekerti yang baik.
d.   Melatih anak untuk berani dan menantang ingin mempunya rasa ingin tahu yang besar.
e.    Melatih anak untuk menyayangi dan mencintai lingkungan dan ciptaan tuhan.
f.     Melatih anak untuk mencari berbagai konsb moral yang mendasar seperti salah, benar, jujur, adil dan fair.

3. Fungsi bermain
Pada awal abad yang lalu, Sigmund Freud sudah mengemukakan bahwa kegiatan bermain memungkinkan tersalurnya dorongan – dorongan instingtual anak dalm meringankan snak pada beban mental. Kegiatan bermain merupakan sarana yang aman yang dapat digunakan untuk mengulan ulang pelaksanan dorongan – dorongan itu dan juga reaksi – reaksi mental yang mendasarinya .

Wolfgang dan wolfgang (1999:32-37) berpendapat bahwa terdapat sejumplah nilai- nilai dalam bermain (the value of play) yaitu bermain dapat mengembangkan keterampilan sosial, emosional, koknitif .dalam pembelajaran terdapat berbagai kegiatan yang memiliki dampak dalam perkembangan anak, sehingga dapat di identifikasikan bahwa fungsi bermain antara lain:
a.   Berfungsi untuk mencerdaskan otot pikiran.
b.   Berfungsi untuk mengasah panca indra.
c.   Berfungsi sebagai media terapi.
d.   Berfungsi untuk memacu kreatifitas.
e.    Berfungsi untuk melatih intelektual.
f.    Berfungsi utuk menemukan sesuatu yang baru.

g.   Berfungsi untuk melatih empati.

4. Ciri-ciri Bermain

Kegiatan bermain yang dilakukan oleh anak memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
Bermain dilakukan atas dasar sukarela, bukan paksaan.
Bermain merupakan kegiatan untuk dinikmati, itu sebabnya bermain selalu menyenangkan, mengasyikkan dan menggairahkan.
Tanpa imbalan apapun, kegiatan bermain itu sendiri sudah menyenangkan.
Bermain lebih mementingkan proses daripada tujuan. Tujuan bermain adalah kegiatan bermain itu sendiri.
Bermain menuntut partisipasi aktif, baik secara fisik maupun secara psikis.
Bermain itu bebas dilakukan oleh anak. Bebas membuat aturan sendiri dan mewujudkan fantasinya.
Makna dan kesenangan bermain sepenuhnya ditentukan anak sebagai pelaku.

5. Manfaat Bermain

Beberapa ahli pendidikan diantaranya  Plato, Aristoteles, dan Frobel menganggap bahwa bermain sebagai suatu kegiatan yang mempunyai manfat nyata bagi anak. Artinya bermain digunakan sebagai media untuk menguatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak.

Walaupun aktivitas bermain adalah kegiatan bebas yang spontan dan tidak selalu memiliki tujuan duniawi yang jelas tetapi bermain sendiri banyak memiliki manfaat yang positif bagi anak, diantaranya :
  1. Bagi perkembangan aspek fisik: anak berkesempatan melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan-gerakan tubuh yang membuat tubuh anak sehat dan otot-otot tubuh menjadi kuat.
  2. Bagi perkembangan aspek motorik halus dan kasar: dalam bermain dibutuhkan gerakan dan koordinasi tubuh (tangan, kaki, dan mata).
  3. Bagi perkembangan aspek emosi: dengan bermain anak dapat melepaskan ketegangan yang ada dalam dirinya. Anak dapat menyalurkan perasaan dan menyalurkan dorongan-dorongan yang membuat anak lega dan relaks.
  4. Bagi perkembangan aspek kognisi: dengan bermain anak dapat   belajar dan mengembangkan daya pikirnya.
  5. Bagi perkembangan alat pengindraan: aspek penginderaan (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan) perlu diasah agar anak lebih tanggap atau peka terhadap hal-hal yang ada disekitarnya.
  6. Dapat mengembangkan keterampilan olah raga dan menari.
  7. Sebagai media terapi, karena selama bermain perilaku anak akan tampil lebih bebas dan bermain adalah suatu yang alamiah pada diri anak.
  8. Sebagai media intervensi: bermain dapat melatih konsentrasi (pemusatan perhatian pada tugas tertentu) seperti melatih konsep dasar warna, bentuk, dan lain-lain.
(Baca juga 7 manfaat bermain untuk anak usia dini di sini !)
Untuk mencapai manfaat positif dari bermain maka dibutuhkan alat permainan yang tepat untuk anak, yaitu dalam pemilihan alat permainan sebaiknya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Alat permainan tidak berbahaya bagi anak.
  2. Bukan pilihan orang tua tetapi berdasarkan minat anak terhadap mainan tersebut. 
  3. Alat permainan sebaiknya beraneka macam, sehingga anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainannya. 
  4. Tingkat kesulitan sebaiknya disesuaikan pada rentang usia anak, alat permainan tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah bagi anak.
  5. Peralatan permainan yang tidak terlalu rapuh. 
  6. Tidak memilih alat permainan yang menurut urutan usia, karena ada anak yang lambat perkembangan fisik dan mentalnya dari anak-anak seusianya atau juga sebaliknya, maka yang menjadi dasar pemilihan alat permainan lebih pada perkembangan fisik dan mental anak secara individu.
Semua kegiatan bermain dapat menggunakan alat-alat permainan tertentu sesuai dengan kebutuhan anak masing-masing, yang terpenting dalam pelaksanaannya harus menyenangkan dan menarik untuk anak, sehingga ia melakukannya dengan minat dan perasaan senang tanpa ada keterpaksaan. (Mayke. Soegianto, 1999). Alat permainan seperti boneka dan  binatang dapat merangsang kegiatan bermain khayal. Sedangkan tersedianya permainan balok-balok, cat air, keping-keping plastik untuk dirakit dapat mendorong anak bermain konstruktif. Sangat bijaksana bila guru dan orang tua dapat menyediakan alat permainan yang bervariasi sehingga berbagai jenis kegiatan bermain dapat dilakukan anak dan sangat berarti untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak secara optimal.

Sumber : Dra. Sofia Hartati, M.Si, Bermain dan Penataan Lingkungan Main, Bahan Penataran Pendidik PAUD, PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN NON FORMAL (PTKPNF)-PMPTK-DEPDIKNAS Tahun 2009.

Referensi :
Phelp, Pamela C. Beyond Centers and Circle Time: Scaffolding and Assesing The Play of Young Children. Florida: The Creative Center for Childhood Research and Traning , Inc. (CCCRT), 2005.
Phelp, Pamela C. Beyond Cribs Rattles. Playfully Scafolding the Development of Infant and Toddlers. Florida: The Creative Center for Childhood Research and Traning , Inc. (CCCRT), 2005.
Wolfgang, Charles H, Bea Mackender, Mary E. Wolfgang. Growing and Learning through Play. USA: Judy/Instructo, 1981.
Dockett, Sue dan Marilyn Fleer, Play and Pedagogy in Early Childhood, Australia: Thomson Learning Inc., 2002.
Moyles, Janet R, The Excellence of Play, Bristol: Open University Press, 1995
Roger, Cosby S. and Janet K. Sawyers, Play in The Lives of Children, Washington  DC: National Association For The Young Children, 1995.
Seefeldt, Carol & Nita Baurbor, Early Childhood Education, Columbus: Meril Publishing Company, 1990.

TIPS DAN CARA MENDIDIK ANAK BERPUASA RAMADHAN


Berpuasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi kaum muslim yang sudah baliq. Tidaklah mudah menjalankan puasa untuk pertama kali, apalagi untuk anak-anak. Untuk itu ada baiknya jika kita dapat mengajarkan puasa pada anak sejak usia dini. Berikut beberapa tips mendidik anak untuk berpuasa di bulan Ramadhan ini:

KISAH KUPU-KUPU DAN BURUNG ELANG YANG SOMBONG

 
Dongeng Anak Indonesia kali ini bercerita tentang seekor burung elang yang sangat sombong dan seekor kupu-kupu yang sedang mencari makan ditengah hutan. Suatu ketika si kupu-kupu masuk kedalam hutan tanpa disengaja karena dia sibuk mencari bunga untuk dihisap sari bunganya. Sesampai di dalam hutan si kupu-kupu merasa lelah dan hinggap disebuah tangkai pohon yang besar.

LION KING

Salah satu film anak dan keluarga yang dapat dibilang abadi dan sepanjang masa adalah film berjudul The Lion King. ,

The Lion King adalah film animasi ke-32 dari Disney. Dirilis di bioskop pada tanggal 24 Juli 1994, The Lion King meraup $ 783.841.776 di seluruh dunia dan menjadi salah satu film paling sukses tahun 1994. Film The Lion King adalah milik perusahan film yang disebut Disney Renaissance yang berdiri tahun 1989 - 1999, yang telah meproduksi banyak film se film seperti The Little Mermaid, The Rescuers Down Under, Beauty and the Beast, Aladdin, Pocahontas, The Hunchback

CARA MEMPERSIAPKAN KELAHIRAN BAYI


Ada beberapa persiapan khusus yang harus diperhatikan berkaitan dengan awal menghadapi kelahiran bayi baru dalam kehidupan kita diantaranya :
  1. Pemahaman pasangan (Calon ayah dan Ibu) serta orang-orang terdekat dimana bayi akan lahir dan dirawat nantinya.
  2. Persiapan sarana dan prasarana (perlengkapan bayi).
  3. Persiapan dan Perencanaan Pendidikan Anak Di usia tahun-tahun berikutnya.

CONTOH PENATAAN SENTRA RUANGAN

Penataan sentra terdiri dari sentra ruangan dan sentra luar, kedua bagian sentra ini dapat disesuaikan dengan tujuan untuk mengefisienkan ketersediaan ruangan dan tempat untuk sentra. Ada beberapa rambu-rambu penting yang harus diperhatikan dalam menata sentra, salah satu hal yang terpenting adalah penempatan area dan jenis main. Misalnya area pasir dan air harus ditempatkan didekat pintu atau pembuangan agar mudah dibersihkan. Berikut ini adalah gambar contoh penataan atau susunan area dari penataan sentra :
Keterangan Gambar :
  1. Balok  
  2. Main Peran  
  3. Permainan  
  4. Seni  
  5. Perpustakaan
  6. Manipulatif (discovery) 
  7. Bahan alam  
  8. Musik dan gerak  
  9. Memasak
  10. komputer
Selanjutnya untuk penataan dilingkungan atau lembaga PAUD disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik bangunan dan lingkungan PAUD yang bersangkutan.
 

CARA LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN BCCT

Sentra, lingkaran, pijakan awal, sentra BCCT anak Paud
Cara langkah-langkah Pelaksanaan BCCT (Beyond Centers and Circle Times) adalah meliputi hal-hal sebagai berikut :

A. Persiapan
  1. Mempersiapkan pendidik dan pengelola melalui pelatihan dan pemagangan. Pelatihan dapat memberikan pembekalan konsep, sedangkan magang memberikan pengalaman praktik langsung.
  2. Penyiapan tempat dan Alat Permainan Edukatif (APE) sesuai dengan jenis sentra yang akan dibuka dan tingkatan usia anak. Penyiapan administrasi kelompok dan pencatatan perkembangan anak.
  3. Pengelolaan metode pembelajaran kepada orang tua. Kegiatan ini penting agar orang tua mengenal metode ini sehingga tidak terjadi penolakan dan protes ketika kegiatan anaknya hanya bermain.
  4. Mintalah orangtua untuk mancoba bermain di setiap sentra main yang disiapkan untuk anak agar merasakan sendiri nuansanya. Kegiatan ini hendaknya dilakukan setiap awal tahun ajaran baru sebelum anak mulai belajar.

GIZI AND ADVERSITY QUOTIENT ANAK

Gizi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.
Pemenuhan gizi yang cukup pada anak di usia-usia awal (0-8 tahun) dapat mempengaruhi perkembangan mental, termasuk kecerdasan anak. Salah satu kecerdasan yang dapat dipengaruhi adalah kecerdasan adversity (adversity intelligence). Kecerdasan adversity merupakan sebuah bentuk kecerdasan yang memberikan ketahanan terhadap stres (daya resiliensi) tinggi, kemampuan merespon stres (coping mechanism) yang baik serta membangkitkan kemauan dan kemampuan untuk mencapai puncak prestasi.

CARA MENDONGENG BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA

Mendongeng atau bercerita untuk anak-anak dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga. Ada beberapa teknik alat peraga yang dapat digunakan antara lain :

Peraga Gambar
Alat peraga gambar bisa terdiri dari ; gambar seri, gambar lepas, gambar planel dll. Cara menggunakan Peraga Gambar adalah :
  1. Pilihlah gambar yang bagus sesuai isi cerita berukuran agak besar, dicetak dalam kertas relatif tebal, memiliki tata warna yang indah dannmenarik,
  2. Urutkan gambar terlebih dahulu, kuasai dengan baik detail cerita yang dikandungi oleh gambar dalam setiap lembarnya
  3. Perlihatkan gambar pada anak secara merata sambil terus bercerita, gambar harus selalu menghadap anak.
  4. Sinkronkan cerita dengan gambar, hati-hati jangan salah mengambil gambar
  5. Gambar dalam posisi kiri atau di dada, dan tidak menutup wajah guru
  6. Jika perlu gunakan telunjuk untuk menunjukkan objek tertentu dalam gambar demi kejelasan seperti menunjuk gambar binatang, pohon, atau benda lain.
  7. Sambil bercerita, perhatikanlah reaksi anak, amati apakah mereka memperhatikan gambar atau tidak.
Bercerita dengan Peraga Gambar

MAKALAH SKRIPSI PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Berikut ini adalah contoh Judul Makalah, skripsi dan Karya Tulis Ilmiah tentang pendidikan anak usia dini (PAUD) yang pernah ditulis, sebagai berikut :

CARA MENGAJAR MEMBACA YANG BAIK

Untuk mengajari anak membaca, cara yang efektif adalah Berdasarkan teori perkembangan, dalam teori perkembangan anak-anak sebelum belajar mengenal hal-hal yang abstrak didahului dengan mengenal hal-hal yang konkret terlebih dahulu, kemudian semi konkret dan baru kemudian hal-hal yang abstrak.

CARA MEMBUAT TEMA PEMBELAJARAN PAUD


A. Menentukan tema/topic
Tema merupakan konteks (focus bahasan) yang membingkai semua kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk menentukan tema yang akan yang dipilih harus didasarkan pada kebermaknaan belajar anak. Dengan kata lain bahwa tema tersebut sudah dikenal anak, dapat merangsang anak terlibat dalam pembelajaran, dapat mengembangakan kemampuan anak dalam memecahkan masalahnya, dan dapat diterapkan karena didukung dengan sumber, bahan dan alat belajar yang diperlukan. Pemilihan tema dapat berdasarkan pada :

CARA MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN PAUD

Kegiatan menyusun rencana pembelajaran sebaiknya tidak dilakukan oleh pendidik PAUD seorang diri. Kegiatan tersebut perlu melibatkan teman sejawat untuk bertukar pemikiran, curah gagasan, diskusi dan berbagi pendapat. Dengan mengembangkan strategi tersebut, rencana pembelajaran yang dibuat akan lebih efektif. Adapun jenis-jenis rencana pembelajaran yang perlu disusun oleh pendidik PAUD adalah sebagai berikut:

a. Rencana Pembelajaran Jangka Panjang
Rencana pembelajaran jangka panjang berisi rencana kegiatan anak untuk satu tahun. Rencana pembelajaran juga akan memberikan gambaran tentang kegiatan kunjungan ke luar dan acara-acara khusus yang akan dilakukan sesuai dengan peristiwa khusus yang terjadi pada bulan-bulan tertentu seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.

Contoh Film Anak Kasar

Ketika kita sedang gencar-gencarnya melaksanakan pendidikan karakter untuk anak, dengan memberikan anak pemahaman untuk tidak berperilaku kasar pada orang lain. Di sebuah negara di Asia justru ada pertarungan yang dibuat untuk anak. yang mana anak bertanding, berkelahi, dan bertarung dengan menyakiti terhadap sesama anak lainnya. Semoga saja pertarunga ini tidak ditiru oleh anak-anak kita dirumah. Silakan lihat dan saksikan contoh Film Anak Kasar di bawah ini :

video

CARA MENGATASI PENGARUH KEKERASAN ANAK

Untuk mengatasi pengaruh buruk dari tindak kekerasan pada anak ada beberapa cara yang harus diperhatikan yaitu :

1. Hati-hati dengan Kata-kata
Kekerasan pada anak pada awalnya adalah kekerasan yang menyangkut verbal yaitu bisa berupa bentakan, kata-kata kasar ketika marah, serta memberikan kata-kata yang kurang pantas untuk anak, sehingga akan menimbulkan kesedihan dan luka batin sampai dewasa.

PANDUAN PENYELENGGARAAN TK TAMAN KANAK-KANAK

KISAH MONYET YANG RAKUS

Dongeng Anak Indonesia bermula dari seekor monyet yang terkenal licik dan sangat rakus. Sehingga banyak hewan hutan lainnya yang sangat terganggu akan sifat dari si monyet yang sering mengganggu dan membuat onar. Apabila ada hewan lain yang sedang memakan santapannya, si monyet langsung merebut dan mengambil makanan hewan lain tersebut. Si monyet juga terkenal licik, tak jarang hewan lain yang tertipu akibat akal bulus si monyet.

Pada suatu hari datanglah seorang pemburu yang masuk hutan untuk mencari seekor monyet untuk diburu dan dibawa pulang. "Hari ini aku harus bisa pulang membawa seekor monyet dan aku akan bawa pulang", Si pemburu berkhayal akan buruannya.

TIPS CARA MEMILIH SEKOLAH PAUD BARU UNTUK ANAK

Tahun ajaran baru sudah dekat, tidak terasa sikecil sudah makin besar, sudah saatnya masuk sekolah PAUD. Ayah-bunda sudah harus memikirkan untuk memilih sekolah PAUD yang baik bagi ananda. Memilih sekolah Pendidikan Anak Usia Dini untuk balita merupakan keputusan penting bagi tumbuh kembang anak. Ini harus dilakukan dengan teliti, penuh pertimbangan, jangan tergesa-gesa, dan jangan mudah terpengaruh oleh iklan Lembaga PAUD yang tidak propesional. Pakar PAUD dan Pengamat permasalahan pendidikan anak usia dini di Indonesia Prof Sandralyn Byrnes mengungkapkan pemilihan sekolah PAUD untuk anak harus diperhatikan sejak awal, karena merupakan penentu dan investasi masa depan anak! salah dalam memilih sekolah anak, akan berakibat buruk bagi perkembangan anak kedepannya.

Cari Tulisan